5 Sinetron Laris Indonesia yang Pernah Mendapat Teguran dari KPI

5 Sinetron Laris Indonesia yang Pernah Mendapat Teguran dari KPI
https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00187685.html

Mereka ditegur dengan berbagai alasan.

Banyak alasan Komisi Penyiaran Indonesia melayangkan teguran kepada sebuah tayangan di Televisi. Misalnya, adegan kekerasan, kata-kata kasar, kriminalitas, penculikan, adegan dewasa, hingga tayangan-tayangan yang diannggap melecehkan. Dampak negatif terhadap anak-anak kemungkinan menjadi pertimbangan KPI melakukan peneguran pada sejumlah siaran televisi.

Sebuah penelitian menunjukkan, televisi sebagai media audio visual menguasai 94 persen masuknya informasi ke dalam jiwa melalui mata dan telinga. Orang pun mampu mengingat 50 persen informasi yang diterima dari televisi. Pada anak-anak, mereka cenderung meniru apa yang mereka lihat. Dilansir dari kpi.go.id (tahun 2012), anak-anak Indonesia menempati urutan menonton siaran televisi terlama di ASEAN dengan durasi lebih dari 5 jam per hari.

Tidak salah bila KPI sering melayangkan surat teguran pada stasiun Televisi, salah satu yang paling sering pada program sinetronnya. Tahun 2018, sejumlah sinetron menduduki puncak ratting, seperti Siapa Takut Jatuh Cinta, Anak Langit, Orang Ketiga, hingga Cinta Suci. Beberapa di antaranya pun pernah mendapat teguran dari KPI. 

1.

Orang Ketiga 

5 Sinetron Laris Indonesia yang Pernah Mendapat Teguran dari KPI

Sinetron yang dibintangi oleh Naysila Mirdad, Marshanda, Samuel Zylgwyn, dan Rionaldo Stokhorst ini sangat populer di kalangan ibu-ibu. Sinetron Orang Ketiga mendapat teguran KPI pada episode yang tayang pada 18 April 2018 karena dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 pada dua adegan. Pertama, keluarnya kata “bajingan” dalam adegan dua orang yang sedang bertengkar. Kedua, adegan wanita hamil yang dibawa ke bidan untuk aborsi. Hal tersebut dianggap memberikan citra negatif pada profesi bidan dengan kesan bisa melakukan aborsi dengan begitu mudah. 

2.

Siapa Takut Jatuh Cinta

5 Sinetron Laris Indonesia yang Pernah Mendapat Teguran dari KPI

Kemesraan Verrel Bramasta dan Natasha Willona dalam sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta dinilai terlalu mesra. KPI pun melayangkan teguran untuk adegan yang tayang 27 November 2017 mulai pukul 18.00 WIB. Dua tokoh tersebut mempertontonkan adegan seolah-olah hampir berciuman. Baru-baru ini ada satu lagi yang menjadi yakni saat Bryan Domani dan Ersya Aurelia bermesraan di ranjang.

Yuliandre Darwis selaku Ketua KPI Pusat telah bersuara dan meminta publik untuk menonton adegan secara utuh agar terhindar dari kesalahpahaman. Adegan yang sesungguhnya, sang tokoh wanita ingin membangunkan tokoh pria yang tertidur tetapi kemudian terjatuh di atasnya. Sayangnya, pakaian yang dikenakan oleh tokoh wanita, terbuka di salah satu lengannya sehingga menimbulkan persepsi negatif. 

3.

Anak Langit 

5 Sinetron Laris Indonesia yang Pernah Mendapat Teguran dari KPI

KPI Pusat melayangkan peringatan tertulis untuk sinetron “Anak Langit” yang tayang pada 12 Juli 2017 pukul 18.13 WIB karena dianggap tidak memperhatikan perlindungan anak dan pedoman siaran yang berlaku. Sinetron tersebut menayangkan adegan perkelahian secara eksplisit. KPI Pusat menilai adegan tersebut berpotensi melanggar Pasal 15 Ayat (1) dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a SPS KPI Tahun 2012 tentang perlindungan anak dan larangan program siaran klasifikasi R (tayangan remaja) menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar atau membenarkan perilaku yang tidak pantas. 

4.

Dunia Terbalik 

5 Sinetron Laris Indonesia yang Pernah Mendapat Teguran dari KPI

Sinetron Dunia terbalik termasuk sinetron yang dianggap berkualitas karena mengisahkan realitas sosial yang cukup relevan dengan masyarakat tanah air. Namun, siapa sangka sinetron ini pun pernah kena teguran. Dunia Terbalik yang tayang pada 16 Maret 2017 menampilkan tayangan yang berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pemaknaan agama. Tidak dijelaskan adegan mana yang dimaksudkan. Diduga kuat karena adanya tokoh Ustaz Kemed yang mendapat gelar Ustaz tetapi digambarkan tak paham ilmu agama. 

5.

Jodoh Wasiat Bapak 

5 Sinetron Laris Indonesia yang Pernah Mendapat Teguran dari KPI

Sinetron “Jodoh Wasiat Bapak” juga pernah mendapat peringatan dari KPI untuk tayangan pada tanggal 14 Februari 2018 dan 18 Februari 2018. Sinetron tersebut menampilkan sosok hantu dengan wajah menyeramkan yang kemudian merasuki tubuh seorang wanita. Adegan tersebut dianggap tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan anak dan pedoman siaran yang berlaku. Program “Jodoh Wasiat Bapak” berklasifikasi R tetapi menayangkan materi yang mengganggu kesehatan psikis remaja, seperti horor. 


Adegan dewasa memang sewajarnya ada dalam sinetron yang diperuntukan untuk orang dewasa. Seperti halnya adegan kekerasan yang mendukung sebuah sinetron bergenre laga. Yang jadi permasalahan, tidak semua pemirsa setianya orang yang telah cukup umur. Apalagi sebagian sinetron tersebut mulai tayang pada sore hari dan prime time (18.00-22.00). Waktu tersebut merupakan jam-jam rawan anak-anak masih menonton televisi.

Hal yang paling disayangkan porsi tayangan yang mendidik bagi anak-anak sangatlah minim. Berdasarkan hasil riset Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) hingga tahun 2017, hanya 0,7 persen tayangan televisi yang mendidik. Dengan demikian, masih perlu diadakan evaluasi dalam pertelevisian tanah air untuk meningkatkan kualitasnya. Kalau televisi dikuasai tayangan-tayangan yang kurang mendidik, anak-anak mau menonton apa?


Tags :