Lockdown Diperlonggar, Warga India Banyak Yang Mengantre Beli Miras

ilustrasi
ilustrasi | google.com

Alkohol dianggap memberi energi di tengah pandemi

Beberapa negara mulai melonggarkan aturan lockdown, salah satunya adalah India. Beberapa berita tentang rakyat India yang melanggar lockdown sering muncul di media sosial, kekacauan-kekacauan juga sempat terjadi di negara pemilik Taj Mahal tersebut. Kini setelah aturan lockdown dilonggarkan, ratusan warga India justru bersemangat untuk mengantre membeli minuman keras (alkohol).

Sebagaimana dikutp dari CNNIndonesia pada Selasa (5/5/2020), pemerintah India telah memutuskan untuk melonggarkan lockdown seusai 40 hari berlansung. Bahkan beberapa pemimpin negara meminta toko minuman keras untuk buka lebih awal lantaran penjualan alkohol tersebut merupakan sumber utama pendapatan pajak.

Baca Juga : Potret Lockdown India Kacau Balau. Ancaman Kelaparan, Warga Terlantar di Jalanan!

ilustrasi
Tangkapan layar suasana pelonggaran lockdown di India, warga antre beli minuman keras | YouTube.com

Menurut Media lokal, pemerintah Delhi memberikan harga khusus minuman keras selama corona sebesar 70 persen guna menaikkan penadapatan. Konsumsi alkohol oleh masyarakat Gujarat meningkat pesat dalam beberpa tahun terakhir. Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan bahwa kelas menengah negara telah tumbuh, hal itu meningkatkan pembelian alkohol meskipun dianggap ilegal.

Di dalam video yang beredar, terlihat ratusan orang yang berdesakan demi mengantre membeli alkohol. Meski polisi telah membuat tanda untuk mengatur jarak warga, namun hal itu rupanya tidak berjalan lancar karena warga telah berkumpul di toko sejak dini hari.

Kami telah mengurung diri selama lebih dari sebulan, ucap Asit Banerjee (55) kepada AFP ketika mengantre di Kolkata.

Alkohol akan memberi kita energi untuk menjaga jarak sosial selama pandemi, tambahnya.

Polisi melakukan tindakan tegas berupa memukul mundur orang-orang yang berdeskan menggunakan tongkat. Di sbeberapa lokasi seperti Ghaziabad, yang terletak di bagian uttar Pradesh, polisi terpaksa langsung menutup toko-toko seusai antrean panjang terjadi.

Salah satu toko dibuka pagi hari tetapi bentrokan pecah ketika banyak orang berkumpul, ungkap seseorang kepada petugas polisi.

Baca Juga : Ngeyel Keluyuran Saat Lockdown Corona, Polisi India Pukuli Warga Pakai Balok Kayu!

Artikel Lainnya
ilustrasi
Tangkapan layar suasana pelonggaran lockdown di India, warga antre beli minuman keras | YouTube.com

Salah seorang warga bernama Sagar (25), mengatakan sengaja mengunjungi toko minuman di Delhi pukul 7.30 pagi, ia merasa senang karena toko alkohol tersebut dibuka lebih awal.

Ada sekitar 20 hingga 25 orang di pagi hari dan toko itu buka sekitar dua jam. Orang-orang di barisan lima diizinkan masuk. Sekarang mereka sudah menutupnya, ucap Sagar.

Pemerintah menganggap lockdown yang telah diberlakukan sejak akhir Maret lalu mampu menekan penyebaran corona. Hingga Selasa pagi (5/5) negara dengan populasi terpadat kedua di dunia itu melaporkan 46.437 kasus Covid-19 dengan12.847 orang dinyatkan sembuh dan sebanyak 1.566 meninggl dunia.

Baca Juga : Kocak! Langgar Lockdown, Polisi India Jebloskan Warga ke Ambulans yang Isinya Bikin Ketakutan

Tangkapan layar suasana pelonggaran lockdown di India, warga antre beli minuman keras
Tangkapan layar suasana pelonggaran lockdown di India, warga antre beli minuman keras | YouTube.com

Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa lockdown tersebut berdampak bagi para pekerja informal India. Jutaan pekerja harus kehilangan pekerjaan dan pandemi telah membuat ekonomi negara menjadi benar-benar anjlok.

Pada Senin, beberapa kantor di India telah diizinkan untuk buka dengan kapasitas sepertiga karyawan. Beberapa mobil dan motor diperbolehkan melintas, dan toko-toko tertentu juga dibolehkan untuk buka.

Tags :