Aneh! Setelah Sadar dari Koma 24 Jam, Pria Skotlandia Ini Malah Berbicara Bahasa Melayu Kepada Keluarganya

Bisa bicara berbagai bahasa setelah koma
Bisa bicara berbagai bahasa setelah koma |

Bisa dipake untuk belajar bahasa lain juga nggak, ya?

Mempelajari bahasa asing yang sama sekali baru bagi kita adalah kegiatan yang susah dilakukan, kecuali kamu emang benar-benar cerdas banget. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sebelum kamu akhirnya bisa menguasai bahasa asing tersebut dengan fasih. Namun, ada kejadian unik yang dialami oleh seorang pria bernama Fraser Watt ini pada tahun 1983 yang lalu.

Saat itu, pria Skotlandia yang masih berusia 24 tahun tersebut mengalami koma dan berada dalam kondisi antara hidup dan mati. Ketika itu, dia mengalami kecelakaan mobil parah, namun berhasil diselamatkan tepat waktu oleh petugas. Jadi, selama 24 jam, dia masih tetap hidup, tapi belum memperoleh kesadaran. Uniknya, setelah Fraser sadar, ada sebuah kejadian aneh yang terjadi.

Saat terbangun, Fraser tidak berbicara bahasa Inggris seperti biasa, tapi malah berbicara bahasa Melayu. Bahasa yang banyak digunakan di daerah Asia Tenggara. Para dokter yang menanganinya pun terkejut karena Fraser tiba-tiba berbicara bahasa Melayu. Mereka lalu memanggil orang yang bisa menerjemahkan ucapan Fraser. Untungnya, sang ibu bisa berbahasa Melayu dengan lancar.

Bisa bicara berbagai bahasa setelah koma
Bisa bicara berbagai bahasa setelah koma |

Usut punya usut, ternyata dulu Fraser pernah tinggal di Malaysia ketika kecil dan cukup fasih berbahasa Melayu Malaysia ketika itu. Tapi, dia hanya memakai bahasa Malaysia itu ketika kecil, dan setelah kembali ke Skotlandia, Fraser tidak pernah memakai bahasa tersebut selama 19 tahun. Setelah sadar dari koma, Fraser masih memakai bahasa Melayu hingga akhirnya kemampuan bahasa Inggrisnya kembali.

Semua orang kaget ketika aku berbicara bahasa Malaysia, kayaknya hal ini karena aku waktu kecil memang fasih berbahasa Malaysia, tapi aku telah tidak lagi bicara dengan bahasa Melayu selama 19 tahun sebelum kecelakaan itu terjadi," ucapnya.

Fraser sendiri berada di Malaysia ketika kecil, tepatnya di daerah Borneo, karena mengikuti pekerjaan ayahnya yang seorang teknik sipil. Jadi, kemampuan berbahasa Melayu ini tidak diperoleh Fraser secara mendadak, tapi karena dia memang menguasainya sejak kecil. Mungkin saja tabrakan itu menyebabkan trauma di otaknya sehingga dia hanya bisa mengakses bahasa Melayu dan tak bisa berbahasa Inggris.

Ilustrasi orang koma
Ilustrasi orang koma |
Artikel Lainnya

Tapi, bukan berarti tak ada efek samping negatif lainnya dari kecelakaan tersebut yang dirasakan oleh Fraser. Di usianya yang kini menginjak 60 tahun, dia sering merasakan migrain dan kehilangan ingatan mendadak. Unik banget ya kisahnya? Cuma jangan sampai disalahgunakan untuk hal aneh-aneh ya. Ntar kamu malah nekat koma supaya bisa belajar bahasa asing lagi.

Tags :