Niat Baik Ingin Menyapa Orang Gila, Pria Ini Malah Dibacok!

Ilustrasi pengidap gangguan jiwa
Ilustrasi pengidap gangguan jiwa | www.inspiradata.com

Diketahui dibacok pria pengidap gangguan jiwa

Seorang warga Sumedang bernama Momo mengalami luka parah usai dibacok tetangganya sendiri. Saat itu Momo yang sedang berkebun kemudian menyapa pelaku saat melintas. Tak disangka karena sapaan itu, Momo justru menerima luka bacokan.

Saat dibawa ke rumah sakit, Momo mengalami luka yang cukup parah karena bacokan pelaku yang membabi buta. Menurut warga, Momo tak pernah memiliki masalah dengan pelaku. Namun ternyata pelaku mengidap gangguan jiwa.

1.

Kronologi pembacokan

Ilustrasi pengidap gangguan jiwa
Ilustrasi Pembacokan | www.radarcirebon.com

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (1/11/19), warga Dusun Nagrak, Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Momo (64), dibacok orang yang alami gangguan jiwa, Jumat (1/11/19). Kejadian ini berawal saat korban menyapa pelaku berinisial I (40).

Saat itu pelaku melintas di kebunnya yang masih berada di Dusun Nagrak. Tiba-tiba saja pelaku langsung menyerang korban secara membabi buta dengan celurit. Pelaku membacok korban hingga mengalami luka di bagian kepala dan leher.

Baca juga: Disebut Tak Suka Ada Orang Ngaji, Ustaz di Pasuruan Dibacok Tetangga Sendiri

Warga lain yang melihat pelaku menyerang korban hingga berdarah-darah sempat melerai dan mencari pertolongan. Pelaku kemudian langsung diamankan warga dan dibawa ke kantor polisi. Sementara korban dibawa ke RSUD Sumedang untuk mendapat penanganan medis.

2.

Pelaku idap gangguan jiwa

Ilustrasi pengidap gangguan jiwa
Ilustrasi korban | www.jabarpress.com

Belum diketahui secara pasti motif penyerangan yang dilakukan pelaku kepada Momo. Menurut warga, Momo dan pelaku tak pernah ada masalah. Tapi pelaku memang telah lama mengidap gangguan jiwa.

Pelaku telah diamankan warga dan dibawa ke Polsek Buahdua. Kini pelaku sedang diperiksa untuk mendalami motif pembacokan. Polisi juga akan melakukan tes kejiwaan untuk mengetahui kesehatan mental pelaku.

Baca juga: Gara-gara Pakai Hijab, Remaja Ini Didiskualifikasi dari Lomba Lari

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo membenarkan adanya kasus pembacokan di Dusun Nagrak.

“Iya benar. Korban terlibat perkelahian. Korban mengalami luka bacok. Saat itu juga korban langsung dibawa ke RSUD Sumedang. Pelaku orang gila dan sudah diamankan,” ujar AKBP Hartoyo.

3.

Penggal kepala bocah

Ilustrasi pengidap gangguan jiwa
Penggal kepala bocah | keepo.me

Kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melakukan tindakan ekstrem bukan pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu, seorang ODGJ di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan nekat memenggal kepala seorang bocah hingga tewas.

Dilansir Suara.com, Rabu (18/9/19), pembunuhan sadis ini membuat warga RT 08 RW 04 kampung Gayaba, desa Limpasu, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah geger. Hal tersebut saat mereka menemukan RA, gadis yang saat itu masih kelas 4 SD meninggal dengan cara tak manusiawi.

Baca juga: Heboh Dugaan Hubungan Sesama Jenis Siswa SMP dengan Bocah SD, Warga Mojokerto Gempar

Korban saat itu diketahui sedang belajar bersama teman-temannya di halaman rumah pelaku. Tiba-tiba saja korban dipenggal oleh pelaku hingga tewas. Melihat kejadian itu, teman-teman pelaku langsung melaporkan kejadian itu kepada warga.

Sebelum membunuh bocah tersebut, pelaku diketahui pernah membunuh saudaranya sendiri. Menurut warga, pelaku memang sudah lama mengidap gangguan jiwa.

“Sebelumnya dia pernah juga membunuh orang,” kata salah seorang warga saat mengantar pelaku ke kantor polisi.

Artikel Lainnya

Orang dengan gangguan jiwa harus selalu diawasi dan mendapat penanganan dari dokter jiwa. Hal ini dikarenakan, pengidap ODGJ serius bisa membahayakan orang sekitarnya. Sebab tanpa disadari, ODGJ bisa melakukan tindakan-tindakan ekstrem.

Tags :