Mengidap Sindrom Marfan, Cewek ini Pengen Punya Banyak Teman di Dunia Maya Karena Selalu Dibully di Dunia Nyata!

Mengidap sindrom marfan
Mengidap sindrom marfan | twitter.com

Masih banyak orang yang suka merendahkan orang lain karena kondisi fisik

Di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. Semua orang pasti ada kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Namun, masyarakat terbiasa menganggap mereka yang terlahir dengan kondisi normal sebagai sosok sempurna dan yang lahir dengan kekurangan fisik adalah sebuah kecacatan. Tak jarang, mereka yang lahir dengan fisik tidak normal menjadi sasaran bullying dari lingkungan.

Salah satunya adalah gadis remaja yang bernama Inergihar Nurhijra Putri Syuhada (16) dan akrab disapa Ine ini. Dia mengidap sebuah penyakit langka yang dinamakan Sindrom Marfan.

Sindrom Marfan adalah gangguan genetika langka yang mempengaruhi jaringan ikat. Sindrom ini mempengaruhi mata, tulang dan rangka, jantung, pembuluh darah, dan paru-paru.

Ine mengidap sindrom ini sejak usia 9 tahun dan membuatnya kerap merasakan pengalaman tidak menyenangkan dari lingkungan, termasuk bullying.

Ketika berusia 4 tahun, dokter menyarankan agar matanya dipasangi lensa buatan. Operasi mata kanannya berhasil, namun, operasi mata kirinya gagal sehingga mengalami kebutaan.

Baca juga: Viral! Diduga Jadi Korban Bully Teman Sekelas, Netizen Terharu dengan Perkataan Anak Ini

Mata kirinya pun mulai berubah menjadi abu-abu dan akan terasa sangat sakit jika terkena angin atau sinar matahari terik. Makanya, Ine harus memakai kacamata hitam kalau ke luar ruangan.

Mirisnya lagi, penyakit Sindrom Marfan ini belum ada obatnya sama sekali. Cobaan hidupnya tidak berhenti sampai di situ. Ine merasakan menjadi anak dari keluarga broken home.

Ketika dia kelas 3 SD, ayah dan ibunya berpisah. Ine lalu memutuskan untuk menikah dengan ibunya yang kemudian menikah lagi dengan pria lain.

Sayangnya, saudara dan ayah tirinya memperlakukan Ine dengan tak baik karena kondisinya. Di usia 10 tahun, dia sudah mengalami depresi dan bahkan kepikiran untuk mengakhiri hidup.

Di bangku SMP, bullying semakin menjadi ditambah Sindrom Marfan itu membuat tulang belakangnya bengkok dan terasa sakit. Sindrom marfan diketahui bisa menyebabkan skoliosis juga.

Tak tahan dengan rasa sakitnya, Ine sempat meminta untuk dioperasi saja. Tapi, dokter tidak menyarankan demikian karena jantung Ine sangat lemah sehingga operasi bisa berujung kematian.

Akhirnya, saat ini Ine tidak bisa mengangkat beban berat dan melakukan aktivitas berlebihan. Di balik semua bullying dan tatapan risih yang diterimanya, Ine sebenarnya hanya ingin memiliki teman.

Dia ingin menjalani hidup seperti remaja pada umumnya yang bisa bercanda dengan teman-teman sebaya tanpa harus takut akan dibully.

Semenjak dibully, Ine yang tadinya ceria dan mudah bergaul berubah menjadi anak yang pendiam. Untunglah sang ibu tetap berada di sampingnya dan memberikan motivasi.

Sang ibu mengerti betul bagaimana rasanya dibully karena dulu berasal dari keluarga kurang mampu. Kartun Naruto juga menjadi salah satu penyemangat Ine.

Baca juga: Kejamnya Diatas Rata-Rata, Pelaku Penembakan Selandia Baru Jadi Bahan Bully Napi Gangster di Penjara!

Ine mengidap sindrom marfan
Ine mengidap sindrom marfan | twitter.com

Lelah mencari teman di dunia nyata, Ine memutuskan mencari teman di dunia maya. Siapa sangka unggahannya viral di media sosial dan banyak netizen yang ingin berteman dengannya.

Artikel Lainnya

Bahkan, salah satu putra Jokowi, yaitu Gibran juga membalas cuitan tersebut dan mengajak Ine untuk berteman. Apakah kamu juga mau berteman dengan Ine?

Tags :