Kota di Australia Ini Pakai Sampah Plastik dan Kaca Buat Mengganti Aspal. Hasilnya?

Kota di Australia Ini Pakai Sampah Plastik dan Kaca Buat Mengganti Aspal. Hasilnya?
https://www.abc.net.au/news/2018-12-11/new-plastic-composite-road-surface-trialled-in-tasmania/10602294

Duh, Indonesia ngikutin dong. Masa kalah sama Australia?

Pemerintah Kota Kingborough di Tasmania sepertinya cukup serius dengan untuk menanggulangi sampah plastik yang memenuhi wilayahnya. Hal ini dibuktikan dengan keputusan untuk melakukan uji coba penggunaan material sampah plastik, tinta printer dan limbah kaca sebagai pengganti aspal.

Kota di Australia Ini Pakai Sampah Plastik dan Kaca Buat Mengganti Aspal

Meskipun biaya yang harus dikeluarkan sedikit lebih mahal, tapi material pengganti aspal ini diklaim jauh lebih lama dan biaya perawatannya sangat murah. Yang paling penting, material ini pun jauh lebih ramah lingkungan karena menggunakan limbah.

Proses pengaspalan Charlton Street. Image via abc.net.au

Penggunaan material baru ini telah diijicoba di jalan Charlton Street. Untuk wilayah ini, mereka menghabiskan sekitar 530.000 kantong plastik, 12.500 tinta printer bekas, dan 168.000 limbah botol kaca per kilometernya.

Richard Atkinson, pejabat pemerintah Kota Kingborough, menjelaskan jika pihaknya sangat serius dalam memerangi pencemaran lingkungan akibat sampah non-organik. Bahkan jika dihitung, untuk 500 meter jalan, jumlahnya setara dengan sampah plastik selama dua tahun di Kingborough.

Stuart Billing, Nerida Mortlock, dan Richard Atkinson. Image via abc.net.au

Meskipun sedikit mahal, Richard menjelaskan jika material pengganti aspal ini mampu bertahan 15 persen lebih lama dari aspan konvensional.

Material pengganti aspal ini sendiri dikembangkan oleh Close The Loop Australia, yang merupakan perusahaan yang khusus bergerak pada sektor daur ulang sampah plastik dan sampah lainnya yang sulit, atau bahkan tidak dapat didaur ulang.

Bentuk material pengganti aspal. Image via abc.net.au

Seperti contohnya kaca. Menurut Stuart Billing, perwakilan Close The Loop Australia, menyebut jika kaca merupakan material sekali pakai yang tidak dapat didaur ulang. Tapi dengan teknologi yang dimilikinya, kaca-kaca ini akan dihancurkan hingga sangat lembut, kemudian dicampurkan dengan material lainnya.

Hasil pengaspalan Charlton Street. Image via abc.net.au

Kingborough sendiri sebenarnya bukan Kota pertama yang menggunakan material pengganti aspal dari Close The Loop Australia. Beberapa negara bagian di Australia sudah lebih dulu menggunakannya. Tapi khusus di Tasmania, kota ini merupakan yang pertama.

Akhir kata,

Dengan adanya produk ini, diharapkan seluruh Pemkot di Australia mulai menggunakan material pengganti aspal ini sehingga bisa menangani sampah plastik yang belakangan ini jadi masalah pelik di hampir seluruh wilayah Australia. Gimana dengan Indonesia, kapan akan menggunakan teknologi seperti ini?

Baca juga : 

Tags :