Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
http://www.bbc.com/autos/story/20161020-should-obese-passengers-pay-more

Maskapai pesawat pun pusing tujuh keliling

Kalau disuruh memilih naik pesawat atau lewat jalur darat/laut, banyak orang pasti lebih mending naik pesawat. Terlepas dari harga nih, naik pesawat emang lebih cepat sampai dan hemat waktu. Apalagi sekarang dengan banyaknya travel fair, orang jadi lebih gampang dapet tiket pesawat murah. Tapi pernah nggak kamu bertanya-tanya gimana nasib penumpang yang berbadan besar?

Di negara Barat, beberapa maskapai penerbangan mengusulkan kalo penumpang yang obesitas alias kelebihan berat badan sebaiknya nambah bayar buat naik pesawat. Sebagian orang menilai kebijakan tersebut nggak adil. Wah, emang kenapa harus gitu? Apa alasannya?

(Baca juga: Apa Jadinya Kalo Pesawat Juga Bisa Kejebak Macet Layaknya Mobil? Mungkin Bakal Kelihatan Kayak 10 Foto Epic Ini)

1.

Ukuran bangku pesawat udah standar

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
via aircraftinteriorsinternational.com

Bangku pesawat di seluruh dunia ukurannya udah standar, antara 16.5 sampai 18 inch. Itu udah termasuk yang untuk kelas bisnis segala. Nah, dengan ukuran bangku paten gitu, kadang orang-orang berbadan gemuk agak kurang pas buat duduk di sana. Cukup sih cukup, tapi duduknya jadi nggak nyaman karena sempit. Maskapai penerbangan menyarankan orang-orang gemuk buat nambah bangku aja sekalian, maksudnya dua bangku buat satu orang. Tujuannya supaya duduk mereka bisa lebih nyaman. Tapi ya gitu, harus nambah bayar.

2.

Bukan hanya orang gemuk, orang biasa pun jadi kurang nyaman

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
via youtube.com

Orang dengan berat badan lebih bisa aja minta duduk di satu bangku aja. Dia bisa nahan sempit selama beberapa jam di udara. Tapi konsekuensinya, penumpang yang duduk di samping kiri-kanannya bisa jadi enggak nyaman karena kegencet. Pernah ada kasus di mana seorang penumpang sampai menuntut maskapai penerbangan karena nempatin dia di sebelah orang gemuk. Pengacara bernama Giorgeo Destro asal Italia ini terpaksa harus berdiri atau duduk di kursi kru Emirates Airlines selama penerbangannya dari Cape Town ke Dubai. Destro ngebawa kasus ini dengan bukti berupa foto tangan penumpang sebelah di sandaran tangan bangku Destro. Hmm... bisa panjang nih urusannya.

3.

Jumlah orang berbadan gemuk meningkat

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
via dailymail.co.uk

Wacana dari maskapai penerbangan ini muncul karena mereka sadar jumlah orang gemuk di dunia ini semakin meningkat. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), jumlah orang obesitas meningkat dua kali lipat sejak tahun 1980. Pada tahun 2014. sebanyak 1.9 miliar orang dewasa kelebihan berat badan dan 600 juta di antaranya udah masuk kategori obesitas.

4.

Peraturan yang dianggap diskriminatif

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
via dailymail.co.uk

Orang berbadan gede pastinya nggak terima kalo dengar peraturan nambah bayar ini. Dan menurut advokat hak-hak penumpang pesawat pun, kesalahan sebenarnya terletak pada maskapai penerbangan yang nggak bisa mengakomodasi penumpang obesitas dengan baik. Peggy Howell dari National Association to Advance Fat Acceptance (NAAFA) Amerika bilang mau penumpang tinggi, pendek, langsing, gemuk, bahu lebar atau pinggang besar, semua mestinya dapat hak yang sama buat menikmati transportasi udara. Udah seharusnya maskapai berbenah dengan nyediain pelayanan dan fasilitas yang memadai buat semua penumpang dengan berbagai ukuran tubuh.

