Sedih! Nenek 82 Tahun Ini Bertahan Hidup dengan Jualan Sapu, Penghasilan Sehari Cuma Rp1 Ribu

Sedih! Nenek 82 Tahun Ini Bertahan Hidup dengan Jualan Sapu, Penghasilan Sehari Cuma Rp1 Ribu
Sedih! Nenek 82 Tahun Ini Bertahan Hidup dengan Jualan Sapu, Penghasilan Sehari Cuma Rp1 Ribu | news.detik.com

Dia belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk apa pun.

Kebanyakan orang pasti akan menghabiskan masa tuanya dengan pensiun, menikmati hasil kerja keras ketika masih muda, dan bercengkerama dengan cucu. Namun, tentunya tidak setiap orang seberuntung itu dan menikmati masa tua yang indah. Contohnya saja nenek Daryyarah yang berusia 82 tahun, warga Sumenep, Madura ini.

Alih-alih menikmati masa tua dengan bersantai dan bercengkerama dengan cucu atau anak-anaknya, Dayyarah justru hidup sebatang kara di sebuah gubuk bambu berukuran 5x2 meter yang terletak di Dusun Dikodik, Desa Gapura Timur. Untuk menyambung hidup, nenek Dayyarah mengaku hanya bisa membuat sapu lidi.

"Setiap hari saya bikin sapu lidi sehari dapat satu. Kalau dua saya gak mampu," kata Dayyarah (82) dilansir dari Detik.com, Senin (23/12/2019).

Sedih! Nenek 82 Tahun Ini Bertahan Hidup dengan Jualan Sapu, Penghasilan Sehari Cuma Rp1 Ribu
Sedih! Nenek 82 Tahun Ini Bertahan Hidup dengan Jualan Sapu, Penghasilan Sehari Cuma Rp1 Ribu | www.suarapemred.co

Sapu lidi tersebut biasanya dijual kepada pedagang langganannya. Harganya cuma seribu rupiah untuk satu sapu lidi. Pedagang langganannya biasanya datang mengambilnya setiap seminggu atau dua minggu sekali.

Baca juga: Kucing Ini Bawakan Makanan untuk Saudaranya yang Sudah Mati

Uang hasil menjual sapu lidi tersebut ia gunakan untuk membeli beras yang dicampur dengan jagung, agar dapat lebih banyak. Beras yang ia beli itu kemudian ia masak menjadi nasi, dan ia makan bersama ikan sebagai lauknya. Kalau tidak ada ikan, kadang dia juga menggunakan mangga sebagai lauknya.

"Tiap hari saya makan secangkir terus dimakan sama mangga sebagai pengganti ikan," imbuhnya dengan berbahasa Madura.

Sedih! Nenek 82 Tahun Ini Bertahan Hidup dengan Jualan Sapu, Penghasilan Sehari Cuma Rp1 Ribu
Sedih! Nenek 82 Tahun Ini Bertahan Hidup dengan Jualan Sapu, Penghasilan Sehari Cuma Rp1 Ribu | www.islampos.com

Menanggapi kisah hidup Dayyarah yang hidup sebatang kara, Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi mengaku prihatin. Bahkan ia baru tahu bagaimana nasib Dayyarah beberapa hari yang lalu. Yang membuatnya menjadi semakin miris, Dayyarah ternyata belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk apa pun.

Baca juga: Tak Ada Uang Beli Kue Ultah, Pria Ini Pakai Burger dan Menulis Kata Romantis untuk Istri

"Dia tidak punya siapa-siapa jadi termasuk kategori terlantar mencari nafkah sendiri. Kalau dia sakit ini kan jadi persoalan. Mungkin ini akan menjadi PR ke depan bagaimana ada program khusus ke depan," terang Ahmad Fauzi.

Fauzi berjanji akan terus memantau kondisi lansia yang hidup sebatang kara tersebut. Ia juga menghimbau masyarakat untuk ikut memperhatikan dan melaporkan kepada pemerintah apabila mengetahui orang-orang yang hidup sebatang kara. Hal itu perlu dilakukan agar pemerintah tahu dan dapat segera memberikan perhatian.

Artikel Lainnya

Tentu saja, keberadaan warga yang kurang mampu seperti nenek Dayyarah jelas menjadi tanggung jawab pemerintah setempat. Meski begitu, tidak ada salahnya bagi masyarakat di sekitar untuk memberikan bantuan semampunya. Mungkin sesuatu yang kita anggap tidak memiliki arti, justru bermakna besar bagi orang-orang seperti nenek Dayyarah.

Tags :