Mengeluh Sakit Perut, Ternyata Ada Ratusan Bubble Tea di Perut Gadis Ini, Kok Bisa?

Ilustrasi bubble tea
Ilustrasi bubble tea | www.snopes.com

Bola-bola tapioka itu menumpuk dan memenuhi saluran pencernaan.

Siapa yang suka bubble tea? Minuman manis dengan bola-bola kenyal yang lembut ketika dikunyah. Bola-bola kenyal tersebut terbuat dari tapioka dan mirip seperti mutiara hitam. Tak heran bubble tea sangat terkenal terutama di Asia.

Bola-bola ini memang enak namun kamu harus waspada karena bola-bola ini sulit dicerna, lho! Apalagi jika kamu meminumnya secara berlebihan. Bisa-bisa kejadian buruk ini bisa menimpamu juga.

Ilustrasi bubble tea
Ilustrasi bubble tea | www.insideedition.com

Seorang gadis bernama Zhu Li asal Zhejiang, China mengeluh sakit perut dan tidak bisa buang air besar (BAB) selama lima hari.

Baca juga: Kebingungan Cari Kunci yang Hilang, Pria Ini Ternyata Tak Sadar Menelannya

Remaja berusia 14 tahun ini juga kehilangan nafsu makannya akibat dari rasa sakit yang dialaminya. Khawatir dengan kondisi anaknya, orangtua gadis itu lalu membawanya ke rumah sakit pada 28 Mei 2019 lalu.

Dokter awalnya tidak mengetahui penyebab rasa sakit gadis tersebut. Ia lalu melakukan pemindaian untuk melihat isi perut sang gadis. Hasilnya cukup mengejutkan.

Dokter melihat bayangan berupa butiran tapioka yang tak terolah di dalam perut remaja tersebut dalam jumlah yang banyak dan memenuhi seluruh sistem pencernaannya.

Ilustrasi bubble tea
Bola-bola tapioka di dalam perut Zhu Li | www.snopes.com

Dilansir dari Liputan6, jumlah bola-bola tapioka tersebut sekitar ratusan butir! Diduga Zhu Li terlalu sering meminum bubble tea sehingga tubuhnya kesulitan untuk mengolah bola tapioka yang berjumlah sangat banyak tersebut.

Namun gadis ini mengatakan bahwa ia hanya meminum satu gelas saja selama lima hari terakhir. Dokter sendiri menduga bahwa gadis ini berbohong karena takut mendapatkan hukuman dari orangtuanya.

"Dia pasti menyembunyikan jumlah minuman bubble tea yang sebenarnya dia minum. Begitu banyak bola-bola tapioka yang tidak tercerna. Semestinya bukan dikatakan hanya minum satu cup saja. Dia pasti sering minum bubble tea dalam jeda waktu yang singkat," jelas Zhang, dokter yang merawat Zhu Li.

Ilustrasi bubble tea
Bubble tea | www.totallythebomb.com

Alhasil ia harus dirawat di Zhuji People’s Hospital. Untuk mengobati Zhu Li, dokter memberikan obat pencahar untuk membantu gejala sembelitnya. Obat ini juga dapat digunakan untuk membersihkan kotoran atau tinja di dalam usus sebelum melakukan operasi usus atau kolonoskopi.

Para dokter juga memperingatkan bahaya bola-bola tapioka tersebut karena bahan tersebut cukup sulit untuk dicerna. Selain itu, kandungan kalori dan gulanya juga cukup banyak. Bahkan tak sedikit rumor yang mengatakan bahwa bola-bola tapioka tersebut mengandung bahan kimia berbahaya.

Ilustrasi bubble tea
Ilustrasi bubble tea | www.theboola.com
Artikel Lainnya

Minum bubble tea memang diperbolehkan namun dengan jumlah yang sewajarnya. Pilihlah minuman dengan kadar gula yang rendah. Jika ingin memberi susu, pilihlah susu biasa dan bukan krim manis. Ingat, jangan berlebihan, ya!

Tags :