Kesal Dimarahi Karena Tegur Istri Pakai Rok Mini, Menantu Bunuh Mertua Saat Tidur!

Kesal Sering Dimarahi, Menantu Bunuh Mertua Saat Tidur
Wahono (Kiri) ditahan usai membunuh mertuanya sendiri. | regional.kompas.com

Seorang pria bunuh mertua karena tak terima dimarahi saat tegur istri yang suka pakai rok mini

Ponijan (57) menjadi korban pembunuhan menantunya sendiri, Wahono (32) saat tengah tertidur di sebuah rumah yang berada di Desa Nolokerto, Kendal, Jawa Tengah, Minggu (8/9).

Kasus pembunuhan ini sendiri bermula dari rasa kesal Wahono pada Ponijan yang selalu ikut campur saat dirinya tengah menegur istrinya yang suka memakai rok mini.

Berikut kronologi lengkapnya.

1.

Sering tampar istri karena pakai rok mini

Kesal Sering Dimarahi, Menantu Bunuh Mertua Saat Tidur
Ilustrasi: rok mini | www.morofashion.com

Dilansir dari Kompas.com, Jum’at (13/9), Wahono menjelaskan awal mula pembunuhan pada mertuanya itu disebabkan cekcok rumah tangga yang kerap merundung keluarganya.

Hal itu dikarenakan kegemaran istrinya, Ria Fidayani yang suka menggunakan rok mini saat berjualan kopi di sebuah kios dekat lokasi galian C, Kaliwungu.

Baca Juga: Sadis! Bocah 14 Tahun Tembak 5 Anggota Keluarganya hingga Tewas

Sejak saat itu, kebiasaan istrinya ini kerap menjadi bahan obrolan tetangga. Wahono pun mulai menegur Ria, namun semua teguran itu tidak diindahkan dan Ria selalu sembunyi-sembunyi membeli rok mini baru.

Akibatnya, rumah tangga Wahono dan Ria menjadi tidak akur dan mulailah terjadi aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berupa penamparan.

“Saya jadi sering ribut (sama istri), dan saat ribut ia sering saya tampar,”

Baca Juga: Terungkap, Pembunuh Teman Sekantor Untuk Tumbal Pesugihan Ternyata Ahli Ilmu Pelet!

2.

Pisah ranjang hingga diminta cerai oleh mertua

Kesal Sering Dimarahi, Menantu Bunuh Mertua Saat Tidur
Jenazah Ponijan (52) diangkut usai tewas ditangan menantunya sendiri. | www.inews.id

Kondisi rumah tangga yang sudah tak harmonis ini, membuat Ria akhirnya pisah ranjang dengan Wahono.

Ria memilih untuk pergi ke rumah Ponijan dan tinggal di sana sejak pertengkaran yang berujung pada aksi KDRT.

Pada Sabtu (7/9) malam, Wahono datang ke rumah Ponijan untuk mengantarkan anaknya supaya tinggal di situ juga.

Baca Juga: Dicurigai Bolos Sekolah, Seorang Ibu Tega Bakar Anaknya, Terdengar Suara, Aduh Panas!

Dalam kunjungannya itu, Ponijan tiba-tiba meminta Wahono untuk menceraikan Ria karena sering melihat mereka bertengkar.

Permintaan Ponijan ini terus terngiang di pikiran Wahono hingga membuatnya tidak bisa tidur. Hingga pada keesokan hari, dia menjemput anaknya muncul keinginan membunuh Ponijan karena emosi.

Diambillah sebuah kayu, dari dalam rumah dan ia mencari mertuanya yang ternyata sedang tertidur lelap. Sekuat tenaga, Wahono memukul Ponijan hingga tewas.

“Saya jengkel karena saya masih mencintai istri saya,”

Baca Juga: Pacar Mau Diperkosa Begal, Bocah SMA Ini Tusuk Pelaku Hingga Tewas!

3.

Serahkan diri dan mengaku khilaf

Kesal Sering Dimarahi, Menantu Bunuh Mertua Saat Tidur
Wahono menyerahkan diri ke Polres Kaliwungu usai membunuh mertuanya sendiri. | www.tribunnews.com

Usai hasrat membunuh mertuanya terpenuhi, Wahono pun pulang ke rumah orang tuanya. Di situ dia bercerita jika telah membunuh Ponijan.

Pihak keluarga lalu mengantar Wahono untuk menyerahkan diri ke kantor polisi akibat perbuatan keji membunuh mertuanya sendiri.

“Setelah itu dengan diantar keluarga, saya menyerahkan diri ke kantor polisi Kaliwungu. Saya khilaf,”

Atas perbuatannya yang sengaja membunuh mertua sendiri, Wahono pun diancam dengan hukuman penjara seumur hidup.

Artikel Lainnya

Emosi sesaat kadang menjadi penyebab utama seseorang tega untuk melakukan perbuatan yang melewati batas bahkan melanggar hukum.

Hal ini persis seperti yang dilakukan Wahono usai tega membunuh mertuanya sendiri karena dipicu kekesalan karena diminta cerai usai kerap cek cok akibat sang istri menggunakan rok mini.

Semoga kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi siapa saja agar tidak tersulut emosi sesaat yang mungkin akan memberikan konsekuensi berat di masa depan.

Tags :