Terlepas Satu Universe MCU dan Marvel-Netflix Haruslah Tetap Berada di Dunia Mereka Sendiri Saja. Ini Alasannya

Terlepas Satu Universe MCU dan Marvel-Netflix Haruslah Tetap Berada di Dunia Mereka Sendiri Saja. Ini Alasannya
https://www.inverse.com/article/18999-marvel-says-it-will-not-crossover-netflix-and-mcu

Hmmm, kenapa demikian ya guys ?

Bagi kamu yang nge-fans dengan ranah sinematik Marvel aka MCU, pastinya kamu sudah tahu banget bahwa selain Agents of S.H.I.E.L.D.S (2013-sekarang), Agent Carter (2015-2016) dan Inhumans (2017-sekarang), rangkaian seri superhero Marvel yang ditayangkan di layanan tayang streaming, Netflix juga merupakan seri yang masih satu payung dengan MCU.

Namun uniknya, terlepas masih satu universe, Daredevil, Iron Fist, Jessica Jones dan Luke Cage, bisa dibilang beda sendiri. Pasalnya, selain memiliki tone yang jauh lebih kelam, juga seri anggota The Defenders ini ditampilkan dalam "dunia" mereka sendiri.

Maksudnya, terlepas eksis dan sangat aware dangan peristiwa di ketiga fase film-film MCU sejauh ini, namun mereka ditampilkan seakan sibuk sendiri dengan urusan mereka. Dan hal ini tak dipungkiri kerap membuat fans garuk kepala sendiri seraya bergumam, "Kenapa gak ditampilin jadi satu saja sih seperti Agents of S.H.I.E.L.D.S ?"

Sumber: Digital Spy

Dan believe me guys. gue juga di awal juga bergumam demikian. Ya siapa coba yang gak mau ngeliat Matt Murdock aka Daredevil (Charlie Cox) atau Jessica Jones (Krysten Ritter) ketemu dan bertarung bareng dengan Peter Parker aka Spider-Man (Tom Holland)? Pastinya mau banget bukan ?

Tapi entah mengapa nih guys, seiring berjalannya seluruh universe MCU, gue malah merasa bahwa konsep yang diterapkan oleh seri Marvel-Netflix ini justru memanglah keputusan yang tepat alias, ya biarin aja kisah Daredevil cs seakan sibuk dan terpisah sendiri dari AOS, Inhumans dan bahkan seluruh film-film layar lebarnya.

"Wah kok gitu sih bro?" 

Eits tenang. Jangan sumbu pendek dulu guys. Karena tentunya gue memiliki alasan yang cukup masuk akal terkait pernyataan tersebut.

Sumber: Forbes

Pertama, seperti kita tahu baik secara visual maupun tema, seri Marvel-Netflix memiliki bobot yang jauh lebih kelam dan sangat dewasa. Ya kamu bisa liat sendiri bukan? Tidak hanya menampilkan kasus-kasus kejahatan yang melibatkan prostitusi dan NARKOBA, film ini juga menampilkan visual super sadis dan super seksi.

Lihat saja deh musim pertama Jessica Jones yang menampilkan lumayan banyak adegan ranjang dan The Punisher yang menampilkan banyak kebrutalan berkelahi dan darah di mana-mana. Coba deh kamu bayangkan kalau misalkan seri ini ditampilkan seperti AOS atau Inhumans, dapat dipastikan 100% elemen-elemen ini gak bakalan ditampilin sama sekali.

Bukannya bermaksud mendukung sadisme atau pornografi. Namun aneh saja bukan kalau misalkan kedua unsur yang sudah melekat dengan superhero di Netflix ini, tiba-tiba dihilangkan begitu saja? Coba bayangin kalau Punisher berkelahinya menjadi "lembek"? Gak banget bukan ?

Sumber: Marvel Cinematic Universe Wiki

Kedua, seperti yang telah dikatakan di poin pertama, seri ini menampilkan superhero Marvel yang berurusan dengan NARKOBA, prostitusi, KDRT dan berbagai tindak kriminal jalanan lainnya. Nah, baca kata kuncinya: KRIMINAL JALANAN (street crimes).

Dan seperti kita tahu, baik seperti kita lihat di TV / film dan dunia nyata, yang namanya kriminal jenis tersebut, pastinya menampilkan adegan-adegan yang sangat brutal dan tak jarang sadis. Nah beda banget bukan dengan kriminalitas yang dilakukan alien atau sosok-sosok high class yang ditampilkan di film layar lebarnya ?

Intinya disini,  dikarenakan menampilkan banyak kriminal jalanan, ya sudah pasti harus ditampilkan dalam mood yang segelap dan sesadis mungkin. Kalau sekali lagi, dipaksakan/disesuaikan agar terlihat lebih family-friendly, pastinya bakalan terlihat dan terasa sangat freaky bukan ?

Sumber: ComicBook

Dan yang paling utama, ya bukankah dengan ditampilkan sibuk di dunia sendiri seperti sekarang ini, jadinya membuat rangkaian seri ini terlihat lebih unik dan lebih fresh ? Toh yang penting, seri-serinya masih sering memasukkan berbagai referensi (easter egg) terkait peristiwa di film layar lebarnya bukan ?

Lagipula, menurut Presiden Marvel Television Jeph Loeb, secara logistik, memang cukup sulit dan ribet untuk menampilkan cross-over antara karakter di film dan seri Netflix Marvel. Maksudnya begini, jadwal syuting film dan seri TV bagaikan bumi dan langit. Spesifiknya, jadwal film bisa memakan waktu, let's say, 6-8 bulan. Sedangkan siklus jadwal TV itu cepat alias per hari bahkan per minggu untuk menyelesaikan 1-3 episodenya.

Jadi, coba bayangkan kalau misalkan Krysten Ritter yang sedang syuting untuk tampil di film layar lebar MCU, tiba-tiba harus dibuthkan minggu depannya untuk syuting seri Jessica Jones ? Pertama, selain tentunya ini bikin ribet Ritter dan seluruh kru, juga ya secara storyline cukup sulit untuk dijaga.

Sumber: Mashable

Namun terlepas gue berpendapat seperti ini, sekali lagi gue tegaskan kalau gue, seperti kalian, juga masih memimpikan bahwa suatu saat nanti, bisa melihat Daredevil dan Iron Fist bertarung bersama Spider-Man atau melihat keempatnya akhirnya bertemu dengan Doctor Strange (Benedict Cumberbatch). Pasalnya seperti kita tahu, di komiknya, markas Defenders adalah di rumah Stephen Strange.

Akankah impian kita tersebut nantinya menjadi kenyataan? Ya tentunya kita lihat saja lagi nanti. Tapi untuk sekarang, ya mari kita nikmati saja dulu yang telah diberikan oleh pihak Marvel saat ini.

Bagaimana guys ? Apakah kamu sependapat dengan pendapat ini ? Atau justru, kalian lebih kepingin agar seri Marvel-Netflix, dijadikan satu kesatuan atau tidak sibuk dengan dunianya sendiri?

Tags :