Perhatian, Inilah 3 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Para Pemilih di Luar Negeri

Perhatian, Inilah 3 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Para Pemilih di Luar Negeri

Meski jauh dari tanah air, democracy must go on!

17 April 2019 adalah perhelatan pesta demokrasi yang ditandai dengan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Untuk pertama kalinya juga Pemilu akan diadakan serentak yaitu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Bagi para pemilih langkah untuk memberikan suaranya tentu sudah suatu info yang umum dan banyak yang tahu, juga pasti akan ada pengarahan dari panitia pelaksana di daerah setempat, tapi bagaimana pemilih yang berada atau sedang tinggal diluar negeri?

Dilansir dari matamatapolitik.com, pemilih Indonesia sendiri yang berada di luar negeri saat ini tercatat ada 2.049.708 orang yang terdaftar di Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu Luar Negeri (DP4LN). Pemilu untuk para pemilih luar negeri akan diadakan antara tanggal 8 dan 14 April 2019. Tentu beberapa hal akan berbeda dengan Pemilu yang diselenggarakan di dalam negeri, berikut adalah hal yang perlu diperhatikan oleh pemilih yang sedang berada diluar negeri.

1.

Syarat memilih

Perhatian, Inilah 3 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Para Pemilih di Luar Negeri

Warga negara Indonesia harus memenuhi syarat agar bisa memberikan suaranya diluar negeri. Pertama adalah tentu harus berusia minimal 17 tahun, memiliki identitas sebagai warga negara Indonesia seperti paspor atau e-KTP. Untuk memeriksa apakah namanya sudah terdaftar bisa melihatnya melalui Sistem Informasi Data Pemilih (Sidmail) dan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) secara online.

Pemilih bisa mengedit data mereka melalui situs tersebut, selain melalu situs, Coklit juga bisa diakses melalui Facebook, WhatsApp dan Telegram. Sehingga aksesnya lebih memudahkan pemilih.

2.

3 metode alternatif pemungutan suara

Perhatian, Inilah 3 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Para Pemilih di Luar Negeri

Untuk teknis pemungutan suaranya, para pemilih disediakan tempat pemungutan suara yang biasanya berada di kedutaan dan konsulat jenderal Indonesia. Ada juga dua metodenya alternative yang tersedia, yaitu metode dropbox dengan teknis petugas pemilu mendatangi pemilih, kedua dengan mengirim surat suara melalui pos. Metode-metode tersebut adalah upaya KPU dlam meningkatkan antusiasme partisipasi para pemilih di luar negeri. KPU mendirikan kantor perwakilan di 130 negara di seluruh dunia. Pemilu di luar negeri akan dilaksanakan lebih awal daripada pemilu di Indonesia.

Selain itu KPU juga kantor perwakilan berencana akan menciptakan suasana meriah agar antusiasme pemilih untuk memberikan suaranya meningkat, yaitu dengan mengadakan pertemuan dan pertunjukan budaya. 

3.

Bisa menggunakan hak pilihnya lebih dari sekali

Perhatian, Inilah 3 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Para Pemilih di Luar Negeri

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini mengatakan pemilih yang ada di luar negeri bisa menggunakan haknya lebih dari sekali. Namun hal itu hanya akan diperbolehkan jika data pemilih di dalam dan luar negeri tidak sinkron karena jarak waktu pemungutan suara di luar dan dalam negeri yang berpaut jauh.

Tiga hal tersebut adalah yang perlu diperhatikan oleh para pemilih yang berada di luar negeri agar tetap bisa memberikan suaranya dalam Pemilu 2019 nanti. Meskipun berada jauh dari tanah air, harusnya nasionalisme tak terkikis dengan cara tetap memiliki antusiasme dalam memberikan suara pada pesta demokrasi.

Baca Juga : Istilah Dalam Dunia Politik yang Banyak Muncul di Tahun-Tahun Politik Saat Ini

Tags :