Terkenal Tidak Pernah Mandi, Perempuan Suku Himba Jadi yang Paling Cantik Se-Afrika

Perempuan suku Himba
Perempuan suku Himba | id.pinterest.com

Suku Himba tidak pernah mandi karena suhu panas terlalu ekstrim

Suku yang berasal dari Namibia Utara ini menyimpan banyak cerita. Mulai dari keunikan makanan, adat istiadat dan kebiasaan sehari-hari. Kali ini kita akan membahas bagaimana wanita asli suku ini menjadi salah satu suku yang memiliki wanita cantik se Afrika.

Area Kaokoland menjadi tempat tinggal suku ini. Lokasi ini berbatasan dengan Angola utara. Bagian barat berbatasan dengan samudra Atlantik. Seperti suku di Afrika pada umumnya, Suku Himba menjadikan kepemilikan ternak sebagai pusat kehidupan.

Walaupun hanya memiliki populasi sekitar 50 ribu orang, kebiasaan unik suku ini membuat banyak orang penasaran. Suku ini terkenal tidak mandi meggunakan air. Mereka melumuri diri mereka dengan Otjize, berupa mentega dan oker merah.

Okerj adalah pewarna merah berasa dari tanah liat. Tanah liat ini memiliki pigmen hematit atau mineral kemerahaan dengan kandungan zat besi teroksidasi.

Baca juga: Unik! Minuman Asal Afrika Ini Menggunakan Kotoran Gajah!

Perempuan suku Himba
Kegiatan suku Himba | www.dailymail.co.uk

Cara mandi ini dilakukan karena lingkungan tempat tinggal suku HImba adalah daerah iklim gurun paling ekstrim di dunia. Otjize diyakini bisa menjaga kulit tetap aman dan terlindung dari matahari serta gigitan serangga. Setiap hari wanita suku Himba rutin mengolesi tubuhnya dengan otjize.

Setiap sulu rambut wanita suku Himba terpampang dengan jelas. Mulai dari pangkal rambut hingga ujung sulur dibungkus dengan otjize. Uniknya, bagian bawah terlihat rambut gimbal berwarna hitam.

Wanita suku Himba melakukan banyak hal untuk membentuk rambut gimbal yang unik. Mulai dari menggunakan sedotan ,dan menambah dengan rambut orang India yang dijual di kota.

Wanita Himba membutuhkan waktu berjam-jam dalam sehari, untuk membuat rambut mereka tetap indah. Mereka menjaga bentuk rambut dengan tidur dengan bantal kayu.

Menurut mereka warna merah adalah simbol kecantikan. Mulai dari rambut, baju, dan perhiasan dibaluri denan otjize supaya berwarna merah.

Baca juga: Poligami Jadi Tradisi, Raja di Afrika Punya 100 Istri

Wanita Himba sedang membentuk rambut menggunakan otjize
Wanita Himba sedang membentuk rambut menggunakan otjize | www.liputan6.com
Perempuan suku Himba
Tampak belakang, rambut wanita suku Himba | www.liputan6.com

Memang wanita Himba tidak pernah terkena air, tetapi wanita suku ini diakui sebagai yang paling menawan di benua Afrika. Memang bentuk muka proporsional dan mata yang tajam menjadi ciri khas wanita suku ini. Wanita suku Himba menggunakan Otjize tidak hanya di badan, melainkan hingga bagian rambut.

Rambut bagi suku Himba memiliki arti tersendiri, apalagi untuk wanita. Bagi wanita yang belum menikah, rambutnya akan dikepang menjadi dua.

Lalu untuk wanita yang sudah menikah kepangan rambutnya akan berjumlah banyak. Cara penataan rambut dengan dikepang ini memang sengaja dilakukan juga untuk mempermudah pemakain otjize.

Setiap sulu rambut wanita suku Himba terpampang dengan jelas. Mulai dari pangkal rambut hingga ujung sulur dibungkus dengan otjize. Uniknya, bagian bawah terlihat rambut gimbal berwarna hitam.

Wanita suku Himba melakukan banyak hal untuk membentuk rambut gimbal yang unik. Mulai dari menggunakan sedotan ,dan menambah dengan rambut orang India yang dijual di kota.

Wanita Himba membutuhkan waktu berjam-jam dalam sehari, untuk membuat rambut mereka tetap indah. Mereka menjaga bentuk rambut dengan tidur dengan bantal kayu. Menurut mereka warna merah adalah simbol kecantikan. Mulai dari rambut, baju, dan perhiasan dibaluri denan otjize supaya berwarna merah.

Tatanan rambut pria suku Himba yang belum menikah
Tatanan rambut pria suku Himba yang belum menikah | www.liputan6.com
Artikel Lainnya

Setiap wanita di suku ini memakai kalung besar dari tempurung putih. Mereka menyebut kalung itu ohumba, ohumba diwariskan turun temurun dari ibu ke anak.

Kalung ini memiliki berat beberapa kilogram. Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan Biji Omangetti untuk ornamen. Hal ini dilakukan karena mereka senang dengan suara yang keluar dari biji Omangetti ketika berjalan.

Lain halnya untuk pria dari suku Himba. Penataan rambut dengan bentuk tanduk di kedua sisinya menandakan kalau pria itu belum menikah. Lalu untuk pria yang sudah menikah mereka hanya akan menutup rambut menggunakan penutup kepala.

Tags :