Wanita ini Bunuh Diri Karena Dilarang Suaminya Main Facebook! Sempat Minta Maaf Pada Keluarga Via Status WhatsApp

Korban sempat tulis pesan terakhir di Facebok, berikut isinya!

Hampir semua orang di era saat ini pasti memiliki akun media sosial, untuk berkomunikasi, menunjukkan eksistensi, berkarya, bekerja, atau hanya untuk sekedar bersenang-senang. Tak sedikit juga bahkan yang sampai “kecanduan” dalam bermedia sosial. Salah satunya seorang wanita di kabupaten Menajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang memilih mengakhiri hidupnya gara-gara dilarang oleh suaminya bermain Facebok.

Arniati yang masih berusia 22 tahun ini mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan menggunakan tali ayunan. Sebelum melakukan bunuh diri, ia sempat menulis status di aplikasi perpesanan instan WhatsApp (WA) yang isinya Arniati memohon maaf pada keluarganya dan menitipkan anaknya.

Evakuasi korban oleh pihak Kepolisian | jateng.tribunnews.com

Sebelum memilih untuk bunuh diri, Arniati terlibat pertengkaran dengan suaminya, Sujaedi. Pemicu pertengkaran rumah tangga Sujaedi dan Arniati ini lantaran korban dilarang sering main Facebook oleh suaminya. Tali ayunan yang digunakan untuk bunuh diri sudah ada dan terpasang dirumah korban sebelum korban tinggal di rumah RT 06 Kelurahan Sungai Paret.

Suami korban, Sujaedi awalnya curiga dikarenakan oleh status WA istrinya yang mengatakan akan mengakhiri hidupnya. Akhirnya Sujaedi sekitar pukul 12.30 Wita datang kembali kerumahnya dari tempat kerja dan menemukan korban dalam kamar sedang main handphone.

"Saya ketok pintu kamar dan dibuka. Saya bilang mau ambil berkas. Saat saya keluar, pintu kembali dikunci dan saya bilang tidak usah dikunci karena nanti pulang, " ujarnya (Tribunnewa.com).

Setelah tahu dan mengecek kondisi istrinya dirumah, Sujaedi kembali ke kantor kelurahan sekitar 15.30 Wita.

"Saya pulang kembali gedor pintu kamar dan tak dibuka. Saya intip lewat jendela ternyata tertutup horden. Jadi saya buka paksa dan setelah itu istri saya sudah tergantung, " ujarnya sembari menangis.

Hingga sekitar pukul 16.35 Wita korban masih tergantung karena polisi juga masih melakukan identifikasi. Kematian korban membuat gempar warga setempat. Ibu korban, Uni yang mendatangi lokasi kejadian langsung menangis dengan histeris mengetahui anaknya meninggal karena bunuh diri dengan menggantung diri di kamar rumahnya.

Artikel Lainnya

Dalam menggunakan sesuatu memang sebaiknya mengetahui batas agar tidak terlalu kecanduan dan dapat menyebabkan pengaruh yang buruk pada diri sendiri. Kebijaksanaan dalam memanfaatkan dan menggunakan media sosial pun seharusnya harus dimiliki agar tidak berdampak buruk, gunakan seperlunya saja. Apalagi untuk konsumsi anak-anak, orang tua juga harus ikut memantau, jangan sampai anak merasakan ketergantungan terhadap teknologi sehingga mengganggu sosialisasi anak-anak terhadap lingkungan. Intinya seperlunya aja ya guys.

Tags :