Karena Naik Taksi Online Di Bandara, Penumpang Ini Diminta Turun Oleh Petugas Dan Malah Disuruh Naik Taksi "Gelap"

Karena Naik Taksi Online Di Bandara, Penumpang Ini Diminta Turun Oleh Petugas Dan Malah Disuruh Naik Taksi "Gelap"
https://news.okezone.com/read/2018/03/05/338/1867982/naik-taksi-online-penumpang-diminta-turun-petugas-keamanan-bandara

Kok malah makin aneh ya peraturannya?

Akibat kisruh dengan angkutan konvensional, sekarang ini ojek online dan juga taksi online tidak diizinkan untuk mengambil atau menurunkan penumpang di "zona merah". Seperti stasiun, bandara, mall, dan beberapa tempat lainnya. Soalnya, kata angkutan konvensional, keberadaan angkutan online ini mengurangi pendapatan mereka. Dan baru-baru ini, seorang pria membagikan kisahnya ketika dicegat oleh petugas keamanan bandara.

Karena diketahui menggunakan jasa taksi online, pria ini disuruh turun dari mobil dan diminta untuk menaiki taksi online lainnya yang beroperasi di bawah naungan Induk Koperasi Kepolisian (Inkopol) resmi yang beroperasi di bandara. Padahal, sama-sama taksi online juga.

Petugas keamanan dengan tegas melarangnya menggunakan jasa taksi online yang sudah dia pesan. Dia juga dipaksa untuk mematikan kamera ponsel agar tidak merekam kejadian tersebut. Tapi, pria itu bersikeras tetap mengambil gambar karena menurutnya petugas tidak punya hak melarangnya mengambil gambar di ruang publik.

Ketika ditanya apa alasan pelarangan tersebut, petugas hanya bilang kalau dia sedang menjalankan perintah atasannya. 

"Alasannya ya tidak boleh aja, karena kita juga menjalankan perintah dari pimpinan," ucap salah seorang petugas dalam video.

Pria bernama Daniel Christian Tarigan ini akhirnya mengunggah beberapa video tersebut ke media sosial. Ia merasa diperlakukan tidak adil.

"Hari ini perasaan keadilan saya tergelitik sekali. Sudah sering melihat taksi online digerebek di bandara. Dulu masih takut-takut merekam. Kali ini saya beranikan diri merekam dan melawan petugas sekuriti yang mengintimidasi saya untuk mematikan kamera," tulis Daniel di laman facebook-nya.

Menurut Danie, penumpang harusnya diberikan kebebasan mau menggunakan transportasi apa untuk bepergian ke mana saja, termasuk ke bandara. Mau naik taksi konvensional kek, taksi online kek, jalan kaki kek. Karena, menurutnya di bandara negara maju, gak ada tuh diatur mengenai transportasi apa yang harus digunakan seseorang untuk keluar masuk bandara.

"Masalah kedua. Jikapun dibatasi, seharusnya taksi gelap juga dibatasi. Yang terjadi hari ini, saya langsung ditawari taksi gelap di terminal setelah taksi online saya ditahan dan saya diturunkan," timpalnya.
"Yang saya lakukan hari ini mungkin konyol mungkin berani. Entahlah. Setidaknya saya berhasil meloloskan satu taksi online warna putih yang ditahan sekuriti bandara yang hanya menjalankan perintah atasan tanpa tahu kenapa dan apa dasar hukum mereka merazia taksi online," tuturnya lagi.
"Jika memang pun dilarang beroperasi di bandara, maka razia juga taksi gelap, sopir travel antar kota dan ojek di bandara. Mereka semua tidak resmi. Kenapa cuma taksi online yang sampai dipukul-pukul mobilnya,"protes Daniel.
"Jika memang tidak ada yang salah dengan tindakan sekuriti, kenapa harus takut divideokan? Polisi yang bertugas dengan benar saja malah bangga kalau divideokan. Sekuriti bandara yang pernah ditempeleng sama penumpang di Manado juga fine-fine aja direkam. Karena mereka tidak bersalah," tutupnya.

Yang paling aneh sih kenapa Daniel diminta turun dari taksi online, dan disuruh masuk ke "taksi gelap"? Bukannya malah lebih parah? Kalo kenapa-kenapa, emang pihak bandara mau tanggung jawab? Bagaimana pendapatmu terhadap kasus ini?

Jangan lewatkan artikel kocak lainnya ya:

Tags :