Pilu! Hidup Sebatang Kara di Rumah Reyot, Nenek Ini Berteriak Saat Kelaparan

Nenek Amur
Nenek Amur | hot.grid.id

Sering terkena sakit maag

Nasib menyedihkan dialami oleh seorang nenek yang sudah berusia 72 tahun ini. Jika biasanya seorang nenek-nenek dirawat oleh anak mereka dan mendapatkan kehidupan yang layak. Hal tersebut tidak mungkin dialami oleh nenek bernama Amur yang merupakan warga Dusun Janglateh Barat, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Tidak hanya tinggal sebatang kara saja, pasalnya nenek-nenek tersebut juga sering berteriak-teriak saat dirinya sedang kelaparan. Bahkan teriakannya bisa terdengar hingga ke rumah tetangganya yang jaraknya 100 meter dari rumahnya.

1.

Berteriak untuk meminta makan

Nenek Amur
Berteriak untuk meminta makan | regional.kompas.com

Dilansir dari Tribunnews, menurut keterangan warga yang sering mendengar nenek Amur berteriak, hal itu memang sudah wajar. Pasalnya nenek Amur berteriak saat dia sedang lapar atau ketika dirinya ingin meminta obat untuk penyakit lambung yang telah ia derita selama 7 tahun.

Nenek yang sudah berumur 72 tahun hanya tinggal sebatang kara di rumah gubuknya yang sudah hampir roboh. Oleh karena itu dirinya membutuhkan bantuan dari tetangga-tetangganya agar dia bisa bertahan hidup.

Baca juga: Gokil! Nenek 80 Tahun Ini Menjadi Ahli di Bidang Reparasi Sound Sistem

2.

Semua anaknya tinggal berjauhan darinya

Nenek Amur
Semua anaknya tinggal berjauhan darinya | regional.kompas.com

Nenek Amur diketahui memiliki 3 orang anak. Salah satu anaknya yang bernama Abdul Hadi, sudah meninggal tiga tahun yang lalu setelah menderita sakit keras pasca pulang dari Malaysia menjadi TKI.

Sementara itu dua anak lainnya, Sulihah dan Sumairah, tinggal di dusun yang sama. Mereka tinggal sekitar 200 meter dari rumah Amur. Sulihah dan Sumairah, keduanya sudah hidup menjanda.

3.

Rumahnya nyaris ambruk

Nenek Amur
Rumahnya nyaris ambruk | www.detik.com

Tidak hanya tinggal sebatang kara, yang lebih nahas lagi nenek Amur harus tinggal di rumah reyot yang hampir ambruk. Dinding rumah nenek Amur hanya terbuat dari anyaman bambu dan kondisi anyaman tersebut banyak yang berlubang dari berbagai penjuru.

Sementara itu, bagian depan rumah terdapat dapur gedek (dinding dari anyaman bambau) berukuran 3x2 meter. Di atas gentengnya, terlihat ada bekas nasi yang dikeringkan, dengan beralaskan karung plastik. Di dalam dapur, sebuah tungku tanah sudah tertutup debu tebal. Terdapat pula beberapa ekor ayam dan kucing berkeliaran di dalamnya.

Artikel Lainnya

Kisah nenek Amur di atas semoga bisa menggerakkan hati kita untuk memberikan bantuan kepada beliau. Walaupun sudah memiliki anak, namun ternyata nenek Amur tetap tinggal sebatang kara dan hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk bertahan hidup.

Tags :