Busyet!! Cowok Thailand Lagi Keranjingan Memutihkan Penis. Pelakunya Ternyata Komunitas Jalan Belakang

Busyet!! Cowok Thailand Lagi Keranjingan Memutihkan Penis. Pelakunya Ternyata Komunitas Jalan Belakang
http://www.dailymail.co.uk/news/article-5234645/Thai-penis-whitening-fad-drives-social-media-nuts.html

Komunitas LGBT di Thailand lagi keranjingan terapi pemutihan penis. Waduh, bahaya nggak sih?

Udah tahu kan kalau Thailand menghalalkan hubungan sesama jenis? Nggak cuma itu, di negara tersebut pun kamu bisa menemukan banyak she male dan transgender yang bebas berkeliaran. Pokoknya Gaes, kalau kamu punya orientasi seks yang aneh, Thailand bisa jadi habitat kalian.

Yang nggak kalah bikin pening kepala, baru-baru ini di sana lagi keranjingan terapi memutihkan penis. Bahkan salah satu klinik di Thailand mengaku sampai kedatangan sekitar 100 pasien pria per bulan untuk melakukan terapi ini.

Hal yang sama pun terjadi di Rumah Sakit Lelux di Bangkok. Di sana, rata-rata 3-4 pasien pria datang ke sana dengan maksud untuk menjadikan penisnya terlihat lebih putih.

Dilansir dalam Daily Mail, Bunthita Wattanasiri, Manajer Departemen Kulit dan Laser di Rumah Sakit Lelux, Bangkok, mengaku jika terapi pemutihan penis terbilang sangat populer di kalangan komunitas “jalan” belakang alias para gay, biseksual dan transgender.

Selain itu, para penggemar terapi nyentrik ini pun datang dari berbagai kelompok usia, yakni sekitar 22-55 tahun. Padahal biaya yang dibutuhkan cukup mahal lho, 480 Euro atau sekitar 9 jutaan untuk 5 sesi terapi. Weleh-weleh, banci kecrek di Indonesia cukup bisa ngiler deh!

Lebih lanjut lagi, Bunthita menyebut jika metode ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya menggunakan laser kecil, sehingga relatif lebih aman.

Situs Mayo Clinic, memberikan ulasan singkat tentang terapi penis whitening ini. Menurutnya, terapi ini dilakukan dengan cara menghancurkan melanosit atau sel yang memproduksi pigmen kulit tanpa merusak permukaan kulit.

Menurut mereka, terapi ini punya banyak risiko, termasuk sensitivitas organ vital terhadap matahari, warna kulit yang tidak merata dan lainnya.

Senada dengan itu, Dr Thongchai Keeratihuttayakorn, Wakil Jenderal Direktur Departemen Kesehatan Thailand, mengaku khawatir dengan tren ini. Pasalnya, penis whitening bisa berisiko menyebabkan iritasi, alergi hingga pembengkakan. Waduh, ada-ada sih!!?

**Jangan Lupa mampir di lapak lainnya Gaes!!

Tags :