Membuka Kebenaran Tentang Jokowi yang PKI dan Anti-Islam.

Membuka Kebenaran Tentang Jokowi yang PKI dan Anti-Islam.

Isu Jokowi PKI dan Anti-Islam terjawab sudah!

Begitu produktifnya isu-isu dan hoaks yang muncul di Indonesia ini. Ini sudah sangat tentu mengganggu ketentraman masyarakat apa lagi hoaks tentang bencana alam yang sering muncul secara momentual. Biasanya muncul saat terjadi satu bencana yang mengguncang masyarakat dan diberitakan di media luas. Seperti saat bencana alam gempa dan tsunami yang beberapa waktu lalu terjadi di Palu dan Donggala, banyak sekali berita, gambar, dan video hoaks yang muncul bahkan ada video tsunami 2004 di Aceh yang dibagikan dan dikatakan sebagai tsunami di Palu dan Donggala. Untungnya para pelaku penyebaran hoaks bencana alam tersebut sudah ditangkap oleh pihak kepolisian, total penyebar hoaks bencana alam yang ditangkap 12 orang, dan masih saja bisa bertambah.

Hoaks atau isu-isu tak jelas kevalidannya ini tak juga sering menyerang atau dibuat untuk mendiskreditkan beberapa orang secara pribadi. Siapa saja bisa jadi sasaran berita hoaks, salah satunya Presiden Indonesia, Jokowi yang tak jarang juga diterpa isu-isu miring. Isu yang mengatakan bahwa Jokowi adalah keturunan atau bahkan PKI itu sendiri, Jokowi antek asing juga Jokowi yang diisukan Islamphobia atau anti-Islam. Hoaks terus bertebaran tanpa adanya konfirmasi dari Presiden Jokowi langsung. 

Sampai akhirnya dalam program acara Net TV yaitu "30 menit bersama Presiden" pertanyaan-pertanyaan mengenai klarifikasi isu tentang Presiden Jokowi yang PKI, antek asing dan anti-Islam pun dilontarkan oleh wartawan pewawancara Net TV tersebut.

"Apa benar bapak PKI?", pertanyaan itu diberikan untuk Presiden Jokowi yang sering diterpa isu PKI, bahkan juga beredar foto yang katanya Jokowi sedang berdiri di sebelah Dipa Nusantara Aidit atau kerap disebut D.N Aidit yang  sedang memberikan orasi, D.N Aidit adalah pemimpin senior Partai Komunis Indonesia. 

Presiden Jokowi pun menjawab "Ini dimulai dari 2014 dulu, yang namanya Obor Rakyat, kemudian setelah itu ada lagi Saracen ya yang mengabarkan bahwa Jokowi itu PKI, logikanya gak masuk" kata beliau. Presiden mengatakan bahwa logika dirinya seorang PKI itu tak masuk akal, beliau menjelaskan bahwa dirinya lahir di tahun 1961 sedangkan PKI dibubarkan pada tahun 1965, apakah ada anak balita yang sudah berideologi PKI, dan yang kedua setelah melakukan pengecekan terhadap foto D.N Aidit yang diduga bersebelahan dengan Jokowi, foto itu ternyata diambil pada tahun 1955.

"Ya saya lahir aja belom masa udah berjejer (dengan D.N Aidit)". Jokowi juga menekankan bahwa dirinya maupun kakek dan keluarga besarnya tak ada satupun yang berhubungan dengan PKI. Presiden Jokowi sendiri pun juga mengatakan bahwa di jaman sekarang ini informasi apa lagi hanya untuk mengetahui silsilah keluarga Jokowi sudah sangat mudah bahkan bagi siapapun dipersilakan menanyakan soal latar belakang keluarganya di Solo pada tetangga-tetangga rumahnya.

Dalam menjawab isu bahwa dirinya antiIslam pun Presiden Jokowi dengan tegas menjawab, "Bagaimana saya antiIslam, tiap hari juga selalu dengan ulama, tiap minggu juga ketemu dengan kyai, dengan habaib, dengan ustad, yang anti-Ulama dimana? Setiap minggu setiap bulan juga masuk ke pesantren terus yang antiulama yang sebelah mana?, jangan dibolak-balik". Jokowi pun menekankan hal-hal dan isu-isu hoaks tersebut adalah salah satu praktek politik hitam yang tak patut di lakukan dan malah memecah belah bangsa Indonesia.

Hoaks di Indonesia sudah berkembang menjadi salah satu "senjata" yang ampuh, dan dalam dunia politik pun tak dapat kita pungkiri, masyarakat masih banyak yang memakan berita yang belum terjamin validitasnya dengan mentah-mentah. Dengan kemajuan teknologi yang masuk di Indonesia dampak negatifnya secara langsung juga pasti menempel. Cara menanggulanginya? Kita semua harus sama-sama saling belajar dan lebih berpikir sehat dan logis untuk menangkal hoaks-hoaks yang ada meskipun pihak kepolisian Indonesia sendiri sudah punya divisi yang khusus menangani hal tersebut. Yuk makan mi instan harus dilihat tanggal expirednya dulu, harus dimasak dulu, baru dimakan, jangan dikasih orang, diremes dikit langsung dimakan mentah-mentah ya gaes. Sehat selalu semuanya.

Baca Juga Ratna Sarumpaet Ciptakan Hoaks Nasional, Ridwan Kamil Sarankan 3 Oktober Jadi Hari Anti Hoaks Nasional!

Tags :