3 Foto Terkenal Ini Punya Kisah Tragis di Baliknya, Merinding Bacanya!

Kisah Tragis di Balik 3 Foto Terkenal
Kisah Tragis di Balik 3 Foto Terkenal | onceuponacrime.libsyn.com

Setiap foto memiliki kisah tersendiri. Ada yang bikin merinding!

Kehidupan manusia pada dasarnya tidak melulu lurus atau flat. Tentu sangat membosankan jika itu dimiliki oleh seseorang. Mereka yang normal biasanya akan menjalani hidup dengan mencoba berbagai tantangan.

Nah, saat itulah orang-orang akan memfoto dirinya atau suasana pada saat kejadian untuk mengabadikan momen perjalanan hidupnya. Ada yang berhasil, ada pula yang berakhir tragis seperti deretan foto di bawah ini.

Sekilas sih kayak foto biasa aja. Akan tetapi, sebenarnya ada kisah tragis di balik foto-foto ini. Seperti apa kisahnya? Berikut ulasannya untuk kamu semua!

1.

Potret keluarga Lawson

Kisah Tragis di Balik 3 Foto Terkenal
Potret keluarga Lawson | onceuponacrime.libsyn.com

Setiap keluarga pasti ingin memiliki foto bersama. Begitu pun dengan keluarga Lawson. Dalam foto ini, tampak seluruh keluarga hadir.

Mulai dari Charles Lawson (2 dari kanan belakang) dan istrinya, Fannie (belakang paling kanan), serta anak-anaknya yang bernama Arthur Lawson (belakang paling kiri), Marie (2 dari kiri belakang), Carrie (paling kanan di depan), Maybell (2 dari kiri depan), James (depan paling kiri), Raymond (2 dari kanan depan), serta sang bayi, Mary Lou yang digendong oleh Fannie.

Namun, apa jadinya jika foto tersebut sengaja dibuat sebagai persembahan terakhir dari sang pembunuh? Jika kamu cermat, ada seorang pria di dalam foto yang dengan sengaja membuang mukanya dengan tidak melihat kamera.

Yap! Dia adalah sang bapak, Charles Lawson yang nantinya akan membantai seluruh anggota keluarga yang ada di foto.

Keluarga Lawson sendiri merupakan sebuah keluarga miskin yang kehidupannya sangat mengandalkan kebun tembakaunya di daerah Carolina. Krisis ekonomi yang membelit keluarga membuat Lawson stres.

Faktor lain yang membuatnya depresi adalah karena ia telah menghamili putrinya sendiri, Marie. Hal itu diperburuk oleh sikap Marie yang malah menceritakan aibnya tersebut kepada para tetangga.

Akhirnya, sang bapak kemudian berencana untuk membunuh seluruh keluarganya tepat di hari Natal. Seminggu sebelumnya, ia meminta kepada seluruh anggota keluarga agar bersedia untuk berkumpul guna foto keluarga.

Selain karena agenda foto bersama, uangnya pun habis untuk membeli senapan dengan 12 slot beserta amunisinya.

Nah, tepat di sore Natal tahun 1929, Charles bersembunyi di gudang dengan membawa senapan yang dibelinya. Ia berbaring sambil menunggu putrinya, Carrie dan Maybell berjalan menuju rumah paman mereka.

Ketika Charles melihat kedua anaknya sudah berjalan, ia pun segera mengarahkan senapannya ke mereka. Ia pun melepaskan tembakan dan akhirnya kedua putrinya tewas seketika.

Untuk memastikan kedua putrinya benar-benar sudah tewas, ia kemudian memukul mereka dengan menggunakan gagang pistol. Barulah setelah dipastikan benar-benar tewas, ia menuju ke dalam rumah dan langsung menembak mati istrinya, Fannie yang saat itu sedang duduk di teras rumahnya.

Marie yang mendengar suara ledakan senapan langsung penasaran dan ia pun menuju ke sumber suara. Namun, alangkah terkejutnya ketika ia mendapati ibunya telah bersimbah darah di teras rumah.

Ia pun menjerit dan saat itu pula Charles langsung menembak Marie dari belakang. Alhasil, Marie pun meninggal dengan janin yang tengah dikandungnya.

Mengetahui kengerian yang dilakukan oleh ayahnya, kedua putra Charles yang masih kecil, James dan Raymond berusaha untuk melarikan diri. Namun, Charles segera memburu mereka dengan alasan bermain petak umpet.

Kedua anaknya itu pun pada akhirnya tewas dengan bekas tembakan di tubuh mereka. Korban terakhir dari kebiadaban Charles adalah sang bayi, Mary Lou. Ia pun menghabisinya tanpa perlu membuang amunisinya.

