Jadi Korban Perdagangan Orang, Ini Cerita Pekerja Migran Asal Karawang

Rustia
Ibunda Rustia | regional.kompas.com

Bupati Karawang siap beri bantuan untuk warganya yang menjadi korban perdagangan orang

Rustia, warga Dusun Wagir II, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang mengaku sangat kaget saat tahu dirinya berada di Kurdistan, Irak. Setahu Rustia, sebelumnya ia dijanjikan menjadi pekerja migran di Turki.

1.

Rustia dijual ke Irak

Rustia
Ibunda Rustia | regional.kompas.com

Rustia baru mengetahui dirinya ada di Erbill Kurdistan, Irak, setelah ia bekerja selama sebulan di majikan pertamanya.

Saat itu, Rustia mulai menyadari ada yang tidak beres. Tak lama, Rustia pun langsung menghubungi orang yang mengajaknya untuk bekerja di Turki. Nahasnya, nomor Rustia sudah diblokir oleh orang tersebut.

Rustia mengatakan kepada Kompas.com bahwa dirinya mengenal orang tersebut dari penyalur kerja saat ia akan bekerja di Singapura. Namun saat itu Rustia gagal terbang ke Singapura karena hasil tes kesehatan yang dinilai belum memenuhi syarat.

Baca Juga: Jokowi Rombak Total Kemendikbud Demi SDM Unggul Indonesia Maju!

Untuk bekerja di Turki, Rustia diiming-imingi gaji sebesar Rp 7 juta. Akhirnya Rustia pun setuju dan ia berangkat dengan Septiani, warga desa Walahar, kecamatan Klari, kabupaten Karawang. Septiani juga diduga menjadi korban perdagangan orang, selain Rustia.

2.

Rustia sempat kabur dan disekap

Rustia
Bupati Karawang | regional.kompas.com

Hampir dua bulan bekerja, Rustia dikembalikan ke penyalur karena ia sakit. Sayangnya, kondisi Rustia harus diperparah dengan perlakuan yang tidak baik saat ia berada di kantor penyalur itu.

“HP disita, nggak boleh makan, nggak boleh mandi. Kamar mandi dikunci dari luar,” kata Rustia, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Geger Akun Resmi Kemenkominfo di Situs Pornhub, Netizen: Bukannya Diblokir Malah Join!

Tidak tahan dengan perlakuan penyalur tersebut, akhirnya Rustia dan lima TKW asal Indonesia lainnya memilih kabur ke Kota Erbil. Mereka kemudian diserahkan ke polisi oleh kenalan rekannya. Oleh polisi, mereka dikembalikan ke penyalur.

“Orang kantor ngasih uang ke polisi itu. Terus kita disekap di hotel berenam,” ujar Rustia.

Saat ini Rustia sangat berharap dirinya bisa kembali ke Indonesia. Berbagai upaya pun sudah ia lakukan. Selain menghubungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Rustia pun membuat video permintaan bantuan kepada Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana.

Baca Juga: Mahfud MD Klaim Udah Tahu Duluan Dalang Kasus Novel Baswedan!

3.

Bantuan Bupati Karawang

Rustia
Bupati Karawang | regional.kompas.com

Bupati Karawang pun mengatakan siap membantu dan memulangkan Rustia dan Septiani. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia dan Kementerian Luar Negeri.

Menurut Cellica, Rustia dan Septiani adalah warga Karawang yang punya paspor dari Sukabumi dan Bekasi sehingga Cellica menduga keberangkatan Rustia dan Septiani menggunakan jalur ilegal. Meski demikian, Pemkab Kawarang tetap akan membantu keduanya.

“Kita akan bantu dengan menyediakan tiket pesawat sampai jemputan di bandara, yang kami lakukan setelah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KJRI,” ujar Cellica, dikutip dari Kompas.com

Artikel Lainnya

Cellica mengaku prihatin dengan kondisi Rustia dan Spetiani. Ia juga meminta kejadian yang dialami Rustia dan Septiani agar dijadikan pengingat kepada warganya untuk tidak tergiur dengan iming-iming bekerja di luar negeri melalui penyalur yang tidak bertanggungjawab.

Tags :