Terlalu Fanatik, Kades Pendukung Cawapres Nomor 02 Dipecat dan Dipenjara!

Terlalu Fanatik, Kades Pendukung Cawapres Nomor 02 Dipecat dan Dipenjara!

Anies Baswedan juga terancam pidana gara-gara simbol dua jarinya

Anies Baswedan baru-baru ini dilaporkan ke Bawaslu akibat mengampanyekan salah satu pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden pada Konferensi Nasional Partai Gerindra. Tapi nampaknya Anies bukanlah pejabat pertama yang melanggar ketentuan berkampanye. Suhartono, Kepala Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur harus rela dipenjara.

Suhartono melangar aturan pemilu karena menyambut kedatangan calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kecamatan Pacet pada bulan Desember lalu. Dalam sidang putusan Pengadilan Negeri Mojokerto, Ketua Majelis Hakim Hendra Hutabarat menyatakan Suhartono secara sah melakukan pelanggaran tindak pidana. Suhartono melanggar Pasal 490 juncto 282 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Kepala Desa Suhartono, via Google.com

Ia divonis hukuman penjara selama 2 bulan dan denda Rp 6 juta sibsider satu bulan penjara. Namun jabatan Suhartono sebagai Kepala Desa masih diembannya meskipun sudah berada di dalam penjara. Namun pada Kamis 10 Januari 2019 ini, Suhartono resmi dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini berlaku sampai napi perkara Pemilu bebas dari hukumannya di Klas IIB Mojokerto.

"SK Bupati Mojokerto sudah turun tanggal 3 Januari 2019. Isinya menghentikan sementara Kades Sampangagung," kata Kabag Hukum Setda Kabupaten Mojokerto Tatang Marhendrata (detik.com)

Terungkap selama persidangan bahwa Kades Suhartono aktif terlibat dalam menyiapkan acara penyambutan Sandiaga Uno dan aktif dalam acara tersebut. Kronologi pelanggaran Suhartono dimulai dengan acara penyambutan Sandiaga dirumahnya. Acara penyambutan ini melibatkan Ketua Karang Taruna Desa Sampangagung Sunardi, Istri Suhartono dan beberapa warga. Keesokan harinya Sunardi memesan spanduk dan banner bertuliskan selamat datang dan dukungan untuk Sandiaga. Selain itu musik patrol juga dipesan untuk memeriahkan acara penyambutan.

Sandiaga Uno saat disambut di Kecamatan Pacet, via Google.com

Suhartono dengan menyuruh istrinya untuk mengkoordinir ibu-ibu melalui grup WhatsApp PKK Desa Sampangagung untuk hadir di acara penyambutan Sandiaga Uno. Istri Suhartono juga menjanjikan akan membagi uang sebesar Rp 20 ribu bagi ibu-ibu yang datang.

Akhirnya pada hari H, sekitar pukul 16.00 WIB, sebanyak 200 massa berkumpul untuk menyambut rombongan Sandiaga di Jalan Raya Pacet, Desa Sampangagung. Waktu itu Sandiaga Uno dijadwalkan akan berkampanye di tempat wisata air panas Padusan, Pacet, Mojokerto.

Kades Suhartono resmi dicopot, via Google.com

Suhartono menggunakan kemeja putih bertuliskan “Sapa Prabowo”, ia juga mengacungkan 2 jari, simbol pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Suhartono menghabiskan Rp 20 juta untuk mengadakan acara penyambutan Sandiaga tersebut. Uang itu digunakan salah satunya untuk memberi ibu-ibu yang hadir dengan angka nominal Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, sampai Rp 100 per orang.

Kini Anies Baswedan pun terancam pidana karena berkampanye disaat jam kerjanya. Berkampanye dengan menggunakan atribut pejabat negara memang dilarang, ada waktu tertentu dan masa-masa di mana para pejabat bebas mendukung atau mengampanyekan jagoannya dalam Pilpres 2019. Jadi lebih bijak lagi dalam menjadi pejabat dalam mendeklarasikan dukungannya, agar tidak mengundang polemik dan tahun politik berjalan sesuai aturan yang ada.

Baca Juga : 

Tags :