Cemburu Buta! Seorang Biksu Tabrak Selingkuhannya Sampai Tewas!

Biksu Phra Um Deeruenrom (59) tabrak dan tusuk wanita hamil
Biksu Phra Um Deeruenrom (59) tabrak dan tusuk wanita hamil | www.bangkokpost.com

Padahal si wanita sedang hamil tua!

Pada dasarnya biksu memiliki perilaku yang terpuji karena acuan mereka adalah peraturan moral Buddhis sang Budhha Gautama. Namun yang dilakukan oleh salah satu Biksu Budhha asal Thailand ini malah menunjukkan kebalikannya, bukannya memberi contoh pengabdian hidup dengan menjunjung tinggi nilai moral, sang biksu tega membunuh wanita hamil yang ternyata merupakan selingkuhannya.

Peristiwa menggemparkan itu terjadi di jalan dekat Ban Mai Charoensuk, Tambon Tum Yai pada Senin (15/6/2020) sore. Awalnya sang biksu mengendarai sebuah mobil yang sengaja ia tabrakkan pada mobil selingkuhannya.

Baca Juga : Buktikan Jimat Kebal Palsu, Terduga Biksu di Thailand Tebas Leher Pedagang Jimat

Biksu Phra Um Deeruenrom (59) tabrak dan tusuk wanita hamil
Biksu Phra Um Deeruenrom (59) tabrak dan tusuk wanita hamil | www.suara.com

Kronologi kejadian

Nasib nahas dialami oleh ibu hamil di distrik Mueang, Thailand yang bernama Lampai (36), ia tewas dengan sadis di tangan seorang pria yang tak lain adalah Biksu Phra Um Deeruenrom (59).

Melansir Suara.com (18/6/2020), Wakil Kepala Investigasi Kepolisian Hin Lek Fai, Kapten Suriya Leenuwat, Biksu Phra tega melakukan pembunuhan terhadap korban lantaran korban mengancam akan membeberkan perselingkuhan mereka.

Korban dubunuh pelaku karena sebelumnya memeras si biksu untuk memberikan sejumlah uang, kalau tidak mau perselingkuhan mereka diketahui publik, jelas Suriya.

Berdasarkan keterangan dari saksi, Biksu Phra yang merupakan kepala biara Wat Ban Nong Bua mengendarai sebuah mobil van di Tambon Tum Yai, di mana mobil itu sengaja bertabrakan dengan mobil pikap yang melaju ke arahnya.

Baca Juga : Selingkuh Sampai Hamil Saat Ditinggal Suami Jadi TKI, Rumah Istri Dirobohkan Pakai Eskavator

Biksu Phra Um Deeruenrom (59) tabrak dan tusuk wanita hamil
Ilustrasi penusukan | wartakota.tribunnews.com

Namun tidak sampai di situ saja, Biksu Phra yang sudah dikuasai emosi tersebut masih menusuk korban lantaran masih hidup setelah ditabrak.

Setelah ditabrak, korban sedang hamil 8 bulan masih hidup. Mengetahui yang menabraknya adalah si biksu, dia lantas berusaha melarikan diri. jelasnya

Akan tetapi wanita itu tidak cukup cepat untuk menghindari sang biksu, sebab ia berhasil diraih lalu ditikam dengan sadis sampai ambruk. Tusukan itu mengenai kepala dan tangan Lampai sehingga membuat wanita hamil tersebut tewas di tempat kejadian.

Kami mengevakuasi korban ke rumah sakit. Bayi dalam kandungannya pun meninggal dunia. Sementara suaminya yang juga ada di mobil itu, yakni Thampaphon, terluka, lanjut Suriya.

Biksu Phra Um Deeruenrom (59) tabrak dan tusuk wanita hamil
Ilustrasi mayat | www.liputan6.com

Warga setempat mengatakan bahwa Biksu Phra berselingkuh dengan Lampai. Setelah hamil, Lampai meminta pertanggungjawaban sang biksu untuk memberinya sejumlah uang, jika tidak bersedia memenuhi maka wanita itu mengancam akan membeberkan perselingkuhan mereka pada publik.

Kasus yang mencoreng nama baik biksu tersebut membuat pelaku dikeluarkan dari biara dan ditahan atas tuduhan melakukan pembunuhan berencana. Biksu Phra ditangkap di rumah kerabatnya di deesa. Kepaa polisi ia telah mengaku perbuatannya, namun enggan untuk mengungkapkan motif pembunuhan yang ia lakukan.

Baca Juga : Suami Sah Pergoki Istri Selingkuh Sama Polisi, Istri Sah: Saya Mau Latihan Pramuka!

5 biksu lakukan kejahatan seks

Masih terjadi di Thailand, enam tahun silam juga ada kejahatan yang dilakukan oleh biksu dari negeri seribu pagoda tersebut. Dikutip dari Detik.com (28/5/2014), sebanyak 5 biksu ditahan lantaran melakukan kejahatan seks terhadap 8 anak laki-laki di beberapa biara kota Chiang Mai.

Keseluruhan anak yang menjadi korban pencabulan itu berusia di bawah 15 tahun. Akibat perbuatannya, biksu-biksu yang merupakan kepala biara Buddha itu berhenti dari biara.

Empat kepala biara sukarela berhenti menanggalkan jubahnya, namun satu membantah tuduhan dan dipaksa berhenti, ungkap pejabat kepolisian Mayor Jenderal Prachuab Wongsuk seperti diberitakan AFP pada Rabu (28/5/2014).

Artikel Lainnya

Sebelumnya, polisi menemukan alkohol dan pornografi di kediaman 5 biksu tersebut. Polisi menduga adanya biksu-biksu lain yang mungkin memiliki kasus yang sama dan akan segera ditangkap.

Tags :