Alami Sesak Napas, Setelah Diperiksa Ternyata Bayi Ini Jadi Korban Perkosaan dan Sodomi Oleh Pengasuhnya Sendiri

Alami Sesak Napas, Setelah Diperiksa Ternyata Bayi Ini Jadi Korban Perkosaan dan Sodomi Oleh Pengasuhnya Sendiri
https://www.topsimages.com/images/baby-bruise-2f.html

Sayang, nyawa bayi malang ini tak tertolong.

Bejat! Begitulah kiranya kata yang sedikit bisa menggambarkan tentang kejahatan yang sangat menyedihkan dari pelaku kasus perkosaan dan sodomi terhadap bayi di Bandar Baru, dekat ibu kota Malaysia tersebut. Bayi tersebut sempat kritis dan dilarikan ke Rumah sakit Serdang selama dua hari. Sayangnya, nyawa bayi yang masih berusia Sembilan bulan tersebut  tidak dapat tertolong.

Pada mulanya bayi itu dititipkan di pengasuh pada bulan September yang lalu. Lalu, bayi malang tersebut dilarikan ke klinik karena mengalami kesulitan dalam bernafas. Setelah dua hari dirawat, bayi tersebut tetap tidak tertolong.

Menurut pengakuan dari dokter, bayi tersebut mengalami kerusakan pada anusnya dan selaput daranya. Bagian kepala bayi juga mengalami luka memar-memar pada bagian kiri dan kanan atas kepala bayi.

Bayi mengalami memar-memar via bagsnob.com

Kasus ini sudah mulai diselidiki dan diduga pelakunya adalah seorang tukang pangkas rambut yang tidak lain adalah suami dari pengasuh bayi tersebut. Kini pengasuh dan suaminya yang sudah berusia 36 tahun itu ditangkap oleh polisi.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku ternyata dalam kandungan urine pelaku terdapat zat methamphetamine. Methamphetamine adalah obat yang diberikan kepada pasien dengan hiperaktivitas. Zat itu bisa juga terdapat di dalam sabu-sabu.

BACA JUGA:

Kasus-kasus kejahatan seperti ini sebenarnya harus segera diatasi dengan serius oleh banyak negara. Kasus yang mengerikan ini telah memakan banyak anak-anak yang tidak berdosa dan belum tahu apa-apa. Bahkan di usia yang masih balita. Jadi, seharusnya ada penangan khusus untuk para pelaku kekerasan seksual terhadap anak-anak.

Selain itu, orangtua juga harus lebih waspada dalam menjaga buah hatinya. Hal itu untuk mencegah resiko terjadinya kekerasan pada anak-anak dalam banyak hal. Anak-anak sulit untuk membela diri bila berhadapan dengan orang dewasa. Apalagi, dalam kasus ini adalah seorang bayi yang menjadi korbannya. Hal ini menjadi peringatan keras untuk banyak orang agar tetap waspada, terutama dalam menjaga anak-anaknya.

Tags :