5 Festival Banyuwangi yang Wajib Kamu Kunjungi

5 Festival Banyuwangi yang Wajib Kamu Kunjungi

Dari yang mengagumkan sampai mistis lho!

Banyuwangi rupanya nggak main-main dalam meningkatkan potensi pariwisatanya. Nggak cuman dari segi pariwisatanya, Banyuwangi juga mengembangkan berbagai budaya untuk menjadi daya tarik para wisatawan. Makanya, nggak heran jika ada 77 festival di tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata di Banyuwangi. Di antara 77 festival, ada 5 festival yang harus banget kamu saksikan! Let’s check this out!

1.

Festival Gandrung Sewu

5 Festival Banyuwangi yang Wajib Kamu Kunjungi

Tari Gandrung merupakan festival yang paling ditunggu oleh para wisatawan lokal sampai mancanegara. Kata ‘gandrung’ sendiri memiliki arti kagum dan menggambarkan keadaan masyarakat Blambangan yang mengagumi Dewi Sri. 

Dewi Sri sendiri dipercaya memiliki kecantikan tiada tara dan merupakan dewi kesuburan serta kesejahteraan bagi masyarakat agraris.

Festival Gandrung Sewu sendiri merupakan pagelaran kolosal dengan melibatkan sekitar seribu penari gandrung dan rencanya akan festival ini akan menjadi agenda tahunan pariwisata Indonesia.


2.

Banyuwangi Ethno Carnival

5 Festival Banyuwangi yang Wajib Kamu Kunjungi

Banyuwangi Ethno Carnival merupakan satu dari 10 besar acara pariwisata Indonesia terbaik. Acara ini merupakan pagelaran busana etnik Banyuwangi yang setiap tahunnya mengusung tema kekayaan budaya lokal. 

Festival ini mengharapkan juga agar budaya Banyuwangi dapat lebih mengglobal. Keinginan ini terwujud dengan melihat antusiasme para wisatawan yang datang melihat. 

Buat kamu yang penasaran melihatnya kamu harus melihat kalender kemenpar Banyuwangi, karena BEC tahun ini sudah selesai digelar bulan Juli lalu.

3.

Festival Kebo-keboan Alasmalang.

5 Festival Banyuwangi yang Wajib Kamu Kunjungi

Di Desa Alasmalang, ada kebiasaan menggelar ritual ketika memasuki bulan Suro. Nama ritualnya kebo-keboan. 

Kebo-keboan digelar dalam rangka menyampaikan rasa syukur dari petani di Alasmalang agar senantiasa diberi kesejahteraan dan panen yang melimpah pada masa panen berikutnya.

Puncak ritual kebo-keboan adalah saat para manusia kerbau (manusia yang didandani kerbau) yang sudah kerasukan, turun ke sawah untuk membajak dan menanam padi. Bibit tersebut dipercaya masyarakat dapat menolak bala. 

Masyarakat yang berebut untuk mendapatkan bibit tersebut pada akhirnya harus lari menghindari kejaran para kerbau.

Baca Juga:

4.

Festival Bala Ganjur.

5 Festival Banyuwangi yang Wajib Kamu Kunjungi

Jika di Bali ada acara Ogoh-Ogoh yang diarak setiap kali menjelang Hari Raya Nyepi, di Banyuwangi, ada ritual yang bernama festival Balaganjur. Balaganjur berarti pasukan (yang sedang)berjalan, mengikuti arak-arakan Ogoh-ogoh. 

Adat ini biasanya dilakukan oleh umat hindu, tetapi d Purwoharjo, Banyuwangi seluruh masyarakat dari berbagai agama ikut menyukseskan festival tersebut. Ini menunjukkan bagaimana rukunnya masyarakat Purwoharjo.

5.

Festival Keboan Aliyan.

5 Festival Banyuwangi yang Wajib Kamu Kunjungi

Jika tadi ada kebo-keboan AlasMalang yang cukup mistis, Keboan Aliyan lebih mistis lagi. Bahkan malam sebelum dimulainya ritual, sudah banyak petani yang kesurupan. 

Nggak hanya itu, banyak warga yang merantau menyempatkan diri untuk kembali agar nggak kerasukan di tempat perantauan mereka. Keboan Aliyan biasanya diawali dengan kenduri di malam hari dan besoknya dilanjut dengan rangkaian keliling wilayah dan Keboan di sawah sama seperti ritual waga Alasmalang.


Nah bagaimana, festival budaya di Banyuwangi seru abis kan? Jadi kalau main ke sana jangan lupa cek agenda festivalnya ya!

Baca juga :

Tags :