Jangan Coba-coba Main Pesugihan, Ini 5 Bentuk Tumbal yang Sering Dikorbankan!

Lebih baik belajar sabar dan ikhlas.
Lebih baik belajar sabar dan ikhlas. | www.pexels.com

Sebanyak-banyaknya kekayaan yang ditimbun, tetap tidak sebandingkan dengan kerugiannya.

"Ingin cepat kaya?" Jujur aja deh, saat kamu diberi pertanyaan seperti itu, setidaknya pikiran yang paling cepat terlintas di benak kalian pasti menjawab ingin. Kekayaan yang bisa ditimbun secara instan tentunya merupakan hal yang sangat menggiurkan bagi sebagian besar orang.

Namun, tidak sedikit orang yang tergiur akan hal itu justru melakukan hal-hal di luar batas wajar dan norma di masyarakat, seperti pesugihan. Konon, praktik ini mengisyaratkan bentuk 'bayaran' berupa sesaji yang tidak sulit untuk disiapkan. Namun ada juga bentuk-bentuk 'bayaran' yang sangat mengerikan, bahkan bisa berkaitan dengan penumbalan nyawa.

Penasaran seperti apa saja bentuk-bentuk penumbalan paling mengerikan dari pesugihan? Dilansir dari Kumparan.com, inilah 5 jenis tumbal paling mengerikan dari praktik pesugihan.

Baca juga: Begini Jadinya Jika Makhluk Gaib Dikaji Secara Ilmiah, Tuyul Bisa Disuap?

1.

Penyakit misterius yang sulit disembuhkan

Lebih baik belajar sabar dan ikhlas.
Didera penyakit yang sulit disembuhkan | www.youtube.com

Penyakit misterius yang muncul sebagai dampak dari pesugihan tidak langsung menjangkit secara tiba-tiba saat seseorang baru saja melakukan praktik tersebut. Biasanya, penyakit misterius akan tiba-tiba muncul jika orang itu tidak menuntaskan kesepakatan tertentu atau karena masa kontraknya sudah 'habis'.

Selain biasanya tergolong sebagai penyakit berat yang bisa meregang nyawa pengidapnya, penyakit misterius yang muncul sebagai bentuk tumbal dari pesugihan biasanya tidak bisa disembuhkan oleh penanganan medis.

Baca juga: 4 Tempat Angker di Solo Ini Bisa Bikin Kamu Lari Ketakutan

Malahan, bisa saja penyakitnya sama sekali tidak bisa disembuhkan dan orang yang menerima ganjaran itu hanya bisa pasrah menunggu ajal menjemput.

2.

Tumbal orang lain

Lebih baik belajar sabar dan ikhlas.
Asih, diduga korban pesugihan di Cilacap ditemukan di semak-semak dalam kondisi tidak bernyawa. | bantenhits.com

Bentuk tumbal ini mungkin yang paling sering terdengar saat orang membicarakan pesugihan. Orang yang meminjam kekuatan jin untuk memperoleh kemakmuran instan pada gilirannya harus terus-terusan menyediakan tumbal manusia secara berkala.

Orang yang dijadikan tumbal bisa dianggap meninggal atau 'diculik' ke dimensi lain. Dan yang paling mengerikan adalah ketika sang praktisi pesugihan tidak bisa lagi menemukan tumbal manusia sebelum batas waktu yang disepakati. Nyawa anggota keluarga dan dirinya sendiri bisa dijadikan sebagai tumbal pengganti.

3.

Menjual usia

Lebih baik belajar sabar dan ikhlas.
Robert Johnson, musisi legendaris yang diisukan telah menjual usianya sendiri kepada iblis | www.the13thfloor.tv

Orang yang menyetujui bentuk tumbal ini mungkin bisa dianggap sebagai orang yang sangat putus asa. Pasalnya, nyawa sendirilah yang jadi bayarannya. Namun, sama seperti bentuk tumbal berupa penyakit, bentuk tumbal ini tidak langsung dibayarkan persis setelah seseorang melakukan pesugihan.

Baca juga: Kisah Genderuwo Merah dan Kuntilanak yang Gentayangan di Jalan Menco UMS Solo

Melainkan menjadi semacam batas waktu bagi orang tersebut untuk merenggut kenikmatan duniawi yang dia dapatkan dari hasil pesugihan-sebelum tiba saatnya nyawanya menjadi bayaran. Biasanya, sang tumbal akan membayar 'tagihan' saat sudah menginjak usia yang sudah disepakati dalam perjanjian.

4.

Tumbal janin

Lebih baik belajar sabar dan ikhlas.
Di saat banyak pasutri yang mendambakan anak, ada juga pasutri yang malah menumbalkan anak sendiri. | www.insider.com

Tumbal janin biasanya akan dikenakan pada pelaksana pesugihan yang merupakan pasangan suami istri, dan tumbal ini tidak hanya sekali diberikan. Sama seperti bentuk penumbalan orang lain, tumbal janin pun harus diberikan secara berkala.

Artinya, pasutri yang melakukan pesugihan harus terus-terusan mereproduksi anak hanya untuk ditumbalkan nyawanya. Janin yang dikorbankan pun tidak boleh berusia lebih dari 7 bulan.

Baca juga: Jadi Tempat Persinggahan Mayat? Ini Kengerian Kawasan Penangkaran Burung Maleo Gorontalo

5.

Tumbal keluarga sendiri

Lebih baik belajar sabar dan ikhlas.
Tidak hanya untuk diri sendiri, keluarga pun bisa kena apesnya. | id.pinterest.com

Pada gilirannya, siapa pun yang melakukan praktik pesugihan akan membawa masalah kepada keluarganya sendiri. Semua bentuk-bentuk tumbal yang disebutkan di atas pada akhirnya akan selalu menghadirkan risiko yang berat bagi keluarga.

Bahkan, ada bentuk tumbal yang mengisyaratkan nyawa anggota keluarga sendiri sebagai bayaran. Bisa suami atau istri, anak sendiri, orangtua, sepupu, dst. Jika semua anggota keluarga sudah habis karena semuanya ditumbalkan, ujung-ujungnya nyawa sendiri yang pada akhirnya harus dikorbankan juga.

Artikel Lainnya

Dari semua jenis tumbal yang dipaparkan di atas, bisa diambil asumsi bahwa pada akhirnya pesugihan akan menghadirkan kerugian yang sangat besar bagi orang yang mempraktikkannya. Menumbalkan orang lain secara berkala pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Intinya, ketimbang harus merasa dikejar-kejar oleh 'tagihan' tumbal yang berbahaya, lebih baik cari cara lain untuk mencari nafkah yang setidaknya tidak akan memberi kerugian besar kepada diri sendiri dan orang lain.

Tags :