Miris, Wanita Nepal Meninggal Karena Ritual Menstruasi. Tradisi Chhaupadi Ini Menyeramkan Banget!

Miris, Wanita Nepal Meninggal Karena Ritual Menstruasi. Tradisi Chhaupadi Ini Menyeramkan Banget!
https://www.bjp-online.com/2017/03/basuritual/

Banyak wanita menstruasi yang diasingkan.

Mungkin kebanyakan dari kita mengira zaman sudah modern dan tradisi kolot yang diluar akal sehat telah punah. Ternyata kita salah! Masih ada tradisi jaman dulu yang berbau mistis dan berbahaya dipraktekkan hingga saat ini.

Contohnya di Nepal bagian barat. Kepercayaan Hindu yang kental di Nepal ini memiliki tradisi sakral di mana perempuan yang sedang haid harus diasingkan. Tradisi ini disebut Chhaupadi.

Di kalangan masyarakat Nepal barat, menstruasi dipandang sebagai hal yang tabu, sehingga wanita yang sedang menstruasi dianggap kotor, tidak suci, bahkan orang-orang tidak boleh menyentuhnya.

Foto via theguardian.com

Atas kepercayaan itulah tradisi Chhaupadi muncul. Perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh melakukan aktifitas sehari-hari seperti bersekolah, bersih-bersih dan lainnya. Mereka bahkan tidak boleh menyentuh makanan, simbol keagamaan, lelaki dan sapi.

Mereka diusir dan harus menjauh dari rumah. Tradisi ini mengharuskan wanita untuk tinggal di sebuah gubuk di tengah hutan yang biasa dipanggil chhau goth atau gubuk

Chhau goth via tribune.com.pk

Perempuan yang baru menstruasi melakukan ritual ini selama 10 hingga 11 hari setelah diketahui haid. Dan untuk bulan-bulan berikutnya, ritual dilakukan selama 4 hingga 7 hari.

Dalam ritual tersebut, hal tragis terjadi pada seorang perempuan, Tulask Shahi (18) ketika melakukan tradisi Chhaupadi. Shashi yang sedang menstruasi harus diasingkan, warga pun membawanya ke chhau goth di tengah hutan.

BACA JUGA:

Celakanya, Shahi digigit ular berbisa. Ia sempat bertahan hingga 7 jam setelah di patuk ular. Orangtuanya yang hendak menengok karena merasa khawatir pun akhirnya shock menemukan anaknya yang sekarat tak berdaya dengan bekas gigitan ular pada lengannya.

Bukannya memberikan perawatan medis, orangtua Shahsi malah membawanya ke dukun. Dan setibanya di dukun, Shashi menghembuskan nafas terakhirnya.

Foto via www.scmp.com

Ternyata bukan hanya Shahsi yang menjadi korban atas tradisi Chauppadi. Kejadian seperti ini sudah banyak memakan korban lain, seperti yang terjadi di tahun 2016 di mana 2 orang wanita meninggal dunia.

Ritual yang tidak masuk akal seperti Chhapadi ini sebenarnya sudah dilarang dan tidak boleh ada lagi yang mempraktekkan, namun warga Nepal bagian barat masih melakukkannya hingga saat ini.

Pemerintah Nepal harusnya ambil tindakan. Tradisi seperti Chhapadi sangat berbahaya dan terbukti sudah banyak merenggut nyawa-nyawa perempuan. Harusnya pemerintah tegas dan segera menindaklanjuti warga yang mempraktekkan tradisi sakral ini.

Kalau memang tradisi ini hendak dilakukan, seharusnya perempuan-perempuannya tak perlu diasingkman, apa lagi di gubuk menyeramkan seperti itu. Setuju nggak, Guys?

BACA JUGA:

Tags :