Rewel Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Tega Bunuh Anak Kandung: Saya Sayang, Itu Cuma Kesal Aja

Pelaku saat berada di kantor polisi
Pelaku saat berada di kantor polisi | sumsel.tribunnews.com

Pelaku pukul anaknya dengan piring

Seorang ibu di Muaraenim, Sumatera Selatan tega membunuh anak kandungnya sendiri. Berawal dari pelaku yang kesal karena sang anak terus saja rewel dan tak mau makan. Pelaku pun tega memukul pundak sang anak dengan piring hingga terluka parah.

1.

Kesal anak tak mau makan

Pelaku saat berada di kantor polisi
Ilustrasi pembunuhan | regional.kompas.com

Dilansir dari Kompas.com, Senin (06/04/20), seorang ibu berinisial LN (19), warga Pance Samping Rumah Marya, Desa Sidomulya, Muaraenim, diduga telah membunuh buah hatinya sendiri, NR, gara-gara rewel tak mau makan.

Peristiwa itu terjadi pada 25 Maret lalu. Saat itu LN hendak menyuapi anaknya yang berumur 2 tahun. Namun anaknya itu terus saja menangis dan tak mau makan. Ia pun geram dan memukul anaknya dengan piring. Piring itu pun pecah dan mengenai pundak sang anak hingga berdarah.

Baca Juga: Lansia Ini Jatuh dan Kesakitan di Trotoar Surabaya, Tak Ada yang Mau Menolong

LN kaget melihat pundak anaknya terluka dan darahnya terus mengalir. Ia sempat membawa anaknya ke rumah sakit, namun sang anak tak bisa diselamatkan karena kehabisan banyak darah.

2.

Dilaporkan nenek korban

Pelaku saat berada di kantor polisi
Pelaku saat berada di kantor polisi | sumsel.tribunnews.com

Sang nenek yang juga mertua pelaku mencurigai kematian cucunya yang tak wajar. Akhirnya, pelaku dilaporkan ke polisi. Pelaku akhirnya mengaku telah membunuh anaknya karena kesal dengan sang anak yang saat itu tak mau makan. Ia tak menyangka jika piring tersebut akan membunuh anaknya.

"Kasus ini terungkap karena laporan nenek korban yang mencurigai cucunya NR (2) meninggal dalam keadaan tidak wajar. Sehingga kami melakukan pemeriksaan terhadap ibu korban LN (19). Hasilnya LN mengakui telah melakukan tindak kekerasan terhadap anaknya," ujar Kapolsek Gunung Megang, AKP Herli, Senin (6/4).

Baca Juga: Takut Tertular Virus Corona, Pria Ini Tega Habisi Pasangannya Lalu Bunuh Diri

3.

Pengakuan pelaku

Pelaku saat berada di kantor polisi
Ilustrasi kekerasan pada anak | suaramerdekakedu.id

Pelaku mengaku menyesal dengan perbuatannya itu. Ia juga mengatakan jika ia tak berniat membunuh anaknya. LN sangat menyayangi anaknya, namun ia sendiri saat itu tak bisa menahan emosinya.

“Saya menyesal seumur hidup saya, karena menyebabkan anak saya meninggal, sebenarnya tak ada niat saya mau membunuhnya. Saya sangat menyayangi anak saya. Saya yang melahirkannya, mana mungkin saya mau membunuhnya,” kata LN.

Baca Juga: Biadab! Viral Video Diduga Ayah Cekik Anak Kandung, Netizen: Mati Membusuk di Penjara

LN telah mengaku jika ia memukul piring ke arah pundak anaknya. Ia sempat kaget melihat anaknya berdarah hingga akhirnya meninggal dunia. LN mengaku sedih dan terpukul anaknya meninggal dunia karena perbuatannya.

“Kalau memang saya mau membunuhnya, mungkin sebelum dia lahir saja. Tapi saya ibunya, saya sangat menyayanginya, itu cuma karena saya kesal saja. Saya memukulnya tidak kuat di bagian bahu, tapi piringnya tipis, jadi pecah dan kena bahunya, saya menyesal,” imbuh LN.

Artikel Lainnya

Meski mengaku tak berniat membunuh sang anak, namun tetap saja LN harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

Tags :