4 Citra Buruk PNS Ini Harus Bisa Diubah Oleh Para CPNS Nanti.

4 Citra Buruk PNS Ini Harus Bisa Diubah Oleh Para CPNS Nanti.

Benahi niat sebelum berniat daftar CPNS

Banyak anak muda atau millenials yang punya cita-cita setelah lulus kuliah daftar menjadi Pegawai Negara Sipil, gimana nggak tergiur gajinya besar, tunjangan yang tinggi, dapat dana pensiun, juga menaikkan status sosial. Hal ini terbukti dengan naiknya jumlah pendaftar dari tahun 2017, di tahun 2018 ini jumlah pendaftar mencapai 2,4 juta. Melampaui jauh jumlah anggota PNS yang dibutuhkan yaitu hanya sekitar 238.015. Gaji yang juga setiap tahunnya mengalami peningkatan, pemerintah sendiri juga berjanji akan menaikkan gaji PNS di tahun 2019 sebesar 5%.

Kini jumlah PNS di seluruh daerah sudah mencapai 4,5 juta. Ekonom Drajad Wibowo memberikan komentar perihal banyaknya jumlah PNS di Indonesia yang akan memiliki dampak negatif dalam segi birokrasi. Menurut Drajad tingginya jumlah PNS adalah suatu ironi, saking banyaknya jumlah PNS yang ditakutkan adalah proses birokrasi akan semakin bertele-tele dan rumit. Selain hal negatif itu PNS pun juga mempunyai citra buruk di pandangan masyarakat. Citra buruk yang beredar tersebut adalah seperti berikut ini.

1.

Bolos.

4 Citra Buruk PNS Ini Harus Bisa Diubah Oleh Para CPNS Nanti.

Di Jakarta Sidang Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) memutuskan memberi sanksi Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri (PDHTAPS) terhadap 33 Pegawai Negeri Sipil (PNS). PNS ini berasal dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Dari 33 PNS yang diberhentikan tersebut terdapat 17 PNS yang dipecat karena kasus bolos, bahkan bolosnya hingga ratusan hari, lalu diulangi lagi pada tahun 2017.

2.

Memakai fasilitas negara.

4 Citra Buruk PNS Ini Harus Bisa Diubah Oleh Para CPNS Nanti.

PNS dilarang keras mudik dengan menggunakan mobil dinas, larangan tersebut dikeluarkan langsung oleh pemerintah pusat. Pemkot akan memberi sanksi disiplin bagi PNS yang dengan sengaja menggunakan fasilitas negara saat libur lebaran lalu. Sanksi terberat jika PNS menggunakan kendaraan dinas untuk mudik adalah pemecatan, namun tentu diberikan teguran keras sebelumnya.

3.

Malas-malasan.

4 Citra Buruk PNS Ini Harus Bisa Diubah Oleh Para CPNS Nanti.
Sejak diberlakukan TPP, pegawai semakin malas masuk kantor. Bahkan, ada oknum PNS yang hanya datang mengisi absen, kemudian pulang dan tidak lagi masuk kantor. “Apakah TPP PNS kurang besar atau ada hal lain yang mengakibatkan sebagian pegawai malas ngantor. Ini yang harus di kaji lebih lanjut oleh eksekutif,”ujarnya. Senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Hermansyah.(bengkuluekspress.com)

TPP adalah Tambahan Penghasilan Pegawai yang diadakan sengaja untuk membuat PNS lebih semangat dalam melakukan tugasnya dan menjalankan kewajibannya sebagai abdi negara. Bahkan untuk melakukan kewajiban dan tugasnya saja harus dipancing dengan diberi biaya tambahan ya, miris.


4.

Ceperan (Pungutan Liar)

4 Citra Buruk PNS Ini Harus Bisa Diubah Oleh Para CPNS Nanti.

Sejak bulan November 2016 hingga Agustus 2017, tim satgas pungutan liar (pungli) dari Unit Pemberantasan Pungutan Liar yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan penindakan sebanyak 89 kasus. Jumlah tersangka sebanyak 175 orang, terkena operasi tangkap tangan (OTT), dengan barang bukti uang sebesar Rp 3,8 miliar lebih. Ironisnya, dari para tersangka yang terkena OTT tim saber pungli, paling banyak berasal dari kalangan pegawai negeri sipil. "Di urutan pertama oknum PNS yang terkena OTT ini sebanyak 92 orang tersangka," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Surabaya, Kamis (24/8). (merdeka.com)

Gaji sudah banyak masih saja mencari "proyek" tambahan demi meraup keuntungan yang tidak halal. Lagi-lagi kesadaran diri masih jadi salah satu problem SDM di Indonesia. Penyalahgunaan wewenang juga jabatan, yang harus dibenahi dan ditanyakan ke diri sendiri apa niat para pendaftar CPNS ini, kalau sudah masalah uang kebanyakan kita bisa tahu bagaimana akhirnya. Uang dapat, tunjangan berlipat, kewajiban dan tugas disumbat.

Baca Juga : Pilpres 2019, Lebih Diwarnai Perang Siber Daripada Perang Program.

Tags :