Komikus Jepang Ini Kembali Membuat Komik Menyindir Pembangunan MRT yang Utangnya Belum Dibayarkan

Komik sindiran MRT
Komik sindiran MRT | onanhiroshi.com

Langsung jadi perdebatan panas di antara Cebong dan Kampret

Beberapa bulan yang lalu, seorang kartunis asal Jepang yang bernama Onan Hiroshi, membuat komik sindiran mengenai kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun, belakangan dia menarik komik tersebut dan meminta maaf kepada pemerintah Indonesia.

Nah, kali ini dia kembali membuat komik sindiran terkait pemerintahan Indonesia. Dia menyindir pembangunan moda raya terpadu atau mass rapit transit ( MRT) di Jakarta. Dalam 2 kartun yang dibuatnya, Onan menyindir pemerintah Indonesia dan juga PT MRT Jakarta, karena tidak segera membayar utang pinjaman yang diberikan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pada gambar tersebut, PT MRT Jakarta tidak mau memberikan persetujuan pembayaran pinjaman dan seperti berpura-pura mengabaikan tagihan yang diajukan oleh JICA. Hal ini tentu membuat pihak Jepang menderita kerugian karena utang yang belum dibayarkan, namun pihak pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi, malah mengklaim pembangunan MRT tersebut sebagai sebuah prestasi.

Onan juga menyindir bahwa Jokowi menggunakan prestasi ini untuk mendulang suara dalam proses Pilpres 2019 nanti. Kartun ini kemudian viral dan menuai pro kontra di media sosial.

Komik sindiran MRT
Komik sindiran MRT | onanhiroshi.com

Netizen sebagian setuju dengan komik Onan dan menuding pemerintah yang terus menghambur-hamburkan uang dengan berutang. Di sisi lain, ada juga netizen yang tidak setuju dengan komik Onan ini karena MRT baru aja mulai beroperasi komersil pada bulan April ini. Masa udah ditagih aja. Untuk itulah, Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin angkat bicara.

Dia menyayangkan adanya komik tersebut karena masalah pemberian pinjaman untuk proyek MRT ini telah disepakati oleh kedua pihak. Dia justru menyebut bahwa Onanlah yang tidak memahami skema proyek MRT dengan JICA.

Proyek ini sudah disepakati akan dilunasi dalam waktu 40 tahun dengan dispensasi selama 10 tahun. Di tahun ke-11 lah baru PT MRT memulai pembayaran cicilan untuk JICA. Jadi, tidak ada yang namanya keterlambatan pembayaran.

Komik sindiran MRT
Komik sindiran MRT | onanhiroshi.com
Artikel Lainnya
Komik sindiran MRT
Komik sindiran MRT | onanhiroshi.com

Sudah masuk dalam cicilan kan untuk 40 tahun pembayarannya dan sebetulnya sekarang belum masuk dalam pembayaran, masih ada grace periode selama 10 tahun, baru nanti tahun ke-10 akan mulai pembayaran," tuturnya.

Kamaluddin juga enggan berkomentar lebih jauh terkait komik tersebut, apalagi sampai mengeluarkan pernyataan resmi. Baginya, itu tidak perlu dibesar-besarkan karena yang protes cuma komikus doang, sementara pihak JICAnya sendiri adem ayem. Yang penting, proses pinjaman dan pembayaran utang sudah sesuai dengan kontrak yang disetujui.

Komik sindiran MRT
Komik sindiran MRT | onanhiroshi.com

Fyi, besar pinjaman dari JICA untuk MRT Fase 1 adalah Rp 14,2 triliun. Tapi, di tengah pengerjaan, jumlah pinjaman bertambah menjadi Rp 16 triliun karena ada regulasi baru. Sementara itu, di pembangunan MRT Fase 2, pemerintah akan mengajukan pinjaman sekitar Rp 25 triliun. Dana pinjaman ini ditanggung pemerintah pusat sebesar 51% dan Pemprov DKI 49%. Bunga yang dibayar cuma 0,01%.

Tags :