Reaksi Para Anak Yatim Saat Diajak Belanja Ke Mall Untuk Pertama Kali Ini Bikin Mewek

Lebaran anak yatim
Lebaran anak yatim | www.facebook.com

Bahkan, sampai ada yang muntah karena grogi masuk mall

Lebaran telah tiba. Umat Muslim merayakan kemenangan setelah satu bulan lamanya menjalankan ibadah puasa. Pada momen ini biasanya ditandai dengan saling mengunjungi saudara, membeli baju baru, memakan berbagai hidangan yang lezat. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak mampu? Mereka tidak bisa merasakan segala kemewahan itu pada saat Lebaran.

Beruntung masih ada beberapa orang yang berbaik hati mengurus mereka yang tidak mampu, terutama anak-anak yatim. Baru-baru ini, Majelis Anak Indonesia mengajak sekumpulan anak-anak yatim untuk berbelanja baju Lebaran di Epicentrum Mall, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto-foto mereka saat berbelanja diunggah oleh akun Facebook bernama Agus Penyoe.

Dia mengunggah foto saat 110 anak yatim, piatu, atau yatim piatu berbelanja di mall. Semua keperluan mereka akan dibelikan oleh panitia acara dari Majelis Anak Indonesia. Fyi, MAI adalah sebuah lembaga yang berdiri sejak tahun 2018 dan berada di bawah Yayasan Daarul Mujawwidin Foundation, lembaga pendidikan untuk anak TK dan SD. 110 anak yang diajak telah diseleksi terlebih dahulu oleh yayasan.

Lebaran anak yatim
Lebaran anak yatim | www.facebook.com

Kebanyakan mereka yang terpilih ini memang belum pernah masuk mall sama sekali. Karena itu, ada beberapa anak yang grogi, bahkan mual-mual ketika pertama kali menginjakkan kaki ke mall. Mereka sama sekali tidak terbiasa dengan "etalase kemewahan" yang ditawarkan, beserta pakaian necis orang-orang di dalamnya. Mereka terlihat begitu polos saat diminta untuk membeli barang yang diinginkan.

Kami ikut berbahagia. Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh adik-adik kita itu. Alhamdulillah MAI bisa mewujudkan impian mereka untuk belanja dan memilih sendiri baju baru untuk Lebaran," ujar Agus, dilansir dari Kompas.

Para bocah ini malu-malu dan malah kebingungan ketika ditanya oleh petugas toko baju seperti apa yang diinginkan. Mereka bahkan bertanya kepada para pegawai toko apakah tidak akan ada yang memarahi mereka jika memegang baju-baju tersebut? Sebuah kepolosan yang bahkan membuat para pegawai di sana menangis haru. Para anak yatim ini masing-masing diberikan uang Rp 500.000 untuk dibelanjakan.

Lebaran anak yatim
Lebaran anak yatim | www.facebook.com
Artikel Lainnya
Lebaran anak yatim
Lebaran anak yatim | www.facebook.com

Jumlah segitu mungkin bukan seberapa bagi sebagian dari kamu, tapi bagi mereka itu adalah jumlah yang sangat besar. Uang Rp 500.000 bisa digunakan untuk membeli makanan berminggu-minggu. Karena itu, relawan mengarahkan mereka membeli barang-barang yang punya diskon besar, sehingga bisa membeli banyak barang. Bahkan, ada anak yang membeli sedikit barang saja agar bisa menyimpan uangnya.

Anak itu berencana menyimpan sebagian uangnya dan kemudian diberikan kepada ibunya. Mungkin dia ingin sang ibu untuk merasakan sedikit kemewahan Lebaran juga. Berbagai kepolosan pun ditunjukkan oleh anak-anak ini, seperti takut naik eskalator, hingga ada yang rada risih karena dipakaikan sepatu oleh pegawai saat mencoba ukuran.

Ada karyawan yang nangis karena tersentuh hatinya, gemetar semua karena ucapan-ucapan polos dari anak-anak ini," ujar Fitri, salah satu relawan.

Anak-anak ini juga diajarkan untuk berani membayar di kasir sendiri. Relawan meyakinkan kalau tidak ada yang mengatakan kalimat sinis kepada mereka, dan tak perlu takut juga tidak bisa membayar. Dalam kegiatan ini sendiri, MAI membelanjakan anggaran sebesar Rp 56 juta.

Dana untuk kegiatan ini semuanya berasal dari para donatur. Agus bersyukur masih banyak orang di dunia ini yang mau menyisihkan sebagian uangnya demi anak-anak yatim, piatu, atau yatim piatu. Mereka berharap para donatur diberikan rejeki berlimpah sebagai balasan atas kebaikannya.

Bikin trenyuh banget ya ngeliatnya? Alangkah baiknya kalau momen Lebaran tidak hanya dihabiskan bersenang-senang dengan keluarga saja, tapi juga bersama mereka yang tidak punya keluarga. Bagaimana menurutmu?

Tags :