5 Film Indonesia Berbahasa Daerah yang Sukses Meraih Penghargaan Internasional

5 Film Indonesia Berbahasa Daerah yang Sukses Meraih Penghargaan Internasional

Supaya bahasa daerah nggak dilupakan begitu aja.

Saat ini kondisi perfilman Indonesia mulai bangkit, bahkan di mata dunia internasional. Terbukti dari banyaknya film anak bangsa yang mulai melaju di kancah perfilman internasional. Banyak dari film-film ini mengangkat tentang kebudayaan asli Indonesia yang sangat kental. Beberapa di antaranya juga menggunakan bahasa daerah. Indonesia memang dikenal dengan ragam budaya dan bahasanya. Tercatat ada 652 bahasa daerah lho, tapi semuanya ini terancam punah karena makin sedikitnya jumlah penutur. Masyarakat pun mulai menggunakan bahasa persatuan sebagai bahasa sehari-hari. Bahkan bahasa slang pun mulai menggantikan bahasa Indonesia. Nah, salah satu cara untuk melestarikan bahasa daerah adalah dengan menonton film lokal yang menggunakan bahasa daerah. Karena itu, yuk kita simak 5 film Indonesia berbahasa daerah yang ternyata juga sukses meraih penghargaan internasional!

1.

Siti

5 Film Indonesia Berbahasa Daerah yang Sukses Meraih Penghargaan Internasional

Siti (2015) menceritakan sosok perempuan asli Jogja penjual peyek jingking di Pantai Parangtritis. Nggak cuma berjaya di negeri sendiri, film ini sukses berjaya di kancah internasional, yaitu dengan menyabet gelar sinematografi terbaik dan naskah film terbaik untuk kategori New Asia Talent Competition dalam Festival Film International Shanghai 2015. Selain itu film ini juga mendapat gelar sebagai Best Performance dalam Singapore Film Festival ke-25.

2.

Prenjak

5 Film Indonesia Berbahasa Daerah yang Sukses Meraih Penghargaan Internasional

Film yang berhasil memenangkan Le Prix Découverte Leica Cine untuk film pendek terbaik Festival Film Cannes 2016 ini menceritakan tentang kisah Diah (Rosa Sinegar) yang menawarkan bagian intimnya dilihat seorang temannya dengan cara yang nggak biasa. Dengan durasi 12 menit, dialog dalam film ini menggunakan bahasa Jawa.

Baca Juga:

3.

Sekala Niskala

5 Film Indonesia Berbahasa Daerah yang Sukses Meraih Penghargaan Internasional

Sekala Niskala menceritakan tentang saudara kembar Tantra dan Tantri yang harus terpisah karena Tantra terkena penyakit. Film ini kental banget dengan budaya Bali dengan penggunaan bahasa daerahnya, serta kesenian Bali yang udah mendunia dan eksotis. Film yang juga punya judul lain 'The Seen and Unseen' ini berhasil meraih tiga penghargaan internasional. Selain itu, film ini pun berhasil menyabet tiga penghargaan Internasional, salah satunya adalah untuk kategori "Film Terbaik" dalam Berlin Film Festival.

4.

Turah

5 Film Indonesia Berbahasa Daerah yang Sukses Meraih Penghargaan Internasional

Film Turah merupakan sebuah drama berbahasa Tegal produksi Fourcolours Films yang disutradarai Wicaksono Wisnu Legowo. Film Turah merupakan drama berbahasa Tegal yang mengangkat kehidupan sehari-hari yang dibintangi beberapa kalangan seperti aktor teater, wartawan, polisi, dan masyarakat Kampung Tirang sendiri. Film Turah berhasil menang dalam penghargaan Netpac Award dan pernah tayang di 9th Bengaluru Internasional Film Festival 2017, India.

5.

Ziarah

5 Film Indonesia Berbahasa Daerah yang Sukses Meraih Penghargaan Internasional

Film Ziarah (2016) mengisahkan tentang Mbah Sri (Ponco Sutiyem) yang mencari kuburan suaminya. Film ini nggak menggandeng artis terkenal Indonesia lho, tapi sang sutradara malah menggunakan seorang warga lokal berusia 95 tahun sebagai pemeran utamanya lho. Walaupun begitu, film ini berhasil menyabet empat penghargaan baik di dalam dan luar negeri lho, yaitu Film Terbaik dan Skenario Terbaik pilihan juri ASEAN International Film Festivel and Awards (AIFFA) 2017. Bahkan Mbah Ponco, sang pemeran utama juga masuk nominasi Artis Terbaik, padahal beliau nggak main film sebelumnya!


Bener kata Bayu Skak, nonton film Korea bisa pake subtitle, berarti harusnya nonton film lokal dengan bahasa daerah juga pasti bisa. Apalagi kelima film ini bukan film receh lho, tapi film yang telah diakui di dunia internasional. Mendikbud sendiri khawatir lho kalo bahasa daerah di Indonesia lama-lama bakal punah. Yuk kita lebih lestarikan film-film Indonesia, sekaligus untuk melestarikan bahasa daerah. 

Baca Juga:

Tags :