Diboyong Tiongkok Semua, Kini Harga Masker Meroket Sampai Rp 2 juta!

ilustrasi
ilustrasi | www.liputan6.com

Harga masker yang awalnya ratusan ribu jadi jutaan!

Semenjak epidemi virus Corona meledak di Wuhan, Tiongkok. Beberapa peralatan kesehatan seperti masker sangat sulit dicari di pasaran.

Salah satu contohnya masker jenis N95 yang kini terbilang langka, khususnya di beberapa pasar di Indonesia, salah satunya Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur.

Kabarnya masker tersebut sudah tidak terlihat lagi di sekitaran penjual, bahkan menurut Eko, salah seorang penjaga toko dan obat-obatan di salah satu gerai mengatakan jika masker tersebut kini harganya selangit alias Rp 2 juta per pak.

Sekarang barangnya sangat langka. Hari ini dijual Rp2 juta per pak, ucap seorang penjaga toko obat-obatan dan peralatan kesehatan, Eko, 24, di lokasi, Selasa (4/2).

Padahal lanjut Eko, sebelum kasus Corona terjadi, harga masker tersebut disekitaran Rp 200 ribu per pak, harganya mulai meroket sejak seminggu yang lalu.

Awalnya naik Rp500 ribu, terus Rp1 juta, kemarin Rp1,5 juta, sekarang Rp2 juta, kata dia.

Usut punya usut, kelangkaan itu terjad karena selain masyarakat yang kini mulai mengenakan masker, juga karena ada pembeli yang sengaja menjual kembali maskter N95 tersebut secara eceran.

Satu boks isinya 20 buah. Jadi mungkin kalau mau dijual ketengan satunya bisa lebih dari Rp100 ribu, tutur Eko.

Dari pantauan awak media di lokasi, hingga sore geliat pembeli di Pasar Pramuka terlihat masih ramai, rata-rata selain membeli perlatan kesehatan, tak sedikit pula masyarakat yang menanyakan masker N95 kepada para penjual, meski hasilnya nihil.

Baca juga : Ngeri! Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Jalanan hingga Rumah Sakit, China Kewalahan?

ilustrasi
ilustrasi | www.liputan6.com

Menko mengkonfirmasi kelangkaan masker

Kelangkaan masker di pasaran juga dibenarkan oleh Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, menurutnya memang benar Tiongkok telah memesan masker buatan Indonesia dalam upaya pencegahan epidemi virus corona di wilayahnya. Bahkan, pemesanan yang dilakukan Tiongkok tak tanggung-tanggung, mereka memukul rata sampai 3 bulan kedepan.

Seluruh produksi masker ini sudah di lock sama China, kata Airlangga di Wisma Antara, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Meskipun begitu, Menko Airlangga juga tak lupa mengingatkan kepada produsen agar selain menyuplai kebutuhan Tiongkok, mereka juga wajib menyiapkan kebutuhan untuk dalam negeri, jangan sampai karena epidemi ini semua diserap untuk kepentingan ekspor sehingga masyarakat dalam negeri tidak kebagian.

Tak hanya menginformasikan terkait masker yang telah diboyong oleh Tiongkok, Menko Airlangga juga menyebutkan jika kini pemerintah telah berusaha melakukan pencegahan, diantaranya dengan morotarium turis Tiongkok ke wilayah Indonesia, hal ini terpaksa dilakukan karena virus tersebut bisa menginfeksi dengan medium apa saja.

Baca juga : Demi Rawat Penderita Virus Corona, Perawat Cantik Ini Rela Botaki Kepalanya

ilustrasi
ilustrasi | www.liputan6.com
Artikel Lainnya

Menutup berbincangan dengan awak media, Menko Airlangga tanpak pasrah, karena hingga sekarang anti virus corona belum juga ditemukan.

Tinggal nunggu nasib aja sebenarnya, kata Airlangga.

Tags :