Usai Kumandangkan Azan, Pria Ini 'Ngaku Dosa' Telah Bunuh Orang Lewat Toa Masjid

Bunuh korban karena tak diberi uang
Bunuh korban karena tak diberi uang | www.merdeka.com

Bunuh kerabat lalu diumumkan di toa masjid

Pengakuan seorang pria bernama Iwan melalui toa masjid membuat geger warga Desa Jambiarum, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur. Usai kumandangkan azan subuh, Iwan mengaku telah membunuh seorang warga bernama Tumin. Saat itu warga sempat mengabaikan pengakuan Iwan karena diduga mengalami gangguan jiwa.

Namun Iwan kemudian memutuskan untuk menyerahkan diri ke polisi. Dengan penuh penyesalan, Iwan mengaku telah membunuh Tumin karena tak diberi uang untuk membeli minuman keras.

1.

Kesal karena tak dibelikan miras

Bunuh korban karena tak diberi uang
Pelaku pembunuhan | www.merdeka.com

Dilansir dari Merdeka.com, Jumat (11/10/19), pembunuhan sadis terjadi di SPBU Jambearum, Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, Rabu (9/10). Korban bernama Tumin (55) tewas setelah dibunuh oleh kerabatnya, Iwan (30).

Tumin adalah petugas sekuriti di SPBU Jambearum. Tumin diketahui sering memberikan uang kepada Iwan yang digunakan untuk membeli minuman keras.

Baca juga: Anak Ini Dikagetkan Kepala Gadis Penari Erotis yang Jatuh dari Lantai 12

“Beberapa kali tersangka ini minta uang, dan korban memberinya. Biasanya Rp 50 ribu untuk membeli minuman keras. Nah, beberapa kali pelaku ini minumnya di dekat SPBU yang dijaga korban,” ujar Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono, Rabu (9/10/10).

Pelaku saat itu datang ke SPBU sebelum dini hari dan meminta uang. Tumin tak memberikan uang karena belum gajian. Pelaku merasa kesal dan tega membunuh Tumin dengan golok.

2.

Umumkan kematian Tumin lewat toa masjid

Bunuh korban karena tak diberi uang
Jasad Tumin saat dievakuasi | surabaya.tribunnews.com

SPBU tempat Tumin bekerja itu sudah tidak beroperasi selama satu tahun belakangan. Tumin ditugaskan di malam hari untuk menjaga SPBU yang akan kembali beroperasi dalam waktu dekat ini.

Baca juga: Curi Kotak Amal Masjid, Pria Ini Babak Belur Dihajar Massa Setelah Alami Kejadian Apes

Saat kejadian, SPBU tersebut sepi dan hanya ada Tumin dan Iwan. Di dekat minimarket SPBU, Tumin ditebas menggunakan golok sebanyak 5 kali. Tubuh Tumin langsung terjatuh dan bersimbah darah.

Iwan meninggalkan jasad Tumin di SPBU dan berjalan pulang dengan membawa golok yang masih bersimbah darah. Sesampainya di sebuah masjid, Iwan mencuci golok tersebut di tempat wudhu. Ia lalu membersihkan diri dan masuk ke masjid untuk azan subuh.

Usai azan subuh, Iwan memberikan pengakuan yang mengejutkan kepada warga setempat. Melalui toa masjid, Iwan mengumumkan kematian Tumin yang tewas karena telah ia bunuh di SPBU.

Baca juga: Nikah 3 Kali hingga Bawa Lari Anak Orang, Ini Masa Lalu Kelam SA Penusuk Wiranto

"Ketika Subuh tadi, Iwan ini tiba-tiba azan di masjid. Lalu salawatan, kemudian mengumumkan bahwa Pak Tumin baru saja meninggal dan sayalah yang membunuh," ujar Elis Suprihatin, tetangga korban yang mendengar langsung pengumuman aneh itu.

3.

Pelaku minta maaf dan serahkan diri ke polisi

Bunuh korban karena tak diberi uang
TKP pembunuhan | jatim.suara.com

Pelaku saat itu juga mendoakan Tumin yang sudah meninggal dan meminta maaf kepada warga setempat. Usai salat subuh, pelaku masih saja bersikap aneh.

Baca juga: Dapat Bisikan Gaib, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya Berkali-kali

"Dia menabuh gendang (semacam rebana) milik masjid, sambil teriak-teriak, enggak jelas. Kayak orang gila itu," lanjut Elis.

Iwan akhirnya bergegas pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Setelah salat subuh, pelaku datang ke polsek. Kemudian, anggota SPKT bersama Unit Reskrim Polsek Puger langsung menuju ke TKP," ujar AKP Ribut Sugiarto saat dikonfirmasi.

Polisi kemudian menuju SPBU Jambearum untuk mengecek kebenaran dari pengakuan pelaku. Petugas kemudian menemukan Tumin sudah dalam keadaan tak bernyawa dan bersimbah darah.

Artikel Lainnya

Pelaku diketahui merupakan seorang residivis. Dulu pelaku dipenjara atas kasus yang sama karena melakukan penyerangan namun tak sampai menyebabkan korban meninggal dunia. Iwan dikenal warga sekitar hidup sendiri, setelah ditinggal sang ibu merantau. Warga sekitar menduga Iwan mengidap gangguan jiwa karena sering melakukan tindakan tak wajar.

Tags :