Sering Unggah Foto Makanan di Sosial Media Tanda Gangguan Jiwa

Sering Unggah Foto Makanan di Sosial Media Tanda Gangguan Jiwa
https://www.inovasee.com/foto-makanan-tanda-gangguan-jiwa-17940/

Pasti kamu sering kan melakukannnya?

Kehidupan sekarang tampaknya tidak bisa dilepaskan dari media sosial. Sedikit melakukan aktivitas saja langsung update status. Kadang juga langsung unggah foto kemudian diberi caption yang menarik.

Salah satu aktivitas yang nggak luput dari jepretan kamera adalah momen saat menyantap makanan. Makanan yang akan disantap biasanya difoto dulu lalu diunggah ke media sosial pribadi.

Tapi, kamu kudu hati-hati. Pasalnya, kebiasaan tersebut bisa jadi pertanda adanya gangguan jiwa. Terlebih lagi, jika dilakukan tanpa tujuan yang jelas.

https://www.foodabletv.com/blog/2017/5/24/hottest-food-tech-found-in-new-york-city-right-now

Menurut ahli kejiwaan di Women’s College Hospital di Toronto, Kanada, Dr. Valerie Taylor, telalu banyak mengambil foto makanan bisa menjadi pertanda seseorang mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu disebabkan mereka yang memiliki kebiasaan memfoto makanan dan mengunggahnya menjadikan makanan sebagai elemen inti dalam interaksi. Dengan kata lain, orang di sekitarnya akan diabaikan.

Beberapa pasien Taylor yang mengalami gangguan tersebut selalu membicarakan tentang makanan, entah apa yang dimakan, kapan makan, dan apa yang akan dimakan.

https://www.idntimes.com/food/dining-guide/tita/kamu-suka-posting-foto-makanan-hati-hati-itu-salah-satu-tanda-gangguan-kejiwaan

Taylor juga pernah mengungkapkan dalam presentasinya yang berjudul “Food Fetish: Society’s Complicated Relationship with Food” bahwa seseorang merasa khawatir dan gelisah dengan berat badannya menjadikan aktivitas memfoto dan memposting makanan sebagai solusi.

Ia juga menambahkan bahwa memfoto makanan juga bisa menjadi penyebab gangguan pola makan. Hal itu didukung oleh argumen dari salah satu ahli medis. Ia mengatakan bahwa melihat foto-foto makanan bisa menambah berat badan.

http://www.diahdidi.com/2016/03/tips-memotret-makanan-dengan-smartphone.html

Studi dari tim University of Southern California menguatkan argument tersebut. Dalam studi yang dilakukan tahun 2012 itu dinyatakan bahwa melihat foto makanan dapat merangsang otak untuk makan secara berlebihan.

Josh Ozersky, seorang penulis artikel makanan, mengingatkan bahwa dengan sering mengunggah foto makanan di medsos akan merusak privasi kita. Pasalnya, apa yang kita makan dan siapa yang menemani kita makan menjadi diketahui publik.

http://www.foodpowa.com/le-food-porn-est-bon-pour-la-sante/

Maka dari itu, ada beberapa restoran yang melarang konsumennya untuk memfoto makanan dan mengunggahnya di media sosial. Salah satunya adalah restoran milik Chef David Bouley yang berada di New York. Menurutnya, makanan harus segera dinikmati. Memofoto makanan hanya akan mengganggu pelanggan yang lain.

Kalau kamu punya kebiasaan tersebut hendaknya mulai dikurangi karena bisa jadi pertanda gangguan jiwa sekaligus gangguan pola makan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi kamu yang memang pekerjaannya harus memfoto makanan dan menggunggahnya di media sosial.

Tags :