Diduga Dipersekusi, Nelayan Najib yang Disebut Sandiaga Uno di Debat Pilpres Kini Tidak Diketahui Keberadaannya!

Diduga Dipersekusi, Nelayan Najib yang Disebut Sandiaga Uno di Debat Pilpres Kini Tidak Diketahui Keberadaannya!

Pernyataan Sandiaga Uno dibantah Kapolres Karawang, "Tidak ada persekusi"

Debat Capres dan Cawapres pertama yang diadakan pada 17 Januari 2019 lalu salah satu tema yang diangkat adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menegaskan banyak kasus kriminalisasi orang-orang kecil yang tidak tersorot. Ia lalu menceritakan kisah seorang nelayan bernama Nazibulloh alias Najib yang dipersekusi dan dikriminalisasi saat mengambil pasir untuk menanam mangrove.

"Bahwa ada kisah Pak Najib, seorang nelayan di Pantai Pasir putih, Karawang, beliau mengambil pasir untuk menanam mangrove di hutan bakau. Beliau dipersekusi, dikriminalisasi," kata Sandiaga (Detik.com)
kunjungan Sandiaga Uno di desa nelayan Pasir Putih, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, 3 Januari 2019, via Liputan6.com 

Sesaat seetelah ucapan Sandiaga Uno tersebut, pihak Kepolisian memberikan klarifikasi soal tudingan kriminalisasi kepada Najib. Polisi membantah adanya persekusi terhadap Najib.

"Jadi sebenarnya seperti yang kita sampaikan dalam konferensi pers bersama Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah), bahwa sebenarnya tidak ada terjadi persekusi maupun kriminalisasi," kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waluyo (detik.com)
Kapolres Karawang AKBP Slamet Waluyo bantah adanya persekusi terhadap Najib, via Tribunnews.com

Slamet menyebut kasus Najib sudah diproses hukum oleh pihak kepolisian secara transparan. Kronologi kejadian tersebut terjadi di pertengahan September 2018 lalu. Perselisihan terjadi antara Najib dan Pokmaswas Desa Pasir Putih keduanya kompak saling membantah mengenai siapa yang salah.

Kronologi Kejadian

Salah satu warga anggota Pokmaswas Pasir Putih, Sahari membantah adanya pengeroyokan, persekusi ataupun kriminalisasi yang terjadi terhadap Najib. Sahari mengaku bahwa dirinya yang malah diserang oleh Najib. Awalnya Sahari mendapatkan laporan dari seorang petani bahwa ada orang yang mengambil pasir dari tanah timbul ke rumahnya yang berjarak 600 meter. Sahari datang mengecek dengan tujuan galian yang dibuat jangan sampai menimbulkan abrasi dan air laut masuk ke sawah orang.

Saat dipantau, Sahari memang melihat ada seseorang yang mengambil pasir dan membawanya ke rumah Najib. Sampai dihalaman rumah Najib ia bertanya siapa yang menyuruh untuk membawa pasir namun tak dijawab hingga tiga kali bertanya. Setelah itu Najib keluar dan mengaku bahwa ia yang menyuruh membawa pasir tersebut. Lalu dari situlah terjadi perselisihan.

Pernyataan Tim Advokasi BPN Prabowo-Sandi 

Berbeda dengan penuturan Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang tetap kekeuh bahwa terjadi persekusi terhadap Najib. Kuasa hukum Najib, Zaenal Abidin mengatakan kliennya mendapatkan persekusi dari panwas nelayan pesisir pantai yang berasal dari instansi pemerintah.

“Dipegangin tangannya, si Sahari mukulin mukanya, hingga bonyok dan babak belur," kata dia.


Kini nelayan Najib tidak diketahui keberadaannya padahal sangat dibutuhkan juga konfirmasi dari dirinya sendiri. Advokat Senopati 08, kelompok pengacara pendukung Prabowo-Sandi mengaku menempatkan Najib di suatu tempat rahasia. Hal itu dilakukan karena Zaenal Abidin, kuasa hukum Najib mengatakan kliennya ketakutan karena dicari aparat.

"Najib ada sama kami di suatu tempat rahasia. Kami bermaksud menenangkan Najib karena saat ini dia ketakutan," kata Zaenal Abidin, kuasa hukum Najib dari Advokat Senopati 08.

Kepala Desa Sukajaya, Abdul Ghofur saat ditanya soal keberadaan Najib ia mengaku sudah mencari Najib tapi sampai saat ini Najib tidak bisa ditemukan di Pasirputih. Keluarganya juga bungkam saat ditanya keberadaan Najib.

Pernyataan TKN Jokowi

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf menganggap bahwa cara menyembunyikan Najib itu justru tidak akan menyelesaikan masalah.

"Ini sama seperti yang disampaikan Pak Jokowi di debat, kalau memang ada permasalahan di laporkan, jangan disembunyikan. Kalau disembunyikan, kapan selesai masalahnya," kata jubir TKN, Arya Sinulingga.
Arya Sinulingga, via inilah.com

Sebagai negara hukum, pelanggaran apapun yang terjadi agaknya memang harus segera dilaporkan agar tak mengambang dan menjadi ketidakpastian bagi masyarakat. Kalau menurutmu gimana nih gaes?

Baca Juga :

Tags :