5 Pertanyaan Mainstream Yang Siap Menghantuimu Ketika Lebaran Tiba. Udah Nyiapin Jawabannya Belom?

5 Pertanyaan Mainstream Yang Siap Menghantuimu Ketika Lebaran Tiba. Udah Nyiapin Jawabannya Belom?

Lebih susah dari soal ujian nasional!

Pulang kampung dan bertemu saudara-saudara merupakan sebuah kebahagian tersendiri selama lebaran. Namun, hal tersebut bisa langsung berubah menjadi malapetaka sesaat setelah sebuah pertanyaan-pertanyaan sakral ini muncul. Sebuah pertanyaan yang masih dianggap tabu, berbahaya, dan beresiko membuat si penjawab memendam emosi. Tak jarang, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa membuat kita bingung tujuh keliling. Sebuah pertanyaan mainstream yang kadar kesusahannya melebihi dari soal ujian nasional. Dan ini dia, 5 pertanyaan mainstream yang menjadi ujian kehidupan ketika lebaran tiba.

1.

Skripsinya gimana? Pertanyaan khas untuk para mahasiswa saat liburan tiba.

5 Pertanyaan Mainstream Yang Siap Menghantuimu Ketika Lebaran Tiba. Udah Nyiapin Jawabannya Belom?

Kadang liburan untuk merefresh pikiran dari penatnya kehidupan kampus, apalagi nasihat para dosen agar segera menyelesaikan revisi skripsi menjadi buyar setelah pertanyaan ini muncul. Saudara-saudara kita seperti kerasukan dosbing, pertanyaan “Gimana skripsinya mas?” atau “Sudah bab berapa sekarang?” menjadi momok mengerikan bagi kita menikmati liburan. Alhasil sebuah jawaban sekenanya dengan kemalasan yang maksimal suka kita ucapkan. Seperti, “Bentar lagi kok tante” atau “hehe” dengan wajah menahan emosi.

2.

Kapan Lulus? Sebuah pertanyaan berbahaya yang bagi para mahasiswa tingkat akhir.

5 Pertanyaan Mainstream Yang Siap Menghantuimu Ketika Lebaran Tiba. Udah Nyiapin Jawabannya Belom?

Pertanyaan mainstream “Kapan Lulus” menjadi pertanyaan mainstream yang sering ditanyakan. Sebuah pertanyaan yang kerap terlontar oleh celotehan-celotehan ringan saudara, budhe atau tante-tante kita yang kepo dengan progres perkuliahaan kita. Bagi mahasiswa yang masih berada di angka 3 tahun, mungkin masih santai menjawab “Insya Allah tahun depan”, tapi bagaimana dengan nasib para dedengkot-dedengkot kampus yang sudah mencapai klimaks masa pengabdian kampus hingga 7 tahun lamanya? Pertanyaan ini bahkan diakui lebih susah dari pada menjawab pertanyaan kuis di acara televisi yang tiba-tiba dapet satu juta. 

Buat kamu yang sedang dimasa kritis, dan butuh solusi jawaban. Cobalah jawab pertanyaan “Kapan Lulus” dengan “Lulus itu berat Tante, biar aku saja yang melakukannya selama 7 tahun” sambil berlagak seperti Dilan. Niscahya, saudara-saudaramu bakal berhenti kepo nanyain kamu lulus kapan. Hahaha

3.

Sekarang kerja di mana? Pertanyaan pelik yang muncul pasca kelulusan.

5 Pertanyaan Mainstream Yang Siap Menghantuimu Ketika Lebaran Tiba. Udah Nyiapin Jawabannya Belom?

Jika lulus udah, jangan harap saudara-saudaramu akan kehabisan pertanyaan. Masih ada pertanyaan lanjutan yang akan menerpamu dengan sangat kencang. Pertanyaan “sekarang kerja di mana” atau “sekarang kerja apa” tentu menjadi polemik tersendiri. Ya, kalo kamu bisa langsung kerja di sebuah perusahaan besar atau menjadi pegawai di sebuah instansi pemerintahan maka akan sangat enteng menjawabnya. Namun, jika kamu habis lulus masih menganggur dan susah dapet kerjaan cobalah alternatif jawaban ini, “Freelance.” Niscaya kamu akan tetap terlihat keren walaupun freelance nggak beda jauh sama pengangguran yang kadang dapet kerjaan.

4.

Udah punya pacar belom? Para jomblowers akan sedikit merana dengan pertanyaan ini.

5 Pertanyaan Mainstream Yang Siap Menghantuimu Ketika Lebaran Tiba. Udah Nyiapin Jawabannya Belom?

Pertanyaan “udah punya pacar” belom kadang seperti petir di siang bolong. Menyambar hingga relung hati. Kadang kita cuma bisa berbohong dengan bilang “mau fokus yang lain dulu” atau “ah.. pacar itu fana. Besok langsung nikah aja,” padahal dalam hati selalu terbesit keinginan memiliki kekasih hati. Nah, buat kamu para jomblowers yang kerap menerima pertanyaan semacam ini bisa nih di coba alternatif jawaban “Tenang tante, pacarnya masih disimpen Tuhan” mungkin akan menjadi penenang hatimu dan penenang hati saudaramu yang kepo maksimal.

5.

Pertanyaan terakhir yang menjadi momok hampir semua kalangan di masa kritisnya. Kapan nikah?

5 Pertanyaan Mainstream Yang Siap Menghantuimu Ketika Lebaran Tiba. Udah Nyiapin Jawabannya Belom?

Pertanyaan ini sebenarnya menyasar para generasi yang telah melewati umur 27 tahun atau 28 tahun. Hal ini tidak dipungkiri dari adanya kebiasaan masyarakt yang menganggap pernikahan di Indonesia idealnya ada di umur 27 atau 28. Dan ini menjadi tekanan psikologi sendiri bagi kita jika sudah memasuki umur-umur tersebut. Pertanyaan “kapan nikah” pun jadi pertanyaan paling dihindari selama masa lebaran tiba. So, buat kamu yang punya masalah dengan pertanyaan ini. Sebaiknya kamu pikirkan matang-matang jawabanmu dari sekarang. Karena pertanyaan ini dikenal sangat killer dan memiliki tingakat kesulitan yang kadang mencapai dunia akhirat. Kalo kamu bingung, coba kasih jawaban ini “Nikah adalah mitos”. hahaha


Jadi gimana? Udah siap dengan pertanyaan-pertanyaan di atas?  

Tags :