Racik Obat Buat Antivirus Corona, Seorang Apoteker Tewas Seusai Meminumnya!

ilustrasi
ilustrasi | google.com

Niat baik sang apoteker berujung maut

Ketika kasus Covid-19 semakin meningkat, sejumlah ilmuan pun berusaha keras untuk menemukan obat supaya pandemi ini bisa segera diselesaikan. Faktanya, hingga kasus infeksi pertama virus ini muncul di Wuhan sampai sekarang, belum ada yang berhasil menemukan obatnya. Walaupun beberapa negara telah mengklaim menemukan obat untuk coronavirus, tetapi belum ada pengujian atau bukti keampuhannya.

Dua orang dari bidang kesehatan di India berusaha meracik obat untuk menangkal virus corona. Namun nahas, niat itu harus berujung kematian salah seorang peracik obat.

Baca Juga : Mengaku Dapat Wangsit Tentang Corona dan Punya Obatnya, Paranormal Ki Sabdo Kesal Tak Digubris Pemerintah

ilustrasi
ilustrasi mayat | radarsolo.jawpos.com

Melansir iNews.id pada Sabtu (9/5/2020), korban yang meninggal adalah seorang apoteker. Sedangkan bosnya harus dilarikan ke rumah sakit seusai keduanya meminum ramuan kimia yang tengah mereka kembangkan untuk mengobati infeksi virus corona (Covid-19).

Polisi setempat mengungkapkan bahwa keduanya bekerja di sebuah perusahaan obat herbal di Kota Chennai, India sebelah Selatan. Saat itu mereka sama-sama sedang melakukan pengujian obat yang dibuat yang merupakan campuran dari oksida nitrat dan sodium nitrat di salah satu rumah di Kota Chennai tersebut.

Apoeteker K Sivanesan (47) tewas di tempat, sedangkan rekannya Rajkumar harus dirawat karena keracunan, ucap Ashok Kumar yang merupakan kepala kepolisian setempat seperti dikutip dari AFP, Sabtu (9/5/2020).

Baca Juga : Obat Corona Ditemukan, Jokowi: Kita Pesan 2 Juta Obat!

Artikel Lainnya
ilustrasi
Apoteker di India tewas karena meminum obat racikan Covid-19 | businesstoday.in

Ashok Kumar menambahkan bahwa sebelumnya Sivanesan membeli bahan kimia dari pasar lokal lalu mengembangkan formula setelah ia melakukan riset secara mandiri di internet. Niat untuk menemukan obat itu pun juga dilatar belakangi oleh belum adanya ilmuan yang mampu menemukan obat untuk Covid-19, setiap hari korban yang terinfeksi juga semakin banyak, dan di India sendiri korban tewas telah mencapai setidaknya 2 ribu orang.

India sendiri telah melakukan lockdown semenjak imbauan itu pertama kali disampaikan sang perdana menteri, Narendra Modi pada akhir maret lalu. Rencananya, pemberlakuan lockdown akan diperpanjang sampai 17 Mei mendatang. Lockdown adalah salah satu upaya India untuk menghentikan laju kasus corona yang pesat di negara dengan populasi sekitar 1.3 miliar jiwa tersebut.

Baca Juga : Kabar Baik! Ilmuwan Temukan Obat untuk Atasi Virus Corona, Segera Diproduksi Massal

ilustrasi
Apoteker di India tewas karena meminum obat racikan Covid-19 | mmnews.tv

Meskipun lockdown menyebabkan banyak masalah terutama bagi para pekerja informal, namun India mengaku dapat mengatasi peningkatan kasus dengan diterapkannya lockdown.

Daylimail mengungkapkan bahwa semua perjalanan domestik dan internasional di India telah dilarang, sekolah-sekolah, pabrik serta kantor ditutup. Sedangkan pekerja migran juga telah dipindahkan ke pusat karantina.

Perbatasan ke negara-negara yag bersebelahan juga ditutup seperti Bangladesh, Bhutan, Myanmar serta Nepal, dan perbatasan dengan Pakistan telah diawasi dengan ketat.

Orang-orang India yang berusia diatas 65 tahun hanya ada sebesar 6 persen, lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah di Amerika Serikat yang sebesar 16 persen dan Inggris 18 persen. Sehingga India memiliki peluang untuk melawan virus bagi para manula.

Tags :