CIA : Putra Mahkota Arab Berperan Penting dalam Pembunuhan Khashoggi

CIA : Putra Mahkota Arab Berperan Penting dalam Pembunuhan Khashoggi
https://www.middleeasteye.net/news/cia-concludes-saudi-crown-prince-bin-salman-ordered-khashoggi-murder-1929540288

Kesimpulan CIA itu diperoleh setelah menyadap percakapan putra mahkota MBS!

Kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi memasuki babak baru, kini Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) berkesimpulan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan Khashoggi di Istanbul, Turki bulan lalu. 

Kesimpulan CIA ini tentu bertolak belakang dengan klaim Riyadh, bahwa MBS tidak terlibat sedikit pun dalam pembunuhan butral tersebut. Sejauh ini kesimpulan CIA itu yang paling definitif dan dapat menyebabkan renggangnya hubungan Presiden Donald Trump dengan Saudi, sekutu dekatnya.

Jaman Khashoggi via https://www.middleeasteye.net

Dilansir dari Washington Post yang mengutip dari para pejabat AS, untuk mendapatkan kesimpulan ini, CIA sebelumnya telah memeriksa sejumlah sumber, termasuk panggilan telepon antara Pangeran Khalid bin Salman, kakak MBS yang menjabat Duta Besar Saudi untuk AS, dengan Khashoggi. 

Khalid sempat meminta kepada Khashoggi agar ia datang ke Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan berkas-berkas yang diperlukannya untuk pernikahannya.

Tidak jelas apakah Khalid sebelumnya sudah tahu bahwa Khashoggi akan dibutuh atau tidak, namun ia disuruh MBS untuk menghubungi Khashoggi. Demikian disampaikan orang-orang yang familiar dengan panggilan telepon yang disadap oleh intelijen AS tersebut.

Mendengar pernyataan ini, juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, membantah dan meminta AS untuk menunjukkan bukti. Fatimah 
Khalid sendiri telah membantah soal telepon tersebut dan meminta pemerintah AS untuk menunjukkan bukti.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Lebih lanjut, media Washington Post membeberkan sejumlah fakta diantara sebanyak 15 agen Saudi yang dikirim ke Istanbul untuk mengeksekusi Khashoggi, terbang menggunakan pesawat pemerintah. 

Washington Post menilai, kesimpulan CIA soal peran MBS itu lantaran ia sekarang menjadi penguasa yang de facto yang mengawasi segala macam hal, bahkan untuk urusan kecil sekalipun.

"Pemahaman yang bisa diterima adalah bahwa tak mungkin ini terjadi tanpa dia (MBS) tahu atau terlibat," kata seorang pejabat AS yang familiar dengan kesimpulan CIA ini seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/11/2018).

Kendati demikian, meski Saudi tengah dihantam skandal Khashoggi, namun kekuasaan MBS sangat kuat dan tidak akan dengan mudah kehilangan statusnya sebagai Putra Mahkota.

Baca juga ;

Tags :