5.

Berat badan penumpang berpengaruh ke kinerja pesawat

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
via airbus.com

Nggak dipungkiri, sebenarnya berat badan penumpang itu berpengaruh sama berat pesawat dan kinerja mesinnya juga. Dari keterangan Luke Jensen, peneliti dari MIT International Center of Air Transportation, pesawat yang berat bisa ngabisin bahan bakar lebih banyak. Sebagai contoh, buat pesawat tipe Boeing 737, penambahan berat 50 pon (22 kilogram) sama dengan nambah 3-5 dollar buat bahan bakar. Kalo pesawatnya gede, mungkin nggak terlalu kelihatan pengaruhnya karena mereka punya mesin yang lebih kuat. Tapi bahaya kalo buat penerbangan jarak dekat dengan pesawat kecil. Jensen menyarankan maskapai kecil perlu mempertimbangkan soal penumpang obesitas demi keamanan penerbangan mereka.

6.

Ini maskapai yang udah nerapin standar harga lebih buat yang obesitas

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
via telegraph.co.uk

Sementara maskapai lain masih bingung menangani penumpang obesitas, sebuah maskapai bernama Samoa Air udah nerapin "fat tax" alias pajak berdasarkan berat badan. Awalnya pajak ini dianggap diskriminatif sama penumpang, tapi menurut pihak Samoa Air, justru peraturan ini malah adil buat semua penumpang.

Coba pikir deh, kenapa penumpang kecil yang beratnya di bawah 70 kg harus bayar nambah bagasi seberat 20 kg, sementara penumpang yang berat badannya sendiri di atas 100 kg tanpa bagasi bisa bayar lebih murah. Bukan masalah pakai bagasi atau nggak, tapi jumlah beratnya.

Pihak Samoa Air juga udah nyediain bangku yang lebih lebar 12-14 inch dari ukuran normal buat penumpang obesitas. Jadi mereka ngerasa kebijakan fat tax ini udah tepat.

7.

NAAFA: Obesitas itu penyakit

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
via cheapair.com

Peggy Howell dari NAAFA nyerang balik. Menurutnya, didukung oleh pernyataan American Medical Association (AMA), obesitas adalah penyakit yang setara dengan disabilitas. Peraturan sejenis fat tax Peggy anggap udah menyalahi aturan bahwa maskapai harus memperlakukan penumpang normal dan disabilitas dengan adil Kalau maskapai udah menyepakati "satu orang, satu harga", maka peraturan tersebut harusnya juga meng-cover penumpang disabilitas dan obesitas.

8.

Adakah solusi yang tepat buat penumpang obesitas?

Muncul Wacana Penumpang Obesitas Harus Nambah Biaya Buat Naik Pesawat. Gimana Nih Menurutmu?
via telegraph.co.uk

Nggak hanya mikirin soal penambahan biaya, maskapai juga mikirin tentang re-design kabin biar lebih nyaman buat semua penumpang. Tapi pastinya buat mendesain ulang butuh waktu yang nggak sebentar. Sebuah perusahaan IT Jerman SII Deutschland's SANTO Seat pernah bikin bangku pesawat berukuran satu setengah kali lebih gede khusus buat penumpang yang bawa anak kecil dan penumpang obesitas. Karya perusahaan ini pun sampai menang di Crystal Cabin Award kategori "Passenger Comfort Hardware". Ada pula bangku yang bisa diatur ulang punya Sven Taubert dan Florian Schmidt dari Airbus. Jadi pegangan kursi dalam pesawat bisa diatur sesuai ukuran badan penumpang. Tapi bangku model ini belum bisa dipakai karena belum ada patennya.


Jadi itulah penjelasan kenapa maskapai pesawat pengen nerapin tambahan biaya buat penumpang berberat badan lebih. Nah menurutmu pantes nggak sih kalo orang obesitas harus nambah bayar buat naik pesawat?


Kalo baca yang ini gratis kok, nggak dipungut biaya:

Tags :