5 Eksperimen Kontroversial yang Pernah Dibuat Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati

5 Eksperimen Kontroversial yang Pernah Dibuat Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati

Mampukah para ilmuwan ini membangkitkan orang mati?

Sebagian orang bilang bahwa saat ini kita telah hidup di masa depan, dimana keberadaan teknologi semakin canggih dan kemampuan berpikir ilmuwan juga semakin pintar. Bahkan saking pintarnya, tak jarang para ilmuwan mengusungkaan ide-ide gila yang terdengar cukup mustahil. Seperti beberapa ilmuwan ini yang bereksperimen untuk menghidupkan orang mati. Hmm.. terdengar cukup mustahil, bukan?

Berikut 5 Eksperimen Kontroversial yang Pernah Dibuat Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati.

1.

Mengawetkan otak manusia, Brain Preservation Foundation - Ken Hayworth

5 Eksperimen Kontroversial yang Pernah Dibuat Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati

Baru-baru ini, sekali lagi dunia dihebohkan dengan Ide yang diungkapkan oleh Ken Hayworth, ilmuwan neurosains yang juga presiden Brain Preservation Foundation sedang berusaha menemukan cara untuk mengawetkan otak manusia. Tujuannya agar kelak orang mati bisa hidup kembali dengan otak lamanya.

Saking niatnya dengan ide tersebut, ken pun menggelar kompetisi bagi para ilmuwan nerosains. Siapa yang berhasil menemukan metode pengawetan otak akan memperoleh hadiah sebesar US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar.

Pada awalnya, ilmuwan hanya ditantang untuk mengawetkan otak binatang. Namun dalam jangka panjang, targetnya adalah otak manusia. Mereka harus bisa mengawetkan otak selama 100 tahun sehingga otak itu bisa berfungsi dengan normal dan baik.

Ken Hayworth, CEO Brain Preservation Foundation

Dalam ajang tersebut, ada 2 kompetitor yang bersaing. Pertama adalah Shawn Mikula, seorang peneliti post-doktoral di Max Planck Institute for Medical Research di Jerman. Ia menggunakan reaksi kimia yang telah ia ujikan pada otak tikus.

Kompetitor yang ke-2 berasal dari perusahaan 21th Century Medicine, yang berbasis di Fontana, California. Perusahaan ini menggunakan pendekatan cryoperservation untuk mengawetkan otak kelinci. Caranya adalah menginfus otak dengan bahan diksasif dan merendamnya dengan bahan kimia anti pembekuan.

2.

Teknologi Kloning dan Kecerdasan Buatan, Humai- Josh Bocanegra

5 Eksperimen Kontroversial yang Pernah Dibuat Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati

Sebuah perusahaan di Australia, Humai mengklaim bahwa teknologi yang mereka ciptakan memungkinkan seseorang yang telah meninggal dapat hidup kembali.

Tentu saja banyak ilmuwan yang menganggap ide tersebut sangat gila dan tidak mungkin. Tetapi CEO perusahaan Humai, Josh Bocanegra mengakatakan bahwa ia serius dengan ide tersebut. Ia percaya bahwa hal ini dapat terwujud dalam 30 tahun mendatang.

Untuk mewujudkan ide gila ini, Josh menjelaskan bahwa pertama ia akan menciptakan sebuah nanoteknologi dan kecerdasan buatan untuk menyimpan data dari manusia, yang meliputi cara berbicara, proses berpikir, pola perilaku, dan fungsi tubuh. Selanjutnya, data yang tersimpan dikodekan menjadi sebuah sensor. Dimana nantinya sensor tersebut akan dimasukkan ke dalam tubuh buatan.

Sedangkan untuk bagian otak, Josh berencana menggunakan teknologi kloning. Caranya, otak manusia yang telah meninggal akan dibekukan dengan teknologi ctyonics. Setelah perkembangan otak menjadi sempurna, maka otak dimasukkan dalam tubuh buatan. Selain itu, Josh juga memanfaatkan nanoteknologi untuk memperbaiki dan meningkatkan sel-sel otak.
3.

Teknik Pembekuan Mayat (Cryonic), Robert Ettinger

5 Eksperimen Kontroversial yang Pernah Dibuat Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati

Teknik pembekuan mayat memang sudah bukan barang baru lagi. Tetapi jika sudah jadi mayat dan dibekukan lalu bisa hidup lagi, itu menjadi luarbiasa.

