Jangan Sampai Parno! Dokter hingga Penderita Alzheimer Ini Tinggal Berdampingan dengan Mayat

tinggal dengan Mayat
Dokter hingga Penderita Alzheimer ini Tinggal dengan Mayat | www.the13thfloor.tv

Waduh, kagak takut apa yak?

Sebagian dari kita mungkin menganggap mayat adalah sesuatu yang menyeramkan. Namun, ada beberapa orang yang bisa mengatasi rasa takutnya, seperti tenaga medis dan ahli patologi forensik yang sudah terlatih bekerja di sekitar mayat.

Para professional tersebut tentu memiliki legalitas, motivasi dan tujuan yang baik dalam pekerjaannya. Tetapi, percaya gak kamu ada orang yang tinggal di antara mayat-mayat dengan alasan yang aneh?

Bahkan ada juga alasan nggak masuk akal seperti tidak sanggup melepas kepergiaan jasad keluarga yang dicintai, atau ingin mengklaim tunjangan sosialnya. Ngeri ya? Yuk, simak ulasannya berikut!

1.

Necrophile, Carl Tanzler tidur bersama mayat selama 9 tahun

tinggal dengan Mayat
Necrophile, Carl Tanzer tidur bersama Mayat Selama 9 Tahun | www.calebwilde.com

Necrophile adalah salah satu kelainan jiwa yang penderitanya menyukai atau memiliki hasrat seks pada mayat. Ahli radiologi German, Carl Tanzer jatuh cinta pada pasien TB, Elena de Hoyos pada 1930. Elena meninggal pada Oktober 1931 di usia 22 tahun.

Carl terobsesi pada Elena, ia mencuri mayat Elena dari kuburannya. Carl mengakui bahwa dirinya menerima bisikan dari Elena untuk menggali dan mengangkat tubuhnya. Carl mengikat bagian-bagian tubuhnya dengan kawat piano, memakaikannya wig, dan melapisi kulitnya dengan lilin.

2.

Robert James Kuefler, tinggal dengan mayat ibu dan saudara kembarnya

tinggal dengan Mayat
Robert James Kuefler, Tinggal dengan Mayat Ibu dan Saudara Kembarnya | www.presspubs.com

Penangkapan James pada 2016 di rumahnya yang beralamat di White Bear Lake blok 400, Sandra Lane Minnesota, AS berawal dari laporan tetangga yang menduga telah melihat mayat tersimpan di rumah Kuefler. Selanjutnya, dirinya meminta pengecekan di rumah tersebut.

Ternyata benar, polisi melihat satu mayat dari balik jendela ruang utama, dan mayat kedua di bawah tangga. Dua mayat tersebut teridentifikasi sebagai mayat Ibu kandung James, Evelyn Lucille Kuefler (92) yang sudah berupa kerangka, dan saudara kembarnya Richard John Kuefler (58) yang termumifikasi.

James tampak kooperatif saat investigasi dilakukan. Dia secara jujur memberikan keterangan bahwa dirinya sudah tinggal bersama mayat tersebut selama 1 tahun.

Dia bahkan menulis kartu natal untuk anggota keluarganya yang lain dan menjelaskan bahwa keadaan ibu dan saudaranya sedang tidak cukup baik sehingga tidak bisa berbicara di telepon.

James mengatakan bahwa ibunya sudah meninggal pada Agustus 2015, dan saudaranya meninggal beberapa bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan kepolisian, kedua mayat tersebut mati secara alamiah, sehingga menepis dugaan pembunuhan. James merahasiakan kabar kematian keduanya dengan motif trauma dan ingin tetap bisa menjaga jasad ibu dan saudaranya.

3.

Doris Kirby, penderita alzheimer yang tinggal dengan mayat suaminya

tinggal dengan Mayat
Doris Kirby, Penderita Alzheimer Tinggal dengan Mayat Suaminya | fromdasource.wordpress.com

Doris Kirby (78) tinggal bersama mayat suaminya, Jesse Kirby (76) selama sebulan pasca kematiannya dan tidak menyadari apa yang terjadi.

Doris menderita Alzheimer, ia memiliki dua orang anak, tetapi tetangga mengatakan bahwa pasangan itu tidak mau merepotkan anak-anaknya yang sudah berkeluarga.

Sehingga, di rumah itu Jesse yang merawat Doris. Jesse meninggal secara alami karena memiliki berbagai riwayat penyakit dalam, salah satunya gangguan jantung.

Kamar tempat Jesse meninggal tertutup saat polisi datang, dan ada dua anjing yang mati kelaparan di tempat tidur, sedangkan Doris tampak tinggal di bagian rumah yang lain.

Dean Hayes, tetangga terdekat menaruh curiga saat ia mencoba menghubungi Doris dan Jesse tetapi tidak bisa, dan terakhir kali ia bertemu dengan Doris yaitu dua minggu sebelumnya, kemudian Dean mengajukan pengecekan di rumah Jesse.

4.

Michael Eugene Sticken, sembunyikan kematian ibunya

tinggal dengan Mayat
Michael Eugene Sticken, Sembunyikan Kematian Ibunya | www.dailymail.co.uk

Pada 13 Mei 2015, Polisi hendak melakukan pengecekan kesejahteraan di rumah Joyce Willis (81) karena mendapat laporan bahwa anaknya, Michael Eugene Sticken (60) telah menolak upaya anggota keluarga dan kerabat untuk mengunjungi Joyce sejak Januari.

Petugas disambut dengan bau busuk yang sangat menyengat. Bau tersebut berasal dari sofa yang ditumpuk dengan balutan selimutan dan ternyata di bawah selimut ada jasad Joyce dalam kondisi duduk, nyaris membusuk dan terurai.

Persis seperti di film Psycho. Hasil pemeriksaan menegaskan bahwa Joyce sudah meninggal sekitar 1-4 bulan. Eugene tentu menjadi sasaran kecurigaan, tetapi tidak ada tanda-tanda pembunuhan.

Ia mengaku bahwa dirinya sudah menyembunyikan kematian ibunya agar dirinya tetap bisa menerima tunjangan sosial. Eugene bahkan telah menarik dana dari tabungan bersama yang dimiliki dirinya dan Joyce.

Artikel Lainnya

Tragis ya, jangan sampai kamu atau keluargamu mengalami hal yang serupa, tingkatkan perhatianmu pada lingkungan sekitar dan cepat tanggap jika ada sesuatu yang mengganjal di pikiranmu atau kejadian yang mengundang kecurigaanmu. Oke?

Tags :