Miris! Demi Bisa Nyabu, Remaja 16 Tahun Tega Begal Kakak Sendiri hingga Tewas

Ilustrasi korban tewas
Ilustrasi korban tewas | stock.adobe.com

Awalnya diminta bantuan teman, malah putuskan begal kakak sendiri.

Seorang adik di Palembang nekat membegal kakaknya sendiri. Awalnya remaja berusia 16 tahun berinisial MR itu diajak rekannya, Rohmadon untuk mencuri motor. MR justru merekomendasikan kepada Rohmadon untuk membegal kakak angkatnya.

Akhirnya mereka melakukan pembegalan itu dan menikam sang kakak. Motor korban dijual dan dibelikan sabu oleh MR.

1.

Jadi otak pembegalan

Ilustrasi korban tewas
Ilustrasi tersangka | stock.adobe.com

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (03/07/20), seorang remaja di Palembang, Sumatera Selatan berinisial MR (16) tega membegal kakak angkatnya sendiri, Khairuddin Subatra (33), Jumat (5/6/2020). Akibat pembegalan yang diotaki adiknya itu, Khairuddin sekarat dan tewas.

Berawal saat MR diajak temannya, Rohmadon (25) untuk mencuri motor. Rohmadon yang terlilit utang Rp800 ribu menjadi latar belakang ia mengajak MR untuk mencuri motor.

Baca Juga: Diperlakukan Tak Layak, Viral Video Diduga 8 Jenazah Covid-19 Dibuang Begitu Saja di Lubang

MR justru merekomendasikan kepada Rohmadon untuk membegal kakak angkatnya sendiri. Mereka pun merencanakan pembegalan itu dengan berpura-pura menawarkan pekerjaan pada Khairuddin.

"Lalu kami ajak untuk bertemu dengan orang yang mau kasih dia kerja itu," tutur pelaku MR, Kamis (2/7/2020).

2.

Tikam korban

Ilustrasi korban tewas
Ilustrasi korban | stock.adobe.com

Kejadian itu terjadi saat dalam perjalanan. Hingga mereka sampai di Jalan Naskah II, Lorong Padi, Sukarami, Palembang dan meminta korban untuk turun dari motor namun ditolak korban. Tiba-tiba saja Rohmadon langsung menikam korban hingga jatuh.

Baca Juga: Viral Pegawai Nakal Starbucks Intip Payudara Pengunjung Lewat CCTV, Netizen Dibuat Geram

MR tak menyangka jika Rohmadon akan menikam kakaknya. Setelah kejadian, Rohmadon langsung kabur. Sementara MR sempat membawa kakaknya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan namun ditolak.

Akhirnya MR memulangkan korban ke rumahnya dan hanya diletakkan di depan rumah hingga akhirnya tewas.

"Maksud saya biar dirawat di sana, tapi tidak tahu ditolak rumah sakit. Jadi saya bawa lagi korban ke rumahnya. Saya tinggalkan di depan setelah itu saya tidak tahu lagi," jelas MR.

Baca Juga: Viral Bule Berjemur Jadi Tontonan Para Pria, Netizen: Ngelihatnya Nggak Tanggung-tanggung

3.

Hasil penjualan motor dibelikan sabu

Ilustrasi korban tewas
Ilustrasi sabu | stock.adobe.com

Bukannya merasa bersalah, MR dan Rohmadon justru menjual motor korban. Hasil penjualan Rp1,5 juta itu diberikan Rp500 ribu untuk Rohmadon. Sisanya dipakai MR untuk membeli narkoba jenis sabu.

"Saya pakai uangnya untuk beli sabu, Rp 500.000 saya kasih ke Rohmadon," tutur MR.

Baca Juga: Heboh Bakso Dioplos Daging Celeng di Cimahi, Pelaku Jalankan Bisnis Haram Ini Selama 6 Tahun

Keluarga korban kaget melihat Khairuddin tergeletak penuh darah di depan rumah dan sempat dibawa ke rumah sakit namun tidak selamat.

"Lalu diantar pulang ke rumah, karena dari rumah sakit menolak. Korban baru diketahui sekarat saat keluarga nya keluar. Saat dibawa ke rumah sakit lagi meninggal," ungkap Kasubdit 3 Jatrantas Polda Sumsel Kompol Suryadi.

Artikel Lainnya

MR dan Rohmadon ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terancam pasal pasal 338 dan 365 KUHP tentang perampokan dan pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Tags :