Kerusuhan Kelompok Narkoba di Penjara Brasil, 16 Tahanan Dipenggal

Kerusuhan penjara di Brazil
Kerusuhan penjara di Brazil | www.washingtonpost.com

Jumlah korban mencapai sekitar 57 orang

Kerusuhan di salah satu penjara di Brasil sempat menjadi sorotan media internasional. Kerusuhan di penjara Altamira Brasil tersebut terjadi pada akhir bulan Juli lalu. Sebanyak 57 orang dikabarkan tewas dalam kerusuhan antar geng pada hari Senin waktu setempat.

1.

Korban alami sesak napas dan dipenggal

Kerusuhan penjara di Brazil
Kerusuhan penjara di Brazil | www.wionews.com

Dilansir dari Liputan6.com, Selasa (30/7), satu geng narkoba setempat melakukan penyerbuan sayap yang dikontrol oleh saingannya. Penyerbuan yang terjadi di negara bagian Para, kota Altamira, ini telah memakan sejumlah korban.

Sekitar 16 orang tahanan dipenggal dan mereka pun membakar kasur yang menyebabkan belasan orang mengalami sesak napas.

Menurut pengamat keamanan Brasil, kerusuhan antar geng ini merupakan upaya pengendalian perdagangan narkoba yang menguntungkan, sebagaimana diberitakan oleh The Guardian, Selasa (30/7).

Dugaan pengamat keamanan itu pun dipercaya sebagai motif di balik tewasnya sekitar 56 tahanan di sebuah penjara di kota Manaus pada tahun 2017 dan juga serentetan pembunuhan balas dendam berdarah yang terjadi di Brasil beberapa tahun terakhir ini.

Baca Juga: Idul Adha, Warga Palestina dan Polisi Israel Bentrok Hebat di Al-Aqsa, 61 Orang Terluka!

2.

Kronologi kerusuhan

Kerusuhan penjara di Brazil
Kerusuhan penjara di Brazil | www.mirror.co.uk

Pengawas sistem pemasyarakatan untuk negara bagian Para, Jarbas Vasconcelos, melaporkan bahwa kerusuhan mulai terjadi pada pukul 07.00 waktu setempat. Saat itu para tahanan baru saja diberikan sarapan di pusat pemulihan regional Altamira. Adapun penjara yang menjadi tempat kerusuhan ini memuat 343 tahanan, dua kali lipat dari kapasitas yang seharusnyaa.

Kerusuhan dimulai ketika para tahanan dari geng Comando kelas A (CCA) kabur dari sayap mereka dan langsung menyerang sayap lain yang dikendalikan oleh Comando Vermelho (CV). Dua petugas yang tengah berjaga pun disandera selama kerusuhan tersebut terjadi.

“Kami menemukan jasad-jasad yang kepalanya dipenggal dan sisa lainnya mengalami sesak napas,”

“Situasinya sudah terkendali. Itu adalah serangan oleh satu organisasi kriminal pada kelompok lain. Mereka masuk, membakar, dan membunuh. Mereka pun mengakhiri serangan dengan sendirinya,” tambah Vasconcelos menjelaskan.

Baca Juga: Terjadi Lagi, Penembakan di Masjid Norwegia Jelang Idul Adha. Satu Orang Luka!

3.

Altamira, pasar empuk perdagangan narkoba

Kerusuhan penjara di Brazil
Penjara di Altamira | www.msn.com

Saat kerusuhan terjadi, para petugas keamanan langsung berupaya mengatasinya dengan meletuskan tembakan. Suara tembakan dan teriakan dari kerusuhan tersebut terdengar di bandara terdekat.

“Itu berlangsung sekitar 30 menit. Mengerikan sekali,” ujar Larissa Castro, pekerja di perusahaan rental mobil yang mendengar kerusuhan tersebut.

Petugas media di rumah sakit setempat mengatakan bahwa banyak dari korban kerusuhan dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang parah. Menurut laporan, tahanan yang terlibat dalam kerusuhan ini berjumlah sekitar 46 orang.

Kota Altamira mengalami peningkatan populasi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini diduga turut meningkatkan ketimpangan yang akhirnya membuat masyarakat Altamira menjadi pasar empuk untuk perdagangan narkoba, sebagaimana yang dikatakan oleh Edson Ramos, profesor statistik di Unversitas Federal Para.

Artikel Lainnya

Tidak hanya itu, banyaknya masyarakat Altamira yang berpenghasilan rendah membuat kejahatan dan narkoba tumbuh subur di wilayah tersebut. Peningkatan populasi di Altamira bukan hanya disebabkan angka kelahiran yang tinggi tetapi juga perpindahan penduduk karena sungai Solimoes yang kerap mengalami banjir.

Tags :