5 Film Terbaik Indonesia yang Memenangkan Banyak Penghargaan di Festival Film Indonesia

5 Film Terbaik Indonesia yang Memenangkan Banyak Penghargaan di Festival Film Indonesia

Punya kualitas yang tinggi, film ini pun menyabet banyak penghargaan di FFI.

Ada yang nggak tahu tentang Festival Film Indonesia (FFI)? FFI adalah ajang dunia perfilman di Indonesia yang pertama kali digelar pada tahun 1955, menyajikan berbagai film-film keren yang berhasil diberi apresiasi lebih oleh para kritikus karena berhasil menyajikan sesuatu yang berbeda.

Bahkan ada beberapa film yang berhasil memenangkan lebih dari beberapa penghargaan karena emang punya kualitas yang lebih bagus dari berbagai sisi. Film-film tersebut layak disebut sebagai film terbaik Indonesia.

5 Film Terbaik Indonesia yang Memenangkan Banyak Penghargaan di Festival Film Indonesia

Karena kualitasnya yang sangat baik, nggak aneh kalo film-film ini masuk dalam banyak nominasi untuk berbagai kategori. Yuk kita intip 5 film terbaik indonesia yang berhasil memenangkan banyak penghargaan di Festival Film Indonesia.

1.

3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010)

5 Film Terbaik Indonesia yang Memenangkan Banyak Penghargaan di Festival Film Indonesia

Film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta adalah film yang menceritakan hubungan antara Rosid (Reza Rahardian) dan Delia (Laura Basuki) yang berbeda keyakinan.

Rosid adalah pemuda muslim yang idealis dan terobsesi menjadi seniman besar, sedangkan Delia adalah gadis Katolik berwajah manis yang kepincut pada sosok Rosid.

Akan tetapi, kedua orangtua mereka nggak setuju dengan hubungan beda agama mereka dan berusaha memisahkan mereka. Ibu Rosid, Muzna (Henidar Amroe) malah menjodohkan anak cowoknya tersebut dengan Nabila (Arumi Bachsin) yang juga mengidolakan Rosid.

Film yang disutradarai oleh Benni Setiawan ini mengangkat tema mengenai perjuangan cinta beda agama dan beban psikologis bakal mereka hadapi ketika cinta mereka emang berhasil. Film ini pun berhasil menyabet tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia 2010.

Penghargaan:

  • Festival Film Indonesia 2010: Film Terbaik
  • Festival Film Indonesia 2010: Pemeran Utama Pria Terbaik (Reza Rahardian)
  • Festival Film Indonesia 2010: Pemeran Utama Wanita Terbaik (Laura Basuki)
  • Festival Film Indonesia 2010: Penyutradaan (Benni Setiawan)
  • Festival Film Indonesia 2010: Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Rasyid Karim)
  • Festival Film Indonesia 2010: Skenario Cerita Adaptasi (Benni Setiawan)
  • Festival Film Indonesia 2010: Tata Artistik Terbaik (Oscart Firdaus)


2.

Tanah Surga... Katanya (2012)

5 Film Terbaik Indonesia yang Memenangkan Banyak Penghargaan di Festival Film Indonesia

Tanah Surga... Katanya adalah film yang menceritakan tentang Hasyim (Fuad Idris), mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965 yang hidup diperbatasan Indonesia dan Malaysia bersama Anaknya, Haris (Ence Bagus) dan dua cucunya Salman (Aji Santosa) dan Salina (Tissa Biani Azzahra).

Haris yang memilih hidup di Malaysia mencoba membujuk ayahnya buat pindah ke Malaysia karena menurutnya perekonomian di sana lebih menjanjikan ketimbang di Indonesia, namun Hasyim bersikeras nggak mau pindah karena kesetiaan dan loyalitasnya pada bangsa dan negara Indonesia.

Film yang diproduseri Deddy Mizwar dan disutradarai oleh Herwin Novianto ini mengangkat tema nasionalisme orang-orang yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia. Film ini dengan gamblang memperlihatkan kondisi rakyat yang tinggal di daerah perbatasan, dengan segala godaan di negeri seberang yang terlihat lebih menjanjikan.

Tanah Surga... Katanya pun berhasil meraih enam penghargaan di Festival Film Indonesia 2012 lho.

Penghargaan:

  • Festival Film Indonesia 2012: Film Terbaik
  • Festival Film Indonesia 2012: Sutradara Terbaik (Herwin Novianto)
  • Festival Film Indonesia 2012: Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Fuad Idris)
  • Festival Film Indonesia 2012: Tata Musik Terbaik (Thoersi Argeswara)
  • Festival Film Indonesia 2012: Tata Artistik Terbaik (Ezra Tampubolon)
  • Festival Film Indonesia 2012: Cerita Asli Terbaik (Danial Rifki)

Baca Juga:

3.

Athirah (2016)

5 Film Terbaik Indonesia yang Memenangkan Banyak Penghargaan di Festival Film Indonesia

Athirah adalah film biografi Indonesia yang mengisahkan kehidupan Athirah (Cut Mini), ibunda Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, yang goyah pas suaminya menikahi cewek lain. Athirah pun harus bergulat melawan perasaannya demi mempertahankan keutuhan keluarganya.

Sementara itu, anak cowok tertuanya, Ucu (Jusuf Kalla), nggak tahu kepada siapa ia harus berpihak. Ibunya adalah orang yang dicintainya, penyabar, dan baik hati sedangkan ayahnya juga adalah sosok yang dia kagumi.

Sebagai sebuah film yang diadaptasi dari novel semi biografi Hj. Athirah Kalla dan udah mendapat dukungan dari Kalla Group, kamu bakal ngeliat pergulatan seorang istri pertama yang sangat menjunjung tinggi nilai perkawinan dan harapan besar dengan akan masa depan anak-anaknya.

