Ngenes, Begini Jadinya Kalau Anak Orang Kaya 'Diusir' dari Rumah dan Cuma Dibekali Uang Rp 100 ribu Doang!

Ngenes, Begini Jadinya Kalau Anak Orang Kaya 'Diusir' dari Rumah dan Cuma Dibekali Uang Rp 100 ribu Doang!
https://www.indiatoday.in/india/story/billionaire-son-hitarth-dholakia-hyderabad-gujarati-diamond-merchant-surat-us-education-bba-1029239-2017-08-11

Waduh, buat ongkos jalan aja kurang ini.

Berita mengejutkan datang dari India. Orangtua kaya raya ini tega menyuruh anaknya sendiri hidup miskin. Tidak seperti anak orang kaya lainnya yang dimanja dan difasilitasi dengan kemewahan, pria satu ini justru diusir ayahnya dari rumah!

Dia adalah Hitarth Dholakia (23). Ia baru saja menyelesakan pendidikannya di Universitas bergengsi Amerika, malah disuruh menjadi orang miskin oleh ayahnya, Savji Dholakia. Sang ayah adalah pebisnis berlian yang ditaksir memiliki kekayaan mencapai AS$940 juta atau sekita 12,8 triliun. Jumlah yang sangat fantastis, bukan?

Sosok Hitarth Dholakia via twitter.com/hitarthdholakia

Setelah Hitarth menyelesaikan pendidikannya, ia pulang ke rumahnya di Mumbai, ibu kota bagian Maharashtra, India. Mengira akan bersenang-senang dengan keluarga dan sahabat, Hitarth malah  mendapatkan perlakuan sebaliknya. Sang ayah menyuruhnya untuk keluar dari rumah dan memberikannya uang sebesar 500 rupee atau Rp 105 ribu untuk bertahan hidup.

Ia diminta untuk merantau ke kota tepencil dan terpelosok alias pedalaman, tepatnya di Hyderabad. Tidak hanya itu, Hitarth dilarang membawa ponsel, tidak boleh memanfaatan koneksi keluarga, bahkan tidak disediakan tempat tinggal untuk menetap. Tega banget, ya? Lalu apa yang dia lakukan setelahnya?

Hidupnya setelah 'diusir' via metromerauke.com

Seperti dilansir India Today, sang anak memulai segalanya dari enol. Bahkan ia dinilai tak ada bedanya dengan pengemis di kota pedalaman tersebut.

“Saya adalah lulusan AS, memiliki lisensi pilot serta pemegang sertifikat GIA Diamond Grading, namun tidak ada yang membantu saya di Hyderabad. Setelah sampai sini, saya mulai mencari pekerjaan karena saya hampir tidak punya uang,” ungkap Hitarth.

Hal pertama yang dilakukan Hitarth ketika menginjak kota Hyderabad adalah mencari tempat tinggal. Karena hanya punya sedikit uang, ia pun tinggal di tempat kos atau lebih tepatnya rumah singgah murah yang satu ruangan dihuni oleh 17 orang.

BACA JUGA:

Hal selajutnya yang dilakukan Hitarth adalah berjuang keras mendapatkan pekerjaan. Dalam waktu tiga hari, ia mendapatkan pekerjaan pertamanya di sebuah perusahaan makanan dengan gaji 4000 rupe, sekitar Rp841 ribu. Namun pekerjaan tersebut tidak berlangsung lama. Ia resign setelah lima hari bekerja dan ia terus bergonta-ganti pekerjaan.

Bersama keluarganya via telanganatoday.com

 Berjalan dua bulan di akhir masa percobaan hidup keras di kota pedalaman, adik perempuan Hitarth berkunjung ke rumah singgahnya dengan reaksi yang setengah tak percaya.

“Aku sangat syok saat datang ke Hyderabad dan terutama melihat tempat tinggal kakakku. Sungguh sebuah tempat di luar bayanganku. Namun aku sangat bangga kepada kakakku yang bisa menjalani tradisi ini,” kata Krupali.

Ya, keluara Dholakia memang memiliki tradisi menjalani kehidupan miskin seusai lulus kuliah. Hal sama yang terjadi pada kakak Hitarth usai lulus kuliah. Puntu Tulsi Bhai Dholakia (31) yang kini menjadi CEO perusahaan Hari Krishna Export Pvt Ltd.

Keluarga Hitarth sudah lama terkenal sebagai keluarga kaya raya namun dermawan. Terbukti dengan diberikannya rumah gratis kepada 1.716 karyawan perusahaannya sebagai bonus pada tahuh 2016. Rasa empati kepada sesama manusia tentu tidak datang begitu saja tanpa adanya pelajaran hidup. Salut kepada keluarga Dholakia!

Tags :