Kalau Kamu Masih Aja Menyalahkan Korban Pemerkosaan, Semoga Postingan Dokter Ini Bisa Membuat Pikiranmu Terbuka

Kalau Kamu Masih Aja Menyalahkan Korban Pemerkosaan, Semoga Postingan Dokter Ini Bisa Membuat Pikiranmu Terbuka
https://www.instagram.com/p/Bp6f-gZAEn6/

Kenapa selalu korban yang bersalah dalam kasus pemerkosaan?

Di negara-negara berkembang dan bahkan di beberapa negara maju, perempuan itu memiliki posisi tawar yang rendah. Mereka dianggap seperti warga negara kelas dua yang nggak akan pernah bisa menyamai dominasi laki-laki. Laki-laki dianggap sebagai pemimpin sementara wanita hanya pendamping saja. Karena itu, terkadang hak-hak perempuan diberangus demi menyelamatkan ego pria.

Salah satu penerapan konsep ini bisa kamu lihat dalam kasus pemerkosaan yang marak terjadi di negara-negara berkembang, contohnya Indonesia. Di negara ini, pemerkosaan cenderung "dipelihara" oleh masyarakat karena mereka malah menyalahkan korban dan bukan menyalahkan pelaku. Misalnya, menganggap wanita "halal" diperkosa karena dianggap mengumbar aurat.

Coba lihat saja di kasus pemerkosaan yang dialami mahasiswi UGM dan bagaimana cara UGM menangani kasus tersebut secara bertele-tele. Atau, lihat saja kasus pelecehan seksual yang dialami Baiq Nuril, tapi dia malah dijadikan tersangka oleh Mahkamah Agung. Selain karena mengumbar aurat, ada juga yang bercanda bahwa wanita itu sebenarnya menikmati kalau diperkosa.

Candaan yang sungguh tidak pada tempatnya. Karena itu, seorang dokter yang bernama Jiemi Ardian ini hendak meluruskan persepsi yang salah mengenai "menikmati" saat diperkosa. Kepoin deh cuitannya biar kamu tambah pinter.

1.

Dokter ini salah satu yang merasa miris melihat candaan tersebut

Kalau Kamu Masih Aja Menyalahkan Korban Pemerkosaan, Semoga Postingan Dokter Ini Bisa Membuat Pikiranmu Terbuka

Karena itu, dia membuat sebuah thread di Twitter untuk memberikan pemahaman kepada netizen bahwa wanita yang diperkosa itu sama sekali tidak menikmati perkosaan meskipun dia orgasme.

2.

Awalnya, dia menjelaskan kenapa banyak wanita tidak melawan saat diperkosa

Kalau Kamu Masih Aja Menyalahkan Korban Pemerkosaan, Semoga Postingan Dokter Ini Bisa Membuat Pikiranmu Terbuka

Menurut dokter ini, ketika manusia mengalami ketakutan yang ekstrem, maka tubuh akan mengeluarkan mekanisme pertahanan diri yang bernama Tonic Immobility. Mekanisme ini membuat kita tidak bisa menggerakkan tubuh sampai bahaya berlalu. Mirip dengan adegan orang yang akan ditabrak tapi diem aja di tempat dan nggak lari.

3.

Hal ini terjadi karena amygdala yang mengendalikan rasa takut

Kalau Kamu Masih Aja Menyalahkan Korban Pemerkosaan, Semoga Postingan Dokter Ini Bisa Membuat Pikiranmu Terbuka

Setelah itu, dokter ini membahas mengenai orgasme. Dia menegaskan kalau orgasme itu adalah reaksi fisiologis manusia dan bukan reaksi psikologis. Perempuan bakal tetap orgasme sekalipun dia tidak menikmati perkosaan tersebut. Sama seperti seorang pria straight, ketika diikat dan diperkosa oleh gay, maka dia akan tetap ejakulasi juga.

4.

Karena itu, tidak manusiawi mengatakan korban perkosaan menikmati

Kalau Kamu Masih Aja Menyalahkan Korban Pemerkosaan, Semoga Postingan Dokter Ini Bisa Membuat Pikiranmu Terbuka

Karena, tidak ada pemerkosaan yang dilakukan atas dasar suka sama suka, yang kemudian mempengaruhi reaksi psikologisnya. Jadi, dokter ini mengecam mereka yang masih aja menyalahkan korban pemerkosaan, dan membela pelakunya

5.

Dia juga tidak setuju analogi "Kucing dikasih ikan pasti nggak bakal nolak"

Kalau Kamu Masih Aja Menyalahkan Korban Pemerkosaan, Semoga Postingan Dokter Ini Bisa Membuat Pikiranmu Terbuka

Soalnya, manusia itu bukan ikan. Manusia itu punya akal budi. Bisa membedakan mana yang benar mana yang tidak. Seorang dokter tidak akan memperkosa pasiennya yang telanjang di depannya karena dia punya moral, punya kemampuan mengontrol diri. Dan supaya kamu tau, kucing bahkan bisa diajari untuk tidak sembarangan makan sesuatu yang tidak diizinkan pemiliknya.

Jadi, kalau kucing saja bisa diajari, mengapa kamu yang manusia tidak bisa? Jangan selalu menyalahkan korban, membela pelaku, dan akhirnya membuat pemerkosaan dipelihara subur sehingga pelan-pelan menjadi budaya tersendiri. Setuju?

Tags :