Dengan ceritanya yang mengaduk emosi dan pesan moral yang dalam banget, film ini berhasil menyabet enam penghargaan di Festival Film Indonesia 2016. Selain itu film ini juga pernah diputar di berbagai Festival Film Internasional, seperti Vancouver International Film Festival, Busan Internation Film Festival, dan Tokyo International Film Festival.

Penghargaan:

  • Festival Film Indonesia 2016: Film Terbaik (Mira Lesmana)
  • Festival Film Indonesia 2016: Sutradara Terbaik (Riri Riza)
  • Festival Film Indonesia 2016: Pemeran Utama Wanita Terbaik (Cut Mini Theo)
  • Festival Film Indonesia 2016: Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Salman Aristo dan Riri Riza)
  • Festival Film Indonesia 2016: Pengarah Artistik Terbaik (Eros Eflin)
  • Festival Film Indonesia 2016: Penata Busana Terbaik (Chitra Subyakto)


4.

Pengabdi Setan (2017)

5 Film Terbaik Indonesia yang Memenangkan Banyak Penghargaan di Festival Film Indonesia

Pengabdi Setan (2017) merupakan remake dari film berjudul sama yang dirilis tahun 1980 lalu. Film ini menceritakan tentang Rini (Tara Basro) beserta keluarganya yang tinggal di rumah neneknya setelah menjual rumah buat pengobatan ibunya, Mawarni Suwono (Ayu Laksmi).

Mawarni udah sakit parah selama tiga setengah tahun tanpa diketahui penyebabnya, bahkan nggak mampu menggerakkan tubuhnya dan cuma bisa berbaring di tempat tidur. Namun akhirnya Mawarni meninggal.

Sejak itulah Rini dan adik-adiknya dihantui sesosok hantu yang mirip dengan ibu mereka. Rini pun kemudian menemukan fakta kalo di masa lalu keluarganya pernah terlibat dalam perjanjian hitam dengna iblis.

Film garapan Joko Anwar sukses menjadikan Pengabdi Setan sebagai sebuah fenomena pada tahun 2017 lalu. Sosok Mawarni yang seram bener-bener membuat para penonton pun ketar-ketir.

Nggak heran kalo akhirnya ini berhasil menyabet tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia 2017, dan berbagai penghargaan lain di tingkat nasional

Penghargaan:

  • Festival Film Indonesia 2017: Pengarah Sinematografi Terbaik (Ical Tanjung)
  • Festival Film Indonesia 2017: Pengarah Artistik Terbaik
  • Festival Film Indonesia 2017: Penata Efek Visual Terbaik
  • Festival Film Indonesia 2017: Penata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa dan Anhar Moha)
  • Festival Film Indonesia 2017: Penata Musik Terbaik (Aghi Narottama, Tony Merle dan Bemby Gusti)
  • Festival Film Indonesia 2017: Pencipta Lagu Tema Terbaik ("Kelam Malam" oleh The Spouse)
  • Festival Film Indonesia 2017: Pemeran Anak Terbaik (Muhammad Adhiyat)


5.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2018)

5 Film Terbaik Indonesia yang Memenangkan Banyak Penghargaan di Festival Film Indonesia

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak ini menceritakan kisah tentang seorang janda Marlina (Marsha Timothy) yang tinggal di sebuah padang sabana, Sumba. Namun suatu hari ia kedatangan tujuh perampok yang mengancam nyawa, harta dan kehormatannya.

Keesokan harinya, Marlina terlihat sedang berjalan sambil membawa kepala dari bos perampok, Markus (Egi Fedly) yang udah dia penggal semalam. Marlina pun bertemu dengan Novi (Dea Panendra) dan Franz yang menginginkan kepala Markus.

Markus yang tak berkepala pun juga berjalan menguntit Marlina dari belakang.

Karena cerita filmnya yang tak biasa, Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak berhasil meraih 10 penghargaan di Festival Film Indonesia 2018. Bahkan film ini pun bisa dibilang adalah juara umum di ajang periflman Indonesia ini!

Selain memenangkan banyak penghargaan di Festival Film Indonesia, film ini pun berjaya di tingkat internasional lho. Filmnya pun akan didistribusikan ke 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, negara-negara di Eropa dan Asia Tenggara.

Penghargaan:

  • Festival Film Indonesia 2018: Film Cerita Panjang Terbaik
  • Festival Film Indonesia 2018: Sutradara Terbaik (Mouly Surya)
  • Festival Film Indonesia 2018: Penulis Skenario Asli Terbaik (Mouly Surya dan Rama Adi)
  • Festival Film Indonesia 2018: Pengarah Sinematografi Terbaik (Yunus Pasolang)
  • Festival Film Indonesia 2018: Pemeran Utama Wanita Terbaik (Marsha Timothy)
  • Festival Film Indonesia 2018: Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Dea Panendra)
  • Festival Film Indonesia 2018: Penata Musik Terbaik (Zeke Khaseli dan Yudhi Arfani)
  • Festival Film Indonesia 2018: Penata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa dan Yusuf A Patawari)
  • Festival Film Indonesia 2018: Penyunting Gambar Terbaik (Kelvin Nugroho)
  • Festival Film Indonesia 2018: Pengarah Artistisk Terbaik (Frans XR Paat)

Itulah tadi 5 film Indonesia terbaik yang berhasil memenangkan banyak penghargaan di Festival Film Indonesia. Cerita yang berbeda dan tema yang menarik membuat film ini pun layak jadi film indonesia wajib yang harus ditonton.

Baca Juga:

Tags :