Dibayar Rp 12 Juta/Hari Buat Meliput Gempa Palu, Fotografer ini Dilema dan Putuskan Sumbangkan Penghasilannya

Dibayar Rp 12 Juta/Hari Buat Meliput Gempa Palu, Fotografer ini Dilema dan Putuskan Sumbangkan Penghasilannya
https://twitter.com/Dandhy_Laksono/status/1049898616108851200

Sungguh sebuah aksi yang mulia dan terpuji

Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah tidak hanya menyisakan berita dukacita dan penuh air mata. Ada juga kisah-kisah inspiratif saat bencana alam Sulteng dan membuat kita percaya bahwa masih ada begitu banyak orang baik di dunia ini. Orang-orang baik yang akan membuat bumi menjadi dunia yang lebih baik untuk ditinggali. Salah satu kisah inspiratif ini datang dari seorang fotografer kenamaan bernama Ronny Buol. Dia mendapat penugasan dari salah satu organisasi internasional untuk meliput secara langsung dan mengabadikan momen-momen yang terjadi di Sulawesi Tengah. Dia ditugaskan oleh United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF).

UNICEF bahkan tak segan membayar jasa Ronny dengan biaya mahal demi mendapatkan foto-foto yang eksklusif. Dia dibayar $800 per hari atau sekitar Rp 12 juta per hari. UNICEF meminta Ronny untuk meliput selama seminggu penuh, jadi bisa kamu bayangkan sendiri berapa keuntungan yang akan diterima oleh Ronny. Tugas peliputannya pun telah selesai dan dia bisa langsung pulang menikmati hasil jerih payahnya. Tapi, Ronny tidak melakukannya. Hati kecilnya memberontak dan merasa tidak pantas menerima bayaran yang sedemikian tinggi, padahal banyak relawan yang bekerja lebih keras di sana dan hanya mendapatkan bayaran seadanya, bahkan ada yang tidak dibayar sama sekali.

Kisah inspiratif fotografer via (Facebook/Ronny Buol)
Hati nurani Ronny semakin menjerit-jerit ketika dia melihat kondisi para korban bencana alam di Sulteng. Ada anak-anak yang kehilangan orangtuanya, ada pasutri yang kehilangan anaknya, dan ada yang satu keluarga meninggal dunia. Dia merasa semakin tidak adil menerima bayaran sebegitu banyak sementara orang-orang yang dia liput serba berkekurangan. Akhirnya, Ronny memutuskan untuk menyumbangkan sebagaian besar pendapatan yang dia terima. Dari $5600 yang dia terima atau sekitar Rp 84 juta, dia menyumbangkan $5000 dan hanya mengambil $600 saja.
Kisah inspiratif fotografer via (Facebook/Ronny Buol)
Dia memberikan donasi tersebut sebagian kepada rekan-rekan jurnalis di Palu yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Palu. Meskipun ada yang rumahnya hancur, keluarganya menjadi korban, rekan-rekan jurnalis di Palu masih tetap setia memberitakan informasi mengenai bencana alam yang terjadi di Sulteng. Sebagian lain dia berikan kepada relawan yang bekerja keras tanpa bayaran dan juga kepada anak-anak di sana. Biarlah donasi ini menjadi sedikit pelipur lara mereka, pikir Ronny.
Ronny (kanan) memberi donasi via (Facebook/Ronny Buol)

Setelah menyelesaikan pekerjaan peliputan foto dan memberi donasi, hati Ronny menjadi lebih lapang. Dia bisa pulang kembali ke Manado dengan tenang. FYI, untuk peliputan ini dia menempuh perjalanan 1.100 km dengan menaiki motor dari Manado menuju Palu. Sungguh dedikasi yang luar biasa.

via (Facebook/Ronny Buol)

Semoga donasi yang diberikan oleh Ronny tadi bermanfaat untuk rekan jurnalis, relawan, dan juga korban bencana alam. Semoga juga bantuan dapat segera diberikan secara merata kepada seluruh korban bencana alam di Sulteng dan perbaikan serta pemulihan dapat berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kalau kamu yang berada di posisi Ronny, apakah kamu akan menyumbangkan penghasilan puluhan juta juga atau tetap mengambilnya untuk dirimu sendiri?

Mampir ke artikel ini juga:

Tags :