Satu-satunya yang selamat pada saat itu adalah sang putra, Arthur Lawson. Ia selamat karena pada saat kejadian sedang tidak berada di rumah. Setelah membantai keluarganya, Charles pun bunuh diri di hutan yang berada di dekat rumahnya.

2.

Into the Wild

Kisah Tragis di Balik 3 Foto Terkenal
Into the Wild | twitter.com

Ada beberapa orang yang lebih memilih hidup bebas dengan alam daripada hidup di kota yang penuh dengan hingar bingar dan kemunafikan. Salah satunya adalah Christopher McCandless, seorang pendaki dan traveler Amerika yang cukup populer pada tahun 1990-an.

Christ pun menyatakan niatnya untuk hidup bersama alam sehingga dapat menikmati kebebasannya serta dapat berkomunikasi dengan alam semesta. Ia pun akhirnya pergi menuju pedalaman Alaska dan berniat untuk hidup di sana, tepatnya pada musim semi tahun 1992.

Meski terkenal sebagai seorang pendaki dan traveler, nyatanya kemampuan Christ belum cukup untuk menyatu dengan alam. Tanpa pelatihan yang baik serta persediaan makananan yang memadai, Christ akhirnya benar-benar harus berjuang hidup dengan mencari beberapa tanaman yang dapat dimakan.

Bahkan terkadang ia harus berburu untuk mendapatkan jatah makanan dalam sehari. Setelah tiga bulan dapat bertahan di alam bebas, ia merasa pilihannya untuk bersatu dengan alam adalah sebuah kesalahan.

Terlebih ia pun merasa jika telah salah memilih bahan makanan dan tanaman sehingga membuatnya harus menderita berbagai penyakit dan halusinasi. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke peradaban manusia.

Namun sayang, niatnya untuk kembali harus pupus lantaran jalan satu-satunya menuju ke kota telah diblokir oleh pemerintah. Tanpa ponsel, radio, televisi, serta makanan, ia akhirnya balik lagi menuju tempat tinggalnya semula, yakni di bus Fairbanks. Ia pun tinggal di sana sampai akhir hayatnya.

Tiga minggu kemudian jasadnya ditemukan oleh seorang pejalan kaki. Tubuhnya sangat amat kurus dan bahkan ketika ditemukan, jasadnya yang tergeletak di dalam bus hanya memiliki bobot 30 kg!

Selain itu, ditemukan pula beberapa gulungan film berwarna di dalam bus Fairbanks. Temuan itu sungguh aneh mengingat hal tersebut belum berkembang pada saat itu. Hingga saat ini, belum diketahui dari mana foto di atas diambil.

3.

Grizzly Man

Kisah Tragis di Balik 3 Foto Terkenal
Katmai National Park | 01sentencereviews.tumblr.com

Di dalam foto di atas tampak dua orang pasangan tengah tersenyum di atas sebuah pesawat sejenis amphibi. Pasangan tersebut bernama Timothy Treadwell dan Amie Huguenard.

Timothy adalah seorang aktivis lingkungan dan dikenal sebagai penyayang binatang buas. Bahkan ia menyatakan jika dirinya memiliki koneksi dengan binatang galak tersebut dan seakan-akan dapat berkomunikasi dengan mereka.

Nah, pada tahun 2003, Timothy dan sang kekasih pergi mengunjungi Katmai National Park yang ada di Alaska dengan tujuan mendokumentasikan kehidupan dari beruang grizzly. Beruang jenis termasuk ke dalam salah satu beruang terganas di dunia, lho.

Meski mendapat label mengerikan, namun hal itu tidak menyurutkan niat dan semangat Ttimothy untuk dapat hidup berdampingan dengan mereka. Terlebih setelah perjalanan sebelumnya ia telah berhasil berjalan berdampingan dengan beruang jenis lainnya.

Akan tetapi, tampaknya alam tidak memihak kepada mereka. Keyakinannya terhadap potensi serta kemampuan hidup bersama para binatang buas harus sirna lantaran Timothy dan kekasihnya menjadi santapan empuk bagi kumpulan beruang grizzly yang kelaparan.

Tepatnya pada tanggal 6 Oktober 2003, mereka diserang oleh sekumpulan beruang grizly di tempat perkemahannya sendiri. Korban pertama adalah Timothy yang selanjutnya disusul oleh Ammie.

Besar kemungkinan para beruang grizzly menyantap mereka tanpa belas kasihan. Foto di atas adalah foto terakhir yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Bukan hanya foto, tetapi juga terdapat beberapa video yang mana di dalamnya terdapat suara jeritan dan tangisan sekarat dari keduanya. Sungguh kasihan ya mereka.

Artikel Lainnya

Itu dia beberapa foto terkenal dengan kisah tragis di dalamnya. Sebenarnya masih ada beberapa foto lagi, namun kayaknya tiga foto tersebut udah cukup mewakili. Sedih, ya.

Tags :