Teknik pembekuan mayat ini biasa disebut Cryonic. Teknik ini dalam sistem kerjanya ternyata menjaga agar sel-sel dalam diri manusia tersebut tidak rusak. Artinya si mayat yang sudah dibekukan itu, nantinya jika ingin dibangkitkan lagi akan bisa seperti manusia hidup pada umumnya.

Ide gila penemu metode ini tak lain adalah ilmuwan Amerika, Robert C.W Ettinger, dia penemu alat sekaligus menjadi pasien yang ke 106 yang memanfaatkan metode gila idenya tersebut.

Robert. C.W. Ettinger dan ibunya yang pertama kali dibekukan

Robert menciptakan metode tersebut setelah melakukan berbagai modifikasi. Dan setelah berhasil dia sempurnakan pada tahun 1976, dia melakukan uji coba pada keluarganya. Orang pertama yang dia bekukan adalah ibu kandungnya yang bernama Rhea Ettinger yang meninggal pada tahun 1977, lalu disusul istrinya, Mae Ettinger. Setelah dicek, beberapa waktu, ternyata berhasil. Sel-sel mayat masih terlihat sempurna.

Namun sayangnya, seiring kemutakhiran metodenya tersebut, Robert justru meninggal dunia pada usia 92 tahun. Dan sesuai pesan dirinya kepada anak-anaknya agar jenazahnya bisa dimasukan kedalam peti khusus, lalu dibekukan dan dilakukan proses Cryostat. Proses inilah yang diharapkan tidak merusak sel-sel dari tubuh Robert, dan itu akan terus dilakukan sampai menunggu nanti jika teknologinya sudah sempurna untuk membangkitkan mayatnya.

4.

Teknik Hipotermia dan pengurangan suplai oksigen- Lance Becker, Stephan Meyer, dan Dr. Sam Parnia

5 Eksperimen Kontroversial yang Pernah Dibuat Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati

Dalam sebuah pertemuan yang diberi judul New York Academy of Science di mana dihadiri oleh Lance Becker dari University of Pennsylvania, Stephan Meyer dari Columbia University, serta Dr. Sam Parnia dari State University of New York, gagasan tentang menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal dipresentasikan.

Yang membuat penasaran tentu adalah metodenya, dan diketahui bahwa metode pendinginan tubuh alias proses hipotermia ditambah dengan pengurangan suplai oksigen bisa membantu orang yang baru saja meninggal untuk sadar kembali atau mengalami resusitasi.

5.

Penghentian proses kehidupan atau suspended animation selama beberapa jam-David Robson

5 Eksperimen Kontroversial yang Pernah Dibuat Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati

Sebuah prosedur radikal yang mencakup pergantian darah seorang pasien dengan larutan garam dingin bisa menyelamatkan nyawa ketika di ambang kematian.

"Jika suhu tubuh Anda berada pada kisaran 10 derajat Celcius, tanpa aktivitas otak, tidak ada detak jantung, tidak ada darah, semua orang akan sepakat Anda sudah mati," jelas Peter Rhee dari Universitas Arizona, Tucson.

"Namun kita tetap bisa menghidupkan Anda kembali."

Bersama Samuel Tisherman dari Universitas Maryland, mereka sudah memperlihatkan bahwa memungkinkan untuk mempertahankan tubuh dalam penghentian proses kehidupan atau suspended animation selama beberapa jam.

Upaya tersebut sejauh ini sudah diuji untuk hewan- sama radikalnya dengan prosedur medis mengeringkan tubuh dari darah, lalu mendinginkannya di bawah 20 derajat Celcius dari suhu tubuh normal. Setelah luka diobati, darah dipompakan lagi lewat urat nadi, maka tubuh perlahan-lahan menghangat kembali. Yang mengagumkan, hewan dalam percobaan itu memperlihatkan dampak sakit yang amat kecil ketika mereka bangun.

Tisherman sempat menjadi berita utama di seluruh dunia, ketika ia mengumumkan siap untuk memulai percobaan teknik itu untuk manusia, persisnya atas korban penembakan di Pittsburgh, Pennsylvania.

Terdengar sangat luar biasa, bukan? Tapi apakah benar teknik-teknik diatas dapat menghidupkan orang mati? Yang jelas, sampai saat inipun belum ada satupun dari eksperimen diatas yang berhasil membangkitkan kembali orang mati.

Sumber: link 1, link 2, link 3, link 4

Tags :