Ambulans Lagi Butuh Jalur Cepat Untuk Menuju Rumah Sakit, Anggota TNI Di Medan Ini Malah Menghalangi Jalur Ambulans

Ambulans Lagi Butuh Jalur Cepat Untuk Menuju Rumah Sakit, Anggota TNI Di Medan Ini Malah Menghalangi Jalur Ambulans
https://otomotif.kompas.com/read/2018/04/19/064200215/viral-pengemudi-halangi-jalur-ambulans-ini-aturan-yang-benar

Oknum ini juga lagi diburu sama kesatuannya

Sesuai UU No 22 tahun 2009 tentang Jalan Raya dan Angkutan, diatur mengenai kendaraan yang wajib didahulukan saat melintas di jalan raya. Yang pertama adalah pemadam kebakaran, kedua adalah ambulans, ketiga adalah kendaraan yang membantu kecelakaan di jalan raya, keempat kendaraan pimpinan lembaga negara, kelima tamu negara, keenam iringan pengantar jenazah dan ketujuh rombongan kendaraan untuk kepentingan tertentu sesuai dengan pertimbangan petugas kepolisian.

Namun, masih banyak pengguna jalan yang mengabaikan hal ini. Karena pengen cepat sampai ke tujuan juga, beberapa pengemudi tidak mau memberikan jalan kepada kendaraan wajib didahulukan untuk melintas. Seperti kelakuan seorang pria yang diduga oknum TNI di Medan ini. Videonya jadi viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @escorting_ambulance_medan. Pada video, oknum TNI itu menghalang-halangi laju mobil ambulans.

Insiden ini bermula saat anggota escort ambulans tengah mengawal ambulans yang sedang membawa pasien menuju rumah sakit. Tapi, di tengah jalan malah berpapasan dengan pengemudi yang egois dan gak mau mendahulukan ambulans tersebut. Dia bahkan menghalang-halangi laju ambulans.

Di gerbang pintu tol, akhirnya mobil ambulans berhasil melewati mobil tersebut. Tapi, pengemudi mobil gak terima. Dia turun dari mobilnya dan mengomeli pengendara motor pengawal ambulans. Dia juga mengaku kalau dirinya adalah anggota TNI.

Padahal, jika menghalangi ambulans yang tengah bekerja, berdasarkan UU yang sama, dapat dikenakan denda maksimal Rp 250.000 atau penjara maksimal selama satu bulan.

Parah bange, kan? Seharusnya, seorang anggota TNI bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Bukan malah menyalahgunakan profesinya untuk mendapatkan hak lebih dari warga sipil. Kabarnya, oknum ini tengah diselidiki oleh institusi TNI untuk mencari tau apakah dia benar seorang anggota TNI atau cuma orang yang mengaku-ngaku doang.

Kalau menurutmu gimana? Pantaskah aparat bersikap sewenang-wenang seperti ini?

Mampir ke artikel yang ini juga yuk:

Tags :