Jadikan Virus Corona Sebagai Bahan Prank, Pria Ini Mewek karena Terancam Dipenjara

Pria bikin prank soal corona
Pria bikin prank soal corona | twitter.com

Untuk apa sih bikin prank soal wabah penyakit gini?

Virus corona saat ini masih menjadi pembahasan banyak orang. Jumlah korban yang terpapar dan meninggal juga terus bertambah. Hingga Rabu (26/2/2020) pagi tercatat ada 80.967 kasus orang terinfeksi virus corona di seluruh dunia, 2.763 kematian, dan 29.998 pasien yang sembuh. Virus ini tak hanya mewabah di Asia, tapi telah memasuki Amerika, Eropa, dan Timur Tengah.

Anehnya, masih ada aja orang yang menjadikan musibah ini sebagai bahan candaan. Mereka mengira virus corona ini cocok dijadikan dark jokes dan bisa membuat banyak orang tertawa getir. Nyatanya, becandaan semacam ini justru banyak dikecam karena tidak memperlihatkan empati. Seperti yang dilakukan oleh pria dari Moskow, Rusia ini.

Saat sedang naik kereta komuter, pria bernama Karomatullo Dzhaborov ini berpura-pura terkena virus corona. Dalam video yang viral di media sosial, tampak Karomatullo tengah memakai masker di dalam kereta. Tak lama kemudian, dia terjatuh di tengah gerbong kereta. Karomatullo seakan-akan mengalami kejang akibat terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Sengaja Ludahi Gagang Pintu, Wanita dari Wuhan Ini Diduga Ingin Tularkan Virus Corona

Pria bikin prank soal corona
Ilustrasi virus corona | pixabay.com

Akibat aksinya ini, terjadi kepanikan massal di dalam gerbong kereta. Para penumpang yang takut tertular virus corona, buru-buru menyelamatkan diri dan berlari keluar dari gerbong. Karomatullo pun tertawa karena prank-nya berhasil. Namun, tidak lama kemudian dia ditangkap pihak berwajib karena mengganggu ketertiban di transportasi umum.

Baca Juga: Bukan Ngasi Bantuan, Youtuber Ini Malah Bikin Konten Prank soal Virus Corona

Nggak hanya itu, Karomatullo bahkan terancam hukuman penjara selama 7 tahun. Dia dituduh melakukan hooliganisme (kerusuhan publik) terencana di Metro Moskow. Tidak sendirian, teman Karomatullo juga terseret dalam kasus ini. Pasalnya, saat beberapa penumpang mencoba membantu Karomatullo yang tergeletak, temannya berteriak, "Dia kena Coronavirus!”

Lelucon konyol ini pun membuat mereka yang awalnya dikira hanya melakukan hooliganisme, ditingkatkan menjadi hooliganisme terencana. Di Rusia sendiri, hooliganisme memang dianggap tindak pidana yang mengganggu ketertiban umum. Jika telah direncanakan sebelumnya, maka hukuman untuk pelaku akan lebih berat.

Artikel Lainnya

Lagian, buat apa sih melakukan prank nggak jelas kayak gini? Nggak bakal ada orang yang tertawa saat melihatnya. Orang-orang justru pasti mengecam, dan juga ada konsekuensi hukum yang menanti. Jadi, mending kamu sumbangin masker aja ke daerah terpapar corona, daripada ikut-ikutan prank semacam ini, ya.

Tags :