Cover Lagu Orang Lain Ada Aturannya, Agar Kasus Via Vallen dan JRX SID Tak Terulang

Cover Lagu Orang Lain Ada Aturannya, Agar Kasus Via Vallen dan JRX SID Tak Terulang
http://keepo.me

Jangan asal nyanyi, cover lagu orang buat komersil juga ada aturannya.

Minggu ini dunia musik Indonesia diramaikan dengan perseteruan JRX Superman Is Dead dan Via Vallen. Konflik bermula ketika JRX memposting soal kritikannya kepada Via Vallen. Ia merasa tak terima dengan Via Vallen yang mengcover lagu milik SID yang berjudul Sunset di Tanah Anarki tanpa izin. Apalagi Via Vallen melakukan cover lagu tersebut dengan mengubah musiknya, dari punk-rock menjadi dangdut koplo.

Menurut JRX SID, apa yang dilakukan Via adalah mencari keuntungan dengan merusak ruh lagu Sunset di Tanah Anarki. Karena bagi JRX, lagu tersebut memiliki makna mendalam bagi dirinya secara pribadi dan juga bagi bandnya.

Lalu banyak mempertanyakan kenapa JRX baru sekarang memperingatkan Via Vallen soal hal ini. Jawaban yang diberikan JRX adalah karena ia tak ingin lagu-lagu di album baru SID diperlakukan sama dengan lagu Sunset di Tanah Anarki. Ia tak ingin ada musisi lain yang seenaknya mengubah lagu-lagu milik SID untuk dibawakan ulang tanpa itikad baik. JRX mengatakan bahwa pernah menolak permintaan Presiden Jokowi untuk menggunakan salah satu lagu SID, namun ditolak. Dalam salah satu postingannya, JRX menulis soal itu :

Manusia melacurkan diri di istana, namun tak demikian dengan Bulan & Ksatria.
Dan saya ga perlu berkata kasar ke JKW karena setelah tak diijinkan, lagunya memang tidak jadi dipakai. Itu itikad baik. Bedakan mana whore mana bukan.

Persoalan hak cipta di Indonesia memang masih banyak yang belum paham. Salah satu pentolan band Endank Soekamti, Erix Soekamti, mengatakan bahwa apa yang terjadi antara JRX dan Via Vallen bisa menjadi momentum bagi para musisi Indonesia untuk belajar apa itu music publishing. Untuk membawakan lagu orang lain, menurut Erix, setidaknya harus kulo nuwun kepada pemiliknya.

Dilansir dari situs www.hukumonline.com, memang ada aturan untuk membawakan ulang lagu milik orang lain. Tidak sedikit, versi cover justru lebih terkenal daripada versi penyanyi aslinya. Itulah mengapa sebenarnya tidak boleh sembarangan membawakan cover lagu orang lain, apalagi jika tujuannya untuk komersil.

Masih dari situs ini, mencantumkan nama penyanyi aslinya saja tidak cukup untuk terhindar dari tuntutan hukum jika penyanyi aslinya mengajukan tuntutan. Penyanyi yang membawakan ulang sebuah lagu harus mendapatkan dua jenis lisensi dari pemilik lagu yang asli.

Antara lain Lisensi atas Hak Mekanikal (mechanical rights), yakni hak untuk menggandakan, mereproduksi (termasuk mengaransemen ulang) dan merekam sebuah komposisi musik/lagu pada CD, kaset rekaman dan media rekam lainnya; dan atau Hak Mengumumkan (performing rights), yakni hak untuk mengumumkan sebuah lagu/komposisi musik, termasuk menyanyikan, memainkan, baik berupa rekaman atau dipertunjukkan secara live, melalui radio dan televisi, termasuk melalui media lain seperti internet, konser live dan layanan-layanan musik terprogram.

Semoga kasus ini membuka mata bagi tak hanya untuk para musisi tanah air, tetapi juga bagi kita semua. Hak cipta adalah sesuatu yang penting dan tidak boleh seenaknya dilanggar. Karena melanggar hak cipta sama saja dengan tindakan mencuri.