Minat Baca Milenial Rendah, Ini Cara Menaikkan Minat Baca!

Minat Baca Milenial Rendah, Ini Cara Menaikkan Minat Baca!

Kamu tim baca buku atau tim baca komen nitijen?

Pada bulan Maret 2016 lalu, Central Connecticut State University dalam studinya yang berjudul “Most Littered Nation in the World” menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca. Penelitian ini dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan oleh perpustakaan nasional tahun 2017 lalu, yang menyebutkan jika rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali per minggu dengan durasi waktu membaca per hari rata-rata 30-59 menit. Sedangkan jumlah buku yang ditamatkan per tahun rata-rata hanya 5-9 buku. Fakta krisis minat baca orang Indonesia ini sesuatu yang cukup serius mengingat budaya membaca merupakan salah satu kesadaran kritis masyarakat untuk tumbuhnya budaya yang sehat. Padahal, membaca buku justru lebih berdampak baik pada kinerja otak dan kesehatan kita.

1.

Meningkatkan kinerja otak

Minat Baca Milenial Rendah, Ini Cara Menaikkan Minat Baca!

Anne Mangern dari Stavanger University di Norwegia menyatakan bahwa dalam penelitiannya, orang yang membaca buku memiliki empati dan rasa lebih terhanyut dalam cerita ketimbang orang-orang yang membaca buku digital atau online. Itu dikarenakan ketika kamu membaca sesuatu atau pun informasi melalui platform digital, perhatianmu akan mudah terbagi dengan notifikasi dan keinginan untuk membalas chat secepat mungkin atau melihat akun sosial media sehingga cerita atau informasi yang awalnya kamu baca pun nggak akan sepenuhnya masuk ke dalam ingatan.

Nggak hanya itu, penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School pada Proceeding of the National Academy of The Sciences mengatakan bahwa cahaya yang dihasilkan oleh smartphone, tablet atau pun computer berdampak dalam kesulitan tidur pengguna. Padahal, kualitas tidur juga akan mempengaruhi semangat kita esok hari sampai dengan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit yang menyerang metabolisme tubuh.

Baca juga :

2.

Siapa yang bertanggung jawab?

Minat Baca Milenial Rendah, Ini Cara Menaikkan Minat Baca!

Jika kita bertanya siapa yang harus bertanggung jawab akan minat baca sejak dini, jawabannya adalah semua pihak. Baik pemerintah, orang tua sampai dengan individu sendiri adalah faktor yang saling mempengaruhi. Kita nggak bisa lagi menyalahkan fasilitas perpustakaan misalnya, yang dianggap nggak bisa membuat penampilan sebuah buku menarik. Di tengah rendahnya literasi masyarakat Indonesia, pemerintah sudah berusaha untuk memaksimalkan kegunaan dan fasilitas dari perpustakaan. Hanya pengunjungnya saja yang masih berpikir ulang untuk mengunjungi karena masih memiliki stereotype perpustakaan adalah tempat yang seram dan membosankan.

3.

Bagaimana meningkatkan minat baca milenial?

Minat Baca Milenial Rendah, Ini Cara Menaikkan Minat Baca!

Beberapa generasi muda mungkin menganggap membaca buku bukanlah suatu hal yang menyenangkan atau ‘kekinian’ meskipun kenyataannya membaca buku membawa manfaat yang baik. Kebanyakan anak jaman sekarang lebih memilih untuk mencari lewat internet walaupun memiliki resiko kesalahan informasi atau pun kelengkapan data yang pada akhirnya justru berakhir dengan cekcok via online.

Meningkatkan minat baca pun nggak bisa dipaksa dan secara tiba-tiba, kamu harus memiliki niat untuk memulainya. Banyak buku yang memiliki konsep unik dan nggak hanya berisikan tulisan penuh. Banyak yang memanfaatkan ilustrasi untuk lebih memvisualisasikan poin penting yang dibahas. Cara berikut mungkin akan membantu kamu menaikkan minat baca :

  • Kamu bisa memulai dengan buku bergambar, seperti cerita pendek atau komik yang tulisannya masih dihiasi gambar.
  • Pilih buku yang membahas tema ringan atau topik yang menarik buat kamu. Jangan pilih buku hanya karena kepopulerannya tapi isi yang membuatmu penasaran.
  • Jika kamu suka menonton film, kamu bisa memulai membaca buku yang di telah difilmkan dan bandingkan mana yang lebih detail. Biasanya pembaca bukunya menemukan banyak hal yang nggak ada di film.
  • Buat reward. Jika kamu berhasil menyelesaikan satu buku, kamu bisa memberi hadiah untuk dirimu sendiri sehingga kamu akan termotivasi untuk membaca.
  • Kamu bisa memilih membaca kumpulan puisi dalam dan luar negeri. Selain kamu merasa terhibur, kamu dapat menemukan sudut pandang baru dan memperluas kosa katamu.


Buku dan internet memang nggak bisa dilepaskan satu sama lain. Nggak ada yang melarang untuk berpikiran luas dengan menggunakan internet sebagai sarana informasi. Akan tetapi, jangan lupakan membaca buku karena selain memiliki banyak manfaat kamu juga bisa merasakan sensasi untuk tenggelam dicdalamnya tanpa harus terganggu pemberitahuan yang masuk. Menurutmu, sepenting apa sih membaca buku?

Baca Juga:

